25.6 C
Jakarta

Tiga Fungsi Strategis KOKAM dalam Merawat NKRI

Must read

PKN 2020 Hasilkan 10 Rekomendasi dan Sikap Budaya

JAKARTA, MENARA62.COM – Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020 ditutup resmi oleh Menko PMK Muhadjir Effendy, Selasa (1/12/2020). Acara bertema "Ruang Bersama Indonesia Bahagia” yang...

Kemendikbud Kampanyekan Pencegahan Covid-19 melalui 77 Bahasa Daerah

JAKARTA, MENARA62.COM – Mudahkan masyarakat menerapkan perilaku pencegahan Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) luncurkan “Pedoman Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan 3M dalam 77 Bahasa...

Integrasi Jakarta Satu dengan JakEVO, diapresiasi Bhumandala Award 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih dua penghargaan dalam Bhumandala Award tahun 2020, yaitu Bhumandala Kanaka (Medali Emas) dan Bhumandala Kencana (Geoportal...

Visa Ajak Startup Terbaik Asia Pasifik Wujudkan Potensi Globalnya

JAKARTA, MENARA62.COM -- Visa, pemimpin pembayaran digital di dunia, mengumumkan pembukaan Visa Accelerator Program, sebuah program untuk para pelaku startup di seluruh Asia Pasifik yang ingin mengembangkan bisnis ke negara lain. Dalam program ini, Visa...

GRESIK, MENARA62.COM–Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak memaparkan tiga fungsi strategis anggota KOKAM yang harus dijalankan dan dilaksanakan di dalam tubuh komponen organisasi tersebut dalam merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), seperti dilansir Muhammadiyah.or.id.

Pertama, KOKAM harus menjaga atau merawat nilai-nilai ukhuwah Islamiyah, merawat persatuan umat, dan menjaga umat.

Dahnil Simanjuntak saat memberikan pesan Kokam

“Mempererat silaturahim antar umat Islam harus melekat dan menjadi watak bagi setiap anggota KOKAM,” ucap Dahnil, saat bertindak sebagai Inspektur Apel Akbar Nasional yang bertemakan “Apel Menggembirakan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana Nasional” di halaman Stadion Tri Dharma Petrokimia Gresik, pada Ahad (7/5/2017) pagi.

Kedua, lanjut Dahnil, KOKAM harus menjaga dan mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Bagi Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah, Pancasila sudah final menjadi kesepakatan bangsa.

“Pancasila ini adalah kesepakatan kita bersama dan sebagai ideologi bangsa. Sudah final, tidak ada kompromi lagi. Sehingga bila ada orang atau pihak yang berusaha merusak NKRI, harus kita lawan,” ujar Dahnil.

Dahnil menjelaskan, tidak ada sama sekali pertentangan antara Islam dengan Pancasila. Dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila, itu juga merupakan bagian dari melaksanakan nilai-nilai Islam. “Justru Islam telah menginspirasi Pancasila melalui para founding father dan mother Indonesia,” ujarnya.

Menurut Dahnil, dalam mengawal dan menjaga keutuhan NKRI, KOKAM mengedepankan ilmu pengetahuan dan perjuangan menegakkan kedaulatan NKRI dengan melawan ideologi komunisme dan lainnya yang bertujuan mengganti ideologi bangsa.

“KOKAM punya tanggungjawab sejarah merawat Pancasila dan melawan potensi-potensi perusak Pancasila. Namun dengan cara yang baik dan persuasif mengedepankan nilai-nilai Islam yang telah banyak diadaptasi Pancasila,” jelas Dahnil.

Ketiga, KOKAM harus hadir untuk menggembirakan kemanusiaan. KOKAM lahir didorong untuk fungsi-fungsi kemanusiaan.

“Setiap anggota KOKAM harus ikhlas dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan, hadir dalam kepentingan kemanusiaan, hadir dalam setiap momentum bencana alam, hadir dalam setiap kesusahan orang miskin, hadir di setiap kesempatan dimana orang lain membutuhkan, bukan menjadi orang-orang bayaran yang menindas nilai-nilai kemanusiaan,” ucap Dahnil.

Dahnil juga mengatakan, kegiatan apel ini bertujuan mengingatkan kembali kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya kader KOKAM, bahwasa esensi dan subtansi bangsa itu seharusnya menggembirakan.

“Yang kami maksud menggembirakan itu seperti mengubah masyarakat dari bodoh menjadi pintar, dari miskin menjadi sejahtera, sebagaimana menjadi amanat dari kemerdekaan kita. Sehingga esensi dari kebangsaan harus menggembirakan, bukan malah menyuramkan,” kata Dahnil.

Dahnil menegaskan, sejatinya yang merusak negeri kita adalah kepemimpinan yang tunduk pada kekuatan uang, dan rakyat yang menghamba kepada uang sehingga abai kepentingan bersama terutama umat.

“Oleh karena itu, wajib bagi kader KOKAM untuk terus meninggikan akhlaknya dan merawat nilai kejujuran, di tengah terdegradasinya akhlak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Dahnil.

Kegiatan apel yang dihadiri Kokam Jawa Timur dan Jawa Tengah ini diisi atraksi seni bela diri dan kemampuan aksi cepat tanggap bencana personel KOKAM. Dalam apel tersebut, juga turut hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gresik, Direktur Utama Petrokimia Gresik, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, serta beberapa orang anggota DPRD Gresik.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

PKN 2020 Hasilkan 10 Rekomendasi dan Sikap Budaya

JAKARTA, MENARA62.COM – Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2020 ditutup resmi oleh Menko PMK Muhadjir Effendy, Selasa (1/12/2020). Acara bertema "Ruang Bersama Indonesia Bahagia” yang...

Kemendikbud Kampanyekan Pencegahan Covid-19 melalui 77 Bahasa Daerah

JAKARTA, MENARA62.COM – Mudahkan masyarakat menerapkan perilaku pencegahan Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) luncurkan “Pedoman Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan 3M dalam 77 Bahasa...

Integrasi Jakarta Satu dengan JakEVO, diapresiasi Bhumandala Award 2020

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meraih dua penghargaan dalam Bhumandala Award tahun 2020, yaitu Bhumandala Kanaka (Medali Emas) dan Bhumandala Kencana (Geoportal...

Visa Ajak Startup Terbaik Asia Pasifik Wujudkan Potensi Globalnya

JAKARTA, MENARA62.COM -- Visa, pemimpin pembayaran digital di dunia, mengumumkan pembukaan Visa Accelerator Program, sebuah program untuk para pelaku startup di seluruh Asia Pasifik yang ingin mengembangkan bisnis ke negara lain. Dalam program ini, Visa...

Koalisi Anak: Jangan Hilang Satu Generasi karena COVID-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sudah dimaklumi bahwa pandemik COVID-19 berdampak luas. Kemiskinan merajalela, ketidaksetaraan meningkat dan pandemik menohok keras layanan umum seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan...