31.5 C
Jakarta

Dana Insentif Untuk Nakes Penanganan Covid-19 Telah Tersalurkan Rp408 Miliar

Must read

Menteri Parekraf Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut Hajatan MotoGP Mandalika

Hingga 15 Januari 2021, progress pengembangan terminal Bandara Internasional Lombok capai 93 persen JAKARTA MENARA62.COM - Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara...

Tips Cegah Motor Mogok saat Musim Hujan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Memastikan air tidak merendam filter udara bisa membantu mencegah motor mogok pada musim hujan. Saat ini, Indonesia sudah masuk musim penghujan yang...

Smart Bottle yang Bisa Berbicara

JAKARTA, MENARA62.COM -- Olike, brand yang memproduksi mainan edukatif kini melebarkan sayap dengan menghadirkan Olike Lifestyle yang diciptakan khusus untuk anak. Berada dalam naungan...

Korban Tewas Akibat Gempa Bumi di Sulbar Capai 34 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM – Korban tewas akibat guncangan gempa bumi M6,2 di Sulawesi Barat hingga Jumat siang (15/1/2021) mencapai 34 orang. Rinciannya 26 orang warga...

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Kesehatan telah menyalurkan insentif bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang membantu penanganan Covid-19 senilai total Rp408 miliar. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan, Kementerian Kesehatan dr. Abdul Kadir usai pemberian santunan kepada keluarga Nakes yang meninggal.

“Sampai pagi ini sudah tercatat dana (insentif Nakes) yang tersalurkan mencapai Rp.408 miliar,” dr Abdul Kadir dalam siaran persnya, Rabu (1/7/2020).

Proses penyaluran dana insentif tersebut didasari pada Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) nomor HK.01.07/MENKES/392/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Kepmenkes tersebut merupakan hasil revisi dari Kepmenkes sebelumnya nomor HK.01.07/MENKES/278/2020. Perbedaan antara Kepmenkes baru dan Kepmenkes lama di antaranya ada pada proses verifikasi dokumen pengajuan insentif.

Pada Kepmenkes lama proses verifikasi dokumen pengajuan insentif dilakukan dari tahap Fasyankes atau dinas kabupaten/kota, provinsi, dan Kementerian Kesehatan. Dari Kementerian Kesehatan dokumen pengajuan langsung diserahkan ke Kementerian Keuangan.

“Jadi memang stepnya sangat panjang. Dalam implementasinya membuat alur panjang untuk menjaga akuntabilitas,” ucap dr. Kadir

Hambatanya, lanjut dia, karena proses verifikasi yang ketat maka jadi lambat. Hal tersebut dikarenakan pihak yang mengajukan harus menyiapkan data-data yang lengkap dan persyaratan-persyaratan yang sangat ketat untuk menjamin tidak salah bayar.

Sedangkan dalam Kepmenkes yang baru, proses verifikasi dokumen pengajuan insentif hanya sampai di tingkat dinas provinsi dan langsung diajukan ke Kementerian Keuangan.

Tak hanya itu, dalam Kepmenkes baru rumah sakit yang dapat mengajukan insentif tidak hanya rumah sakit rujukan COVID-19, tapi juga memberikan kesempatan kepada rumah sakit manapun yang menangani kasus COVID-19 untuk mengajukan insentif bagi tenaga kesahatannya.

“Mudah-mudahan ini berjalan lancar dan karena revisi Kepmenkes juga kita selesaikan minggu lalu, maka minggu ini kita akan lakukan sosialisasi ke teman-teman di daerah,” imbuhnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Menteri Parekraf Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut Hajatan MotoGP Mandalika

Hingga 15 Januari 2021, progress pengembangan terminal Bandara Internasional Lombok capai 93 persen JAKARTA MENARA62.COM - Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara...

Tips Cegah Motor Mogok saat Musim Hujan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Memastikan air tidak merendam filter udara bisa membantu mencegah motor mogok pada musim hujan. Saat ini, Indonesia sudah masuk musim penghujan yang...

Smart Bottle yang Bisa Berbicara

JAKARTA, MENARA62.COM -- Olike, brand yang memproduksi mainan edukatif kini melebarkan sayap dengan menghadirkan Olike Lifestyle yang diciptakan khusus untuk anak. Berada dalam naungan...

Korban Tewas Akibat Gempa Bumi di Sulbar Capai 34 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM – Korban tewas akibat guncangan gempa bumi M6,2 di Sulawesi Barat hingga Jumat siang (15/1/2021) mencapai 34 orang. Rinciannya 26 orang warga...

Level 5, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Gelar Raker Virtual 2021

  SOLO, MENARA62.COM – Level 5, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar rapat kerja (raker) guru karyawan secara virtual via aplikasi Zoom yang...