25.6 C
Jakarta

Ditetapkan sebagai Zona Integritas, Ditjen Dikti dan 14 PTN Kurangi Layanan Offline

Must read

Program “Belanja di Warung Tetangga” Diyakini Mampu Menyaingi Retail Modern

Jakarta, MENARA62.COM - Program "Belanja di Warung Tetangga" yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan dan diluncurkan pada medio April 2020...

LPDB-KUMKM Targetkan 4,8 Juta UMKM Mendapat Dana PEN

Jakarta, MENARA62.COM Untuk mengatasi dampak Covid-19, Pemerintah bersama Kementerian Koperasi dan UKM telah menganggarkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 1 triliun untuk...

Luncurkan Produk Terbaru, Solusi Nojorono Atasi Dampak Pandemi Global Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai bidang, termasuk pada dunia bisnis dan industri.  Salah satunya industri tembakau. Mengutip...

‘Zona Merah’ PPDB Sekolah Swasta

Oleh Ashari * ZONA merah dalam tulisan ini, kita batasi dengan maksud sebuah kekhawatiran. Jika tidak diantisipasi dan ditindak lanjuti. Karena kondisi riil di lapangan,...

JAKARTA, MENARA62.COM –Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam mencanangkan zona integritas dilingkungan Ditjen Dikti, Rabu (1/7/2020). Pencanangan zona integritas Setditjen Dikti tersebut diikuti oleh 14  perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya.

Dalam sambutannya Nizam mengatakan zona integritas dan wilayah bebas korupsi di lingkungan pendidikan tinggi menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada publik. Pelayanan yang didasarkan atas semangat integristas yang tinggi akan menghasilkan pelayanan yang terbaik.

“Tekad kita adalah bagaimana pendidikan tinggi mampu menjadi contoh bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas dalam hal integritas,” kata Nizam.

Menurutnya, untuk menciptakan insan unggul berkualitas, semua bermula dari pendidikan. Dengan pendidikan yang baik, akan menghasilkan integritas yang baik, dengan integritas yang baik maka akan menghasilkan insan berintegritas dan pada akhirnya menjadi SDM yang unggul.

Nizam menjelaskan integritas harus dimulai dari diri sendiri. Saat meninggalkan rumah, kita harus memiliki niat untuk bekerja dengan baik. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sepenuh hati, penuh senyum dan rasa ikhlas.

“Jika kita melayani dengan hati, Insyaa Allah rejeki yang kita bawa pulang adalah rejeki yang halal dan thoyib, rejeki yang menenangkan,” tukasnya.

Ditjen Dikti lanjut Nizam juga berkomitmen untuk mengurangi kontak fisik dalam hal pelayanan kepada publik (offline). Sebab dengan kontak fisik seringkali menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pelayanan secara online kita perkuat karena pelayanan online sebenarnya jauh lebih efisien, dapat mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tambah Nizam.

Zona integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik

Selain unit kerja di lingkungan Ditjen Dikti, zona integritas juga dicanangkan pada 14 PTN yakni Universitas Sumatera Utara (Fakultas Keperawatan), Universitas Andalas (Fakultas Teknik), Universitas Riau (Fakultas Keperawatan), Universitas Indonesia (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Universitas Padjadjaran (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Universitas Diponegoro (Fakultas Teknik), Universitas Airlangga (Fakultas Psikologi)

Lalu Universitas Brawijaya Fakultas (Teknologi Pertanian), Universitas Gadjah Mada (Fakultas Filsafat), Universitas Mulawarman (Fakultas Teknik),Universitas Tanjungpura (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Universitas Lambung Mangkurat (Fakultas Teknik), Universitas Hasanuddin (Fakultas Ilmu Budaya) dan Universitas Sam Ratulangi (Fakultas Teknik).

Sementara itu Sekretaris Ditjen Dikti, Paristiyanti Nurwardani mengatakan tahun ini Sekretariat Ditjen Dikti ditetapkan sebagai pilot project zona integritas untuk lingkungan Ditjen Dikti. Alasan pemilihan Setditjen Dikti diusulkan sebagai WBK/WBBM antara lain unit ini yang penting/strategis dalam melakukan pelayanan publik baik internal maupun eksternal, mengelola sumber daya yang cukup besar, serta memiliki tingkat keberhasilan  reformasi birokrasi yang cukup tinggi.

“Tahun depan bergiliran direktorat-direktorat lainnya menyusul,” tutup Paristiyanti.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Program “Belanja di Warung Tetangga” Diyakini Mampu Menyaingi Retail Modern

Jakarta, MENARA62.COM - Program "Belanja di Warung Tetangga" yang diinisiasi Kementerian Koperasi dan UKM bersama BUMN Pangan dan diluncurkan pada medio April 2020...

LPDB-KUMKM Targetkan 4,8 Juta UMKM Mendapat Dana PEN

Jakarta, MENARA62.COM Untuk mengatasi dampak Covid-19, Pemerintah bersama Kementerian Koperasi dan UKM telah menganggarkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) senilai Rp 1 triliun untuk...

Luncurkan Produk Terbaru, Solusi Nojorono Atasi Dampak Pandemi Global Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap berbagai bidang, termasuk pada dunia bisnis dan industri.  Salah satunya industri tembakau. Mengutip...

‘Zona Merah’ PPDB Sekolah Swasta

Oleh Ashari * ZONA merah dalam tulisan ini, kita batasi dengan maksud sebuah kekhawatiran. Jika tidak diantisipasi dan ditindak lanjuti. Karena kondisi riil di lapangan,...

Merdeka Belajar Episode 5: Guru Penggerak Resmi Diluncurkan

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) luncurkan kebijakan Merdeka Belajar Episode 5: Guru Penggerak, Jumat (3/7/2020). Peluncuran kebijakan yang dilakukan oleh Mendikbud...