25.4 C
Jakarta

Ditetapkan sebagai Zona Integritas, Ditjen Dikti dan 14 PTN Kurangi Layanan Offline

Must read

Menteri Parekraf Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut Hajatan MotoGP Mandalika

Hingga 15 Januari 2021, progress pengembangan terminal Bandara Internasional Lombok capai 93 persen JAKARTA MENARA62.COM - Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara...

Tips Cegah Motor Mogok saat Musim Hujan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Memastikan air tidak merendam filter udara bisa membantu mencegah motor mogok pada musim hujan. Saat ini, Indonesia sudah masuk musim penghujan yang...

Smart Bottle yang Bisa Berbicara

JAKARTA, MENARA62.COM -- Olike, brand yang memproduksi mainan edukatif kini melebarkan sayap dengan menghadirkan Olike Lifestyle yang diciptakan khusus untuk anak. Berada dalam naungan...

Korban Tewas Akibat Gempa Bumi di Sulbar Capai 34 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM – Korban tewas akibat guncangan gempa bumi M6,2 di Sulawesi Barat hingga Jumat siang (15/1/2021) mencapai 34 orang. Rinciannya 26 orang warga...

JAKARTA, MENARA62.COM –Plt Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam mencanangkan zona integritas dilingkungan Ditjen Dikti, Rabu (1/7/2020). Pencanangan zona integritas Setditjen Dikti tersebut diikuti oleh 14  perguruan tinggi negeri (PTN) lainnya.

Dalam sambutannya Nizam mengatakan zona integritas dan wilayah bebas korupsi di lingkungan pendidikan tinggi menjadi bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kepada publik. Pelayanan yang didasarkan atas semangat integristas yang tinggi akan menghasilkan pelayanan yang terbaik.

“Tekad kita adalah bagaimana pendidikan tinggi mampu menjadi contoh bagi dunia pendidikan dan masyarakat luas dalam hal integritas,” kata Nizam.

Menurutnya, untuk menciptakan insan unggul berkualitas, semua bermula dari pendidikan. Dengan pendidikan yang baik, akan menghasilkan integritas yang baik, dengan integritas yang baik maka akan menghasilkan insan berintegritas dan pada akhirnya menjadi SDM yang unggul.

Nizam menjelaskan integritas harus dimulai dari diri sendiri. Saat meninggalkan rumah, kita harus memiliki niat untuk bekerja dengan baik. Memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sepenuh hati, penuh senyum dan rasa ikhlas.

“Jika kita melayani dengan hati, Insyaa Allah rejeki yang kita bawa pulang adalah rejeki yang halal dan thoyib, rejeki yang menenangkan,” tukasnya.

Ditjen Dikti lanjut Nizam juga berkomitmen untuk mengurangi kontak fisik dalam hal pelayanan kepada publik (offline). Sebab dengan kontak fisik seringkali menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pelayanan secara online kita perkuat karena pelayanan online sebenarnya jauh lebih efisien, dapat mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tambah Nizam.

Zona integritas adalah predikat yang diberikan kepada instansi pemerintah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai komitmen untuk mewujudkan WBK/WBBM melalui reformasi birokrasi, khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan kualitas pelayanan publik

Selain unit kerja di lingkungan Ditjen Dikti, zona integritas juga dicanangkan pada 14 PTN yakni Universitas Sumatera Utara (Fakultas Keperawatan), Universitas Andalas (Fakultas Teknik), Universitas Riau (Fakultas Keperawatan), Universitas Indonesia (Fakultas Kesehatan Masyarakat), Universitas Padjadjaran (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Universitas Diponegoro (Fakultas Teknik), Universitas Airlangga (Fakultas Psikologi)

Lalu Universitas Brawijaya Fakultas (Teknologi Pertanian), Universitas Gadjah Mada (Fakultas Filsafat), Universitas Mulawarman (Fakultas Teknik),Universitas Tanjungpura (Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Universitas Lambung Mangkurat (Fakultas Teknik), Universitas Hasanuddin (Fakultas Ilmu Budaya) dan Universitas Sam Ratulangi (Fakultas Teknik).

Sementara itu Sekretaris Ditjen Dikti, Paristiyanti Nurwardani mengatakan tahun ini Sekretariat Ditjen Dikti ditetapkan sebagai pilot project zona integritas untuk lingkungan Ditjen Dikti. Alasan pemilihan Setditjen Dikti diusulkan sebagai WBK/WBBM antara lain unit ini yang penting/strategis dalam melakukan pelayanan publik baik internal maupun eksternal, mengelola sumber daya yang cukup besar, serta memiliki tingkat keberhasilan  reformasi birokrasi yang cukup tinggi.

“Tahun depan bergiliran direktorat-direktorat lainnya menyusul,” tutup Paristiyanti.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Menteri Parekraf Tinjau Kesiapan Bandara Lombok Sambut Hajatan MotoGP Mandalika

Hingga 15 Januari 2021, progress pengembangan terminal Bandara Internasional Lombok capai 93 persen JAKARTA MENARA62.COM - Manajemen PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara...

Tips Cegah Motor Mogok saat Musim Hujan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Memastikan air tidak merendam filter udara bisa membantu mencegah motor mogok pada musim hujan. Saat ini, Indonesia sudah masuk musim penghujan yang...

Smart Bottle yang Bisa Berbicara

JAKARTA, MENARA62.COM -- Olike, brand yang memproduksi mainan edukatif kini melebarkan sayap dengan menghadirkan Olike Lifestyle yang diciptakan khusus untuk anak. Berada dalam naungan...

Korban Tewas Akibat Gempa Bumi di Sulbar Capai 34 Orang

JAKARTA, MENARA62.COM – Korban tewas akibat guncangan gempa bumi M6,2 di Sulawesi Barat hingga Jumat siang (15/1/2021) mencapai 34 orang. Rinciannya 26 orang warga...

Level 5, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Gelar Raker Virtual 2021

  SOLO, MENARA62.COM – Level 5, Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta menggelar rapat kerja (raker) guru karyawan secara virtual via aplikasi Zoom yang...