25.6 C
Jakarta

Demonstrasi Massa di Baghdad, Dua Tewas dan 200 Terluka

Must read

Dorong Kreativitas Anak Muda pada Masa Pandemi AXIS Gelar POP Up Campus Live Streaming

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 tak menyurutkan inisiatif XL Axiata untuk melanjutkan program-program dukungan untuk kalangan muda. Melalui AXIS, program tahunan AXIS POP Up...

Bantu Masyarakat, Dosen UMY Laksanakan Pengabdian Masyarakat Pedak Bantul

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Muhammad Zakiy, M.Sc, dosen Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan pengabdian di dusun Pedak, Desa Trimurti, pada...

Pandemi Covid-19, Dorong Inovasi dan Percepatan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Aktivitas Belajar Mengajar

JAKARTA, MENARA62.COM -- Suka atau tidak dampak dari Pandemi Covid-19 telah mengubah cara kita bekerja dan melakukan aktivitas lainnya termasuk dalam kegiatan belajar mengajar....

Menengahkan Mereka yang Terpinggirkan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi COVID-19 berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan publik, ekonomi, pendidikan, hingga sosial budaya. Dampak pandemi COVID-19 paling dirasakan oleh...

BAGHDAD, MENARA62.COM — Dua orang tewas dan lebih 200 lainnya terluka saat berlangsung protes massa sipil di Baghdad, ibukota Irak. Korban berjatuhan setelah terjadi bentrok, lalu pasukan keamanan membubarkan mereka dengan tembakan water canon, gas air mata, dan senjata api.

“Mereka yang terluka adalah 160 warga sipil dan 40 pasukan keamanan,” bunyi siaran pers Kementerian Kesehatan Irak, seperti dikutip Arabnews, Rabu (2/10/2019).

Dilaporkan, sekitar 3.000 orang turun ke jalanan pusat kota Baghdad, Selasa (1/10/2019. Mereka memprotes berbagai kondisi yang membelit Irak, mulai soal tingginya angka pengangguran, korupsi di pemerintahan, dan buruknya pelayanan publik.

Arus demonstran itu mengarah ke Zona Hijau Baghdad, tempat gedung-gedung pemerintah dan kedutaan besar asing, yang dikelilingi benteng kokoh. Untuk bisa menembusnya, mereka mencoba menyeberangi jembatan yang mengarah ke kawsan steril tersebut.

Namun, upaya mereka gagal. Pasukan keamanan, yang telah memblokir jalan, menggunakan granat kejut dan meriam air untuk mendorong mundur massa. Ketika para pengunjuk rasa menolak untuk pergi, pasukan keamanan melepaskan tembakan peringatan ke udara.

Terjadi chaos ketika ada tembakan yang tertuju ke arah demonsran dan berjatuhan korban. Masa yang panik sebagian menyelamatkan diri dan tak sedikit yang membalas serangan aparat dengan lemparan batu.

Para pemerotes menuding tindakan represif itu pelakunya bukan atas nama pemerintah. “Mereka adalah sekelompok partai dan milisi yang telah mempenghancurkan Irak,” katanya.

Seperti diketahui, milisi Muslim Syiah yang dikenal sebagai Pasukan Mobilisasi Populer memainkan peran besar dalam politik Irak. Mereka memiliki perwakilan di parlemen dan pemerintah.

Tahun lalu, Irak juga menghadapi protes besar-besaran yang pertama kali meletus di selatan, jantung mayoritas Syiah. Bentrokan terjadi antara pasukan keamanan dan pengunjuk rasa yang marah karena runtuhnya infrastruktur, seringnya pemadaman listrik, dan korupsi yang meluas.

Menanggapi aksi demo kemarin, Perdana Menteri (PM) Irak Adel Abdul Mahdi, yang memimpin rapat kabinet mingguan, hari itu juga mengeluarkan pernyataan. Ia menjanjikan pekerjaan bagi para lulusan. Dia menginstruksikan kementerian perminyakan dan badan pemerintah lainnya untuk mulai memasukkan kuota 50 persen untuk pekerja lokal dalam kontrak berikutnya dengan perusahaan asing.

Irak telah menderita selama beberapa dekade di bawah pemerintahan Saddam Hussein dan sanksi PBB, invasi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) pada 2003, dan disusul perang saudara. Lalu, hingga 2017 bertempur dan menang melawan pasukan Negara Islam “ISIS”, yang dicurigai sebagai kelompok boneka Barat.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Dorong Kreativitas Anak Muda pada Masa Pandemi AXIS Gelar POP Up Campus Live Streaming

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi Covid-19 tak menyurutkan inisiatif XL Axiata untuk melanjutkan program-program dukungan untuk kalangan muda. Melalui AXIS, program tahunan AXIS POP Up...

Bantu Masyarakat, Dosen UMY Laksanakan Pengabdian Masyarakat Pedak Bantul

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Muhammad Zakiy, M.Sc, dosen Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengadakan kegiatan pengabdian di dusun Pedak, Desa Trimurti, pada...

Pandemi Covid-19, Dorong Inovasi dan Percepatan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Aktivitas Belajar Mengajar

JAKARTA, MENARA62.COM -- Suka atau tidak dampak dari Pandemi Covid-19 telah mengubah cara kita bekerja dan melakukan aktivitas lainnya termasuk dalam kegiatan belajar mengajar....

Menengahkan Mereka yang Terpinggirkan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pandemi COVID-19 berdampak pada berbagai sektor, mulai dari kesehatan publik, ekonomi, pendidikan, hingga sosial budaya. Dampak pandemi COVID-19 paling dirasakan oleh...

Pilkada Serentak di Tengah Pandemi, Pakar Sebut Pentingnya Transisi Kampanye Digital dan KPU Harus Fasilitasi

JAKARTA, MENARA62.COM -- Euforia Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 di tengah pandemi akan berbeda karena ruang kampanye beralih dalam bentuk...