32.9 C
Jakarta

Desa Pulau Gadang Juara Pertama Lomba Bulan Bakti Gotong Royong tingkat Provinsi Riau

Baca Juga:

KAMPAR, MENARA62.COM – Wakil Gubernur Riau, Brigjen TNI Purnawirawan Edy Natar Nasution didampingi Kadis PMD dan Dukcapil Provinsi Riau, Yurnalis, S.Sos., M.Si menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah pemenang lomba Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat provinsi Riau kepada Kepala Desa Pulau Gadang Kecamatan XIII Koto Kampar sebagai juara terbaik 1, Selasa (23/11/21).

“Kita mesti menjaga dan melestarikan budaya gotong royong di tengah kehidupan masyarakat. Budaya gotong royong mengandung nilai-nilai positif, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta melepaskan perbedaan dalam mewujudkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap Edy Natar dalam sambutannya.

Wagub Edy juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Desa Pulau Gadang yang senantiasa menjaga dan melestarikan budaya gotong royong. Keberhasilan Desa Pulau Gadang sebagai juara terbaik 1 BBGRM tingkat provinsi Riau tahun 2021 merupakan hasil perjuangan seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder pembangunan desa. Juara tersebut diraih setelah menilai seberapa besar partisipasi masyarakat dan peran pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya gotong royong.

Edy Natar juga menjelaskan, pada perlombaan BBGRM tingkat provinsi Riau, terdapat 4 variabel penilaian, diantaranya bidang kemasyarakatan, bidang ekonomi, bidang sosial – budaya, dan bidang lingkungan. “Pada perlombaan tersebut, juga terdapat empat tahap penilaian, diantaranya, tahap administrasi, tahap klarifikasi, tahap pemaparan dari pemerintah desa, dan tahap penetapan pemenang,” ungkap Edy Natar.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Kampar melalui staf ahli bidang hukum dan politik, Ir. Nurhasani, MM memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Desa Pulau Gadang sebagai juara terbaik 1 BBGRM tingkat provinsi Riau.

Nurhasani mengimbau, hendaknya sikap gotong royong tidak hanya dijadikan sebagai slogan belaka. “Gotong royong harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya

Nurhasani juga menyampaikan, gotong royong wajib dilakukan untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat, sehingga ancaman penyakit yang terus menyerang dapat terus menurun hingga berakhir.

Sementara itu, Kepala Desa Pulau Gadang, Syofian, SH.MH mengatakan, bahwa desa Pulau Gadang merupakan desa eks transmigrasi atau pindahan karena pembangunan waduk PLTA Koto Panjang. Perpindahan tidak hanya terjadi pada masyarakatnya saja, tetapi semuanya ikut pindah, baik adat, syari’ah dan budayanya.

“Jiwa dan budaya gotong royong merupakan budaya semenjak kampung lama yang sudah menjadi warisan dari leluhur dan nenek moyang kami,” ungkap Sofian.

Di hadapan Wagub Edy, Kadis PMD Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Riau, Staf ahli bidang hukum dan politik serta tamu undangan yang hadir, Sofian mengatakan, bahwa wilayah Desa Pulau Gadang secara geografis terletak pada perbukitan dan rawa. Untuk perbukitan dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai perkebunan. Dan mayoritas masyarakat berkebun karet yang merupakan bantuan perkebunan dari pemerintah sebagai warga eks transmigrasi semenjak 28 tahun yang lalu.

“Dan untuk daerah rawa dimanfaatkan masyarakat sebagai pertanian perikanan ikan patin. Baik usaha hulu hingga hilirnya,” ungkap Sofian

Syofian atau yang digelar Datuk Majo Sati juga menyampaikan, saat ini desa Pulau Gadang sedang menggalakkan perkembangan pariwisata. Terdapat beberapa potensi objek wisata yang dimiliki Desa Pulau Gadang. Diantaranya objek wisata Puncak Kompe, Mahligai Bungsu, dan Pulau Putih yang juga menyediakan tempat penginapannya.

Desa Pulau Gadang juga sangat merasa terbantu oleh bantuan dana BKK dari Provinsi Riau. Dana BKK tersebut dikembangkan melalui BUMDES. Kemudian Bumdeslah yang menjalin kerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata. Sehingga saat ini, sebesar Rp. 39 juta sudah berhasil dicapai sebagai sumber Pendapatan Asli Desa (PADes). “Pulau Gadang Desa Wisata”, tutup Syofian penuh semangat.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!