25.6 C
Jakarta

Di Hadapan Senat, 8 Bakal Calon Rektor UNJ Adu Misi dan Visi Kepemimpinan

Must read

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

JAKARTA, MENARA62.COM – Delapan Bakal Calon Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) adu visi dan misi kepemimpinan dalam sesi Dialog Interaktif yang digelar di aula Latif Hendraningrat, Gedung Dewi Sartika UNJ, Kamis (15/8/2019). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Rektor UNJ Prof Intan Ahmad, Ketua Panitia Seleksi Rektor UNJ Prof. Dr. Bedjo Sujanto, Ketua Senat UNJ Prof. Dr. Hafid Abbas, sejumlah mantan rektor UNJ dan jajaran pimpinan UNJ serta dosen dan mahasiswa.

Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya Senat UNJ bersama seluruh warga kampus untuk mendapatkan calon rektor terbaik yang akan memimpin UNJ periode 2019-2023. Ke-8 bakal calon rektor tersebut merupakan hasil seleksi panitia yang dilakukan 2-10 Agustus 2019.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi harapan publik dan semua pihak terkait calon rektor UNJ,” kata Ketua Senat UNJ Hafid Abbas, Kamis (15/8/2019).

Menurutnya seluruh tahapan dan proses pemilihan calon rektor haruslsh berlangsung secara transparan, demokratis, terbebas dari politik transaksional dalam bentuk apapun. Salah satu upaya untuk mewujudkan ikhtiar tersebut adalah dengan melibatkan  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), untuk  ikut mengawal, mengawasi proses Pemilihan Rektor UNJ ini.

“Jajaran Pimpinan KPK memiliki pehatian, komitmen dan harapan, agar pemilihan rektor di UNJ, dapat terlaksana sesuai dengan aturan, norma dan nilai-nilai kejujuran dan kebenaran. Pimpinan KPK juga berharap semestinya UNJ menjadi contoh dalam melaksanakan pemilihan Rektor bagi perguruan tinggi lainnya di tanah air,” tukas Hafid Abbas.

Sebagaimana telah dipublikasikan di berbagai media bahwa UNJ telah selesai melaksanakan tahap Pendaftaran Bakal Calon Rektor yang berlangsung  sejak tanggal 26 Juli  sampai 1 Agustus 2019.

Selanjutnya, Panitia Pemilihan Calon Rektor juga telah melakukan proses verikasi dokumen bakal  Calon Rektor sejak 2 sampai 10 Agustus  2019. Dari proses seleksi tersebut, akhirnya  panitia mendapatkan 8 nama sebagai Bakal Calon Rektor UNJ yang dinilai memenuhi syarat. Selanjutnya  ke delapan nama tersebut, telah ditetapkan sebagai bakal calon dalam Rapat Pleno Senat UNJ, pada Jumat 9 Agustus 2019

Adapun kedelapan nama Bakal  Calon Rektor UNJ adalah Dr. Komarudin, M.Si, Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd, Prof. Paulina Pannen, Ph.D, Prof. Dr. H. Muh. Nur Sadik, MPM, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M.Sc, Dr. Sofiah Hartati, M.Si, Prof. Dr. Ir. Ivan Hanafi, M.Pd dan Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd

Senat UNJ jelas Hafid Abbas menitipkan harapan kepada setiap Bakal Calon, untuk memperhatikan arah prioritas priode kepemimpinan UNJ 2019-2023 pada beberapa aspek. Diantaranya adalah menyusun Strategi Peningkatkan Reputasi akademik (Academic Reputation) UNJ dengan indikator peningkatan jumlah Program Studi terakreditasi sangat baik di tingkat Nasional dan di tinggkat ASEAN, menjadikan UNJ sebagai pusat unggulan dan rujukan standar di bidang kependidikan di tingkat Nasional, meningkatkan reputasi SDM UNJ dengan indikator jumlah dan kualitas dosen bergelar Profesor meningkat; jumlah dan kualitas penelitian serta pengaruhnya (citation) dan kontribusinya pada PNBP juga meningkat

Selain itu, calon rektor juga harus dapat meningkatkan reputasi lulusan (Graduate Employability) yang berjiwa entrepreneur danmampu berkarya secara professional, meningkatkan suasana Kampus UNJ yang kondusif bagi pelaksanaan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, terbebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), terpenuhi fasiltas pembelajaran dan penelitian, tercipta suasana lingkungan kampusyang hijau, nyaman, bersih dan zero conflict serta meningkatkan kerjasama Internasional denganmendatangkan mahasiswa asing, pengiriman dosenkeluar negeri, dan mendatangkan guest lecturersdari Universitas bereputasi.

Dalam dialog yang dihadiri ratusan civitas akademika tersebut hampir semua bakal calon rektor UNJ berkomitmen untuk membawa UNJ menjadi salah satu kampus bereputasi nasional dan internasional khususnya kawasan Asia. Berbagai cara akan dilakukan diantaranya melalui pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan jumlah riset, menciptakan kampus berkarakter dan sebagainya.

“UNJ memiliki 910 dosen dan 44 guru besar. Ini adalah potensi yang bisa kita lakukan untuk terus mendorong UNJ menjadi kampus bereputasi internasional dan berkarakter,” kata Prof. Paulina Pannen, salah satu bakal calon rektor.

Senada juga dikemukakan bakal calon Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd, guru besar Fakultas Bahasa dan Sastra UNJ. Ia mengatakan untuk menjadikan UNJ sebagai kampus bereputasi internasional, pengembangan laboratorium sebagai sarana penunjang amat penting dilakukan. Dan untuk meraihnya, semua pihak harus bisa bersinergi untuk sama-sama mewujudkan kerja besar tersebut.

“Saya ingin semua yang kuliah dan bekerja di UNJ memiliki kebanggaan. Bangga menjadi bagian dari keluarga UNJ, bangga menjadi mahasiswa UNJ, bangga menjadi dosen UNJ, bangga menjadi alumni UNJ,” katanya.

Sementara itu, Dr. Awaluddin Tjalla, M.Pd dalam visi misi yang disampaikan selama 20 menit bertekad menjadikan UNJ sebagai kampus yang ramah lingkungan, adaptif dan go green. Misi misinya yang disederhanakan dalam AJIB diyakini bakal mampu mengantar UNJ menjadi kampus berlevel Asia. Adapun AJIB merupakan kepanjangan dari adaptif, juara, integritas dan bereputasi.

“Saya ingin UNJ menjadi kampus berkarakter yang memiliki nilai-nilai yang khas untuk menghadapi era globalisasi,” tandasnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Platform PJJ akan Dipermanenkan. Soal Metode Belajar Tetap Tergantung Zona Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM  – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak berencana permanenkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa tetap akan ditentukan...

Gizi Optimal Sejak Pra Kehamilan, Upaya Penting Lahirkan Generasi Emas

JAKARTA, MENARA62.COM - Gizi optimal tidak disiapkan seketika, saat anak lahir. Tetapi persiapannya harus dilakukan jauh hari sebelumnya, bahkan sebelum kehamilan itu terjadi (pra...

Boarding School, Sekolah sambil Mondok, sebuah Pilihan

Oleh: Ashari, SIP* Aksioma yang menyatakan pergantian menteri selalu dibarengi dengan pergantian kebijakan, rasanya tidak terbantahkan.  Dari pergantian kurikulum, Silabus hingga Perangkat Pembelajaran dan Sistem...

Ramai Isu Pengembalian Pengawasan Bank ke BI, Ini Tanggapan KADIN dan HIPMI

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kondisi perekonomian negara menjadi menjadi salah satu cukup memprihatinkan imbas pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia sejak triwulan pertama tahun 2020, khususnya...

Ketum Kowani: Suka Tak Suka, Perempuan Harus Belajar Teknologi

JAKARTA, MENARA62.COM – Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bertekad membangun komunikasi antar perempuan dari seluruh wilayah Indonesia melalui aplikasi Connecting Women. Aplikasi yang diluncurkan Maret...