25.6 C
Jakarta

Digelar Nuffic Neso, Holland Scholarship Day Diserbu Pelajar Indonesia

Must read

Gaya Hidup Pemicu Tertinggi Penyakit Jantung Koroner

JAKARTA, MENARA62.COM - Lebih dari separuh kematian di dunia saat ini disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM) atau Non-Communicable Diase (NCD). Global Burden of...

Bambang Tirtoyuliono, Penjabat Sementara Bupati Indramayu

INDRAMAYU, MENARA62.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara resmi melantik Bambang Tirtoyuliono sebagai Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Indramayu selama berlangsungnya masa cuti Pelaksana...

Pisang Goreng Naga Kriuk, Bisnis Mudah dan Murah. Yuk Intip Resepnya!

BEKASI, MENARA62.COM – Masa Pandemi virus Corona menyebabkan banyak perubahan bagi banyak manusia, salah satunya dari segi ekonomi. Namun perubahan itu tidak hanya ke...

Cuitan Warganet Terkait Gangguan Layanan Mandiri Online Jadi Trending

JAKARTA, MENARA62.COM – Hari ini, Jumat (25/9/2020) jagat maya diriuhkan dengan keluhan warganet terkait layanan Bank Mandiri. Keluhan layanan Mandiri Online yang tidak dapat...

JAKARTA, MENARA62.COM – Lebih dari 820 pelajar Indonesia memadati arena Holland Scholarship Day ke-7, yang berlangsung di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, Sabtu (18/1/2020). Acara yang menyediakan informasi paling lengkap dan konsultasi tentang beasiswa studi di Belanda tersebut digelar oleh Nuffic Neso Indonesia sebagai acara rutin tahunan.

Sebanyak 17 perwakilan universitas Belanda (universitas riset dan universitas ilmu terapan) ambil bagian dalam acara tersebut. Mereka memberikan kesempatan para calon pelamar  mendapatkan informasi dan berkonsultasi langsung.

Selain itu, para alumni Belanda juga hadir untuk berbagi tips dan kiat-kiat mendapatkan beasiswa dalam sebuah talkshow dengan tema “Behind the Scene of Scholarship Applications.” Beberapa workshop  seperti penulisan motivation statement dan tes IELTS juga diadakan dan membuat acara ini secara keseluruhan menjadi one stop shopping bagi para pencari beasiswa.

Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijil menjelaskan banyak jalan bisa dipilih oleh pelajar Indonesia untuk belajar ke negeri kincir angin tersebut, termasuk program beasiswa.

“Beasiswa tersebut berasal dari berbagai sumber pendanan baik dari pihak Belanda maupun Indonesia dengan skema yang beragam,” jelas Peter dalam siaran persnya.

LPDP dan program 5000 Doktor dari Kementerian Agama adalah beberapa beasiswa yang didanai oleh pemerintah Indonesia, sementara StuNed dan Orange Knowledge Program (OKP) adalah beasiswa penuh dari pemerintah Belanda yang diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu juga banyak beasiswa parsial seperti Orange Tulip Scholarship dan Holland Scholarhship  Karenanya peluang ini harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk semua yang ingin menempuh studi lanjutan di Belanda.

Peter mengungkapkan bahwa Nuffic Neso Indonesia juga membuka peluang kerjasama dalam bentuk co-funding beasiswa bagi organisasi di Indonesia baik dari pemerintahan ataupun swasta yang diperuntukkan bagi staf organisasi tersebut. Skema ini bukan saja untuk optimalisasi dana beasiswa namun juga untuk menghasilkan dampak yang segera dapat dirasakan oleh organisasi tempat para penerima beasiswa berasal.

Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia

Karenanya Peter berharap agar kerjasama co-funding  ini ke depan dapat dikembangkan lebih luas lagi agar menjangkau lebih banyak pelajar Indonesia.

Faktor Kunci

Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, dalam paparannya yang berjudul “Scholarship: The Winning Strategy” menjelaskan pentingnya calon pelamar beasiswa mendapatkan informasi yang lengkap dan komprehensif dari sumber yang terpercaya. Para calon pelamar perlu memahami bahwa sekedar memenuhi persyaratan saja tidaklah cukup.

“Banyak hal yang menjadi kunci keberhasilan untuk mendapatkan beasiswa diantaranya pemahaman tentang persyaratan dan kriteria dan tentang latar belakang serta tujuan dari setiap beasiswa,” katanya.

Indy juga menekankan bahwa faktor-faktor penyebab kegagalan beasiswa, terutama disebabkan oleh ketidaksiapan dan kekurang seriusan calon pelamar.  Karena persiapan matang dan motivasi kuat menjadi kunci keberhasilan mendapatkan beasiswa idaman.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Gaya Hidup Pemicu Tertinggi Penyakit Jantung Koroner

JAKARTA, MENARA62.COM - Lebih dari separuh kematian di dunia saat ini disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM) atau Non-Communicable Diase (NCD). Global Burden of...

Bambang Tirtoyuliono, Penjabat Sementara Bupati Indramayu

INDRAMAYU, MENARA62.COM – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara resmi melantik Bambang Tirtoyuliono sebagai Penjabat Sementara (Pjs.) Bupati Indramayu selama berlangsungnya masa cuti Pelaksana...

Pisang Goreng Naga Kriuk, Bisnis Mudah dan Murah. Yuk Intip Resepnya!

BEKASI, MENARA62.COM – Masa Pandemi virus Corona menyebabkan banyak perubahan bagi banyak manusia, salah satunya dari segi ekonomi. Namun perubahan itu tidak hanya ke...

Cuitan Warganet Terkait Gangguan Layanan Mandiri Online Jadi Trending

JAKARTA, MENARA62.COM – Hari ini, Jumat (25/9/2020) jagat maya diriuhkan dengan keluhan warganet terkait layanan Bank Mandiri. Keluhan layanan Mandiri Online yang tidak dapat...

UMS Kirim Tiga Tim Robotic dalam Kontes Robot Indonesia. Digelar secara Online, Tampilkan Robot Penyemprot Disinfektan dan Tari Enggang

    PABELAN,MENARA62.COM-Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengirimkan tiga Tim Robotic pada kontes robot Indonesia yang diselenggarakan oleh Ristekdikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Proses seleksi akan...