26.2 C
Jakarta

Digelar Nuffic Neso, Holland Scholarship Day Diserbu Pelajar Indonesia

Must read

Digelar di Tengah Pandemi, Jumlah Peserta Anugerah Kihajar 2020 Alami Peningkatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud kembali menggelar Anugerah Kihajar. Kegiatan yang rutin dilakukan...

Prof Dadang: Muhammadiyah Harus Perkuat Dakwah Melalui Platform Digital

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat penggunaan internet meningkat tajam. Pada awal Januari 2020, tercatat 175 juta penduduk Indonesia secara aktif menjadi pengguna...

Program TEMAN BUS Telah Layani 1,5 Juta Lebih Perjalanan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sejak diluncurkan pada awal tahun 2020, Program TEMAN BUS (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal dan Nyaman) telah melayani 1,5 juta lebih perjalanan....

OLX Autos Jual-Beli-Tukar Tambah Lengkapi Kebutuhan Pelanggan di Pasar Mobil Bekas, Kini Hadir di Indonesia

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kebutuhan untuk memiliki mobil pribadi saat ini merupakan salah satu hal penting bagi pelanggan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, dan kini mobil...

JAKARTA, MENARA62.COM – Lebih dari 820 pelajar Indonesia memadati arena Holland Scholarship Day ke-7, yang berlangsung di Erasmus Huis, Kedutaan Besar Belanda, Sabtu (18/1/2020). Acara yang menyediakan informasi paling lengkap dan konsultasi tentang beasiswa studi di Belanda tersebut digelar oleh Nuffic Neso Indonesia sebagai acara rutin tahunan.

Sebanyak 17 perwakilan universitas Belanda (universitas riset dan universitas ilmu terapan) ambil bagian dalam acara tersebut. Mereka memberikan kesempatan para calon pelamar  mendapatkan informasi dan berkonsultasi langsung.

Selain itu, para alumni Belanda juga hadir untuk berbagi tips dan kiat-kiat mendapatkan beasiswa dalam sebuah talkshow dengan tema “Behind the Scene of Scholarship Applications.” Beberapa workshop  seperti penulisan motivation statement dan tes IELTS juga diadakan dan membuat acara ini secara keseluruhan menjadi one stop shopping bagi para pencari beasiswa.

Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijil menjelaskan banyak jalan bisa dipilih oleh pelajar Indonesia untuk belajar ke negeri kincir angin tersebut, termasuk program beasiswa.

“Beasiswa tersebut berasal dari berbagai sumber pendanan baik dari pihak Belanda maupun Indonesia dengan skema yang beragam,” jelas Peter dalam siaran persnya.

LPDP dan program 5000 Doktor dari Kementerian Agama adalah beberapa beasiswa yang didanai oleh pemerintah Indonesia, sementara StuNed dan Orange Knowledge Program (OKP) adalah beasiswa penuh dari pemerintah Belanda yang diperuntukkan bagi masyarakat Indonesia.

Selain itu juga banyak beasiswa parsial seperti Orange Tulip Scholarship dan Holland Scholarhship  Karenanya peluang ini harus dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk semua yang ingin menempuh studi lanjutan di Belanda.

Peter mengungkapkan bahwa Nuffic Neso Indonesia juga membuka peluang kerjasama dalam bentuk co-funding beasiswa bagi organisasi di Indonesia baik dari pemerintahan ataupun swasta yang diperuntukkan bagi staf organisasi tersebut. Skema ini bukan saja untuk optimalisasi dana beasiswa namun juga untuk menghasilkan dampak yang segera dapat dirasakan oleh organisasi tempat para penerima beasiswa berasal.

Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia

Karenanya Peter berharap agar kerjasama co-funding  ini ke depan dapat dikembangkan lebih luas lagi agar menjangkau lebih banyak pelajar Indonesia.

Faktor Kunci

Indy Hardono, Koordinator Tim Beasiswa Nuffic Neso Indonesia, dalam paparannya yang berjudul “Scholarship: The Winning Strategy” menjelaskan pentingnya calon pelamar beasiswa mendapatkan informasi yang lengkap dan komprehensif dari sumber yang terpercaya. Para calon pelamar perlu memahami bahwa sekedar memenuhi persyaratan saja tidaklah cukup.

“Banyak hal yang menjadi kunci keberhasilan untuk mendapatkan beasiswa diantaranya pemahaman tentang persyaratan dan kriteria dan tentang latar belakang serta tujuan dari setiap beasiswa,” katanya.

Indy juga menekankan bahwa faktor-faktor penyebab kegagalan beasiswa, terutama disebabkan oleh ketidaksiapan dan kekurang seriusan calon pelamar.  Karena persiapan matang dan motivasi kuat menjadi kunci keberhasilan mendapatkan beasiswa idaman.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Digelar di Tengah Pandemi, Jumlah Peserta Anugerah Kihajar 2020 Alami Peningkatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud kembali menggelar Anugerah Kihajar. Kegiatan yang rutin dilakukan...

Prof Dadang: Muhammadiyah Harus Perkuat Dakwah Melalui Platform Digital

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat penggunaan internet meningkat tajam. Pada awal Januari 2020, tercatat 175 juta penduduk Indonesia secara aktif menjadi pengguna...

Program TEMAN BUS Telah Layani 1,5 Juta Lebih Perjalanan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sejak diluncurkan pada awal tahun 2020, Program TEMAN BUS (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal dan Nyaman) telah melayani 1,5 juta lebih perjalanan....

OLX Autos Jual-Beli-Tukar Tambah Lengkapi Kebutuhan Pelanggan di Pasar Mobil Bekas, Kini Hadir di Indonesia

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kebutuhan untuk memiliki mobil pribadi saat ini merupakan salah satu hal penting bagi pelanggan untuk menjalani aktivitas sehari-hari, dan kini mobil...

FEB UMP Sabet Juara 1 KOMPETISI 10 DAYS CHALLENGE 2020

PURWOKERTO, MENARA62.COM -- Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Banyumas Jawa Tengah terus berprestasi meskipun ditengah pandemi. Setelah sebelumnya meraih penghargaan nasional dari Kemendikbud, kali ini...