24.7 C
Jakarta

Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Gelar Macapat untuk Generasi Milenial

Must read

Tri Astuti: Bebas Sampah Bukan Berarti Tidak Boleh Menghasilkan Sampah Sama Sekali

Webinar HPSN 2021: Jawa Tengah Bebas Sampah Tahun 2025 SEMARANG, MENARA62.COM-Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 97 tahun 2017, Indonesia ditargetkan bebas sampah pada tahun 2025....

Solusi di tengah pandemi, Pemuda Muhammadiyah Bandung bagi-bagi beras

BANDUNG,MENARA62.COM - Bandung, 26 Februari 2021Pandemik Covid 19 melanda hampir di seluruh Negara tidak terkecuali Indoneisa. Sudah setahun berlalu sejak pandemi COVID-19...

Vaksinasi Guru, Bukti Aspek Pendidikan Penting untuk Putus Penularan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan program vaksinasi Covid-19 bagi guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah Indonesia...

Kustini-Danang Resmi Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X melantik secara resmi Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa sebagai Bupati dan Wakil Bupati hasil...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan melaksanakan Gelar Macapat dengan sasaran generasi milenial. Kegiatan yang dilakukan dengan mengedepankan protocol kesehatan ini akan diikuti oleh anak-anak remaja rentang usia SMP dan SMA dari wilayah Kota Yogyakarta.

Gelar Macapat dengan tema ‘Menumbuhkan Kecintaan Seni Macapat Bagi Generasi Milenial’ akan berlangsung selama 3 hari berturut-turut pada hari Senin hingga Rabu tanggal 9, 10, dan 11 November 2020 di Ndalem Ngabean Jl. Ngadisuryan No.6, Kraton.

“Gelar macapat kali ini, pelaksanaannya akan dibawakan lebih ringan dan cair tanpa meninggalkan pakem yang berlaku,” tutur Kepala Bidang Sejarah dan Bahasa Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Drs Dwi Hana Cahya Sumpena, Senin (9/11/2020).

Gelar Macapat ini juga akan menghadirkan narasumber Paksi Raras Alit penembang macapat yang berhasil meramu dan menyajikan sastra macapat dalam kemasan musik kekinian. Selain Paksi dihadirkan pula praktisi macapat Slamet Nugroho dan Maryono, serta kelompok Pagu Sekar sebagai seniman pengiring dari tembang-tembang macapat yang akan dibawakan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti, S.Sos, MM menjelaskan bahwa seni sastra tembang ini menggambarkan perjalanan hidup manusia sejak di alam ruh, fase dilahirkan, tumbuh hingga meninggal dunia dan kembali ke alam ruh. Melalui syair dalam tembang, nilai-nilai luhur dan pitutur bijak disampaikan penuh makna.

“Bait-bait dalam tembang macapat yang memiliki nilai religius tinggi telah digunakan sebagai media penebar kebaikan oleh orang-orang bijak di masa silam. Tembang macapat juga menjadi senandung cinta orangtua kepada anak-anak mereka agar mengerti akan arti kehidupan,” tutur Yetti di ruang kerjanya.

“Kami mengapresiasi kegiatan gelar macapat yang menyasar bagi generasi milenial. Harapannya kegiatan gelar macapat ini mampu memberikan pembelajaran untuk menghargai, menumbuhkan rasa peka dan rasa cinta terhadap karya sastra tradisional,” pungkasnya.

Tembang Macapat merupakan kekayaan budaya Jawa yang memiliki bentuk sebagai puisi tradisional Jawa dimana pada tiap baitnya memiliki Gatra (baris kalimat). Gatra sendiri dibangun oleh suku kata (Guru Wilangan) tertentu, serta diakhiri dengan bunyi sajak akhir yang disebut dengan Guru Lagu. Mocopat ini mempunyai nilai-nlai mendalam untuk belajar kehidupan melalui lantunan kalimat nan syarat makna dan masih memiliki aktualitas untuk generasi milenial agar tidak tercerabut dari budayanya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tri Astuti: Bebas Sampah Bukan Berarti Tidak Boleh Menghasilkan Sampah Sama Sekali

Webinar HPSN 2021: Jawa Tengah Bebas Sampah Tahun 2025 SEMARANG, MENARA62.COM-Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 97 tahun 2017, Indonesia ditargetkan bebas sampah pada tahun 2025....

Solusi di tengah pandemi, Pemuda Muhammadiyah Bandung bagi-bagi beras

BANDUNG,MENARA62.COM - Bandung, 26 Februari 2021Pandemik Covid 19 melanda hampir di seluruh Negara tidak terkecuali Indoneisa. Sudah setahun berlalu sejak pandemi COVID-19...

Vaksinasi Guru, Bukti Aspek Pendidikan Penting untuk Putus Penularan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi mengatakan program vaksinasi Covid-19 bagi guru dan tenaga kependidikan menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah Indonesia...

Kustini-Danang Resmi Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X melantik secara resmi Kustini Sri Purnomo dan Danang Maharsa sebagai Bupati dan Wakil Bupati hasil...

Nina-Lucky Resmi Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Indramayu

INDRAMAYU, MENARA62.COM – Hj. Nina Agustina Da'i Bachtiar, S.H., M.H., C.R.A. dan Lucky Hakim hari ini (Red: Jum'at, 26/02/2021) resmi menjabat sebagai Bupati dan...