31.5 C
Jakarta

Dinilai Makin Melegitimasi Penjajajahan atas Palestina, Adara Relief Internasional Tolak Deal of Century

Must read

Perpres Investasi Miras Dicabut, MUI Tunggu Salinan Tertulisnya

JAKARTA, MENARA62.COM  - Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan mengapresiasi langkah pencabutan Lampiran Perpres mengenai investasi Miras oleh Presiden Joko Widodo. MUI menunggu salinan tertulis...

PPG FKIP UMS Jalani Asesmen Akreditasi untuk Pertama Kalinya Secara Online

    PABELAN, MENARA62.COM-Program Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) menjalani asesmen lapangan secara online pada Jumat-Sabtu (26-27/2/21). Asesmen...

Kajian Bulanan UMS: Prof Din Syamsudin Sampaikan 7 Aspek Islam Wasathiah. Begini Penjelasannya

  PABELAN, MENARA62.COM-Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005 - 2015 , Prof. Din Syamsudin kembali menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Kamis (25/2/21). Kali...

Sinergi Perguruan Tinggi dengan Industri Penting untuk Kedaulatan Teknologi

BANDUNG, MENARA62.COM – Era disrupsi akan menyebabkan 23 juta pekerjaan hilang karena tergantikan oleh mesin, robot, dan sistem automasi. Namun, di sisi lain akan...

JAKARTA, MENARA62.COM – Adara Relief Internasional, sebuah lembaga yang membela hak-hak perempuan dan anak Palestina bersama Forum Ormas dan Lembaga Perempuan Indonesia untuk Palestina (FOLPIP) secara tegas menolak dan mengecam Deal of Century atau Kesepakatan Abad Ini yang diusulkan oleh Pemerintah Amerika Serikat untuk perdamaian di Timur Tengah. Proposal yang diprakarsasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump tersebut dinilai akan semakin melegitimasi penjajahan Israel atas Tanah Palestina.

Dalam siaran persnya, Ketua Adara Relief Internasional, Nurjanah Hulwani, menyampaikan pihaknya telah mencermati perkembangan terakhir setelah diumumkan Deal of Century pada 28 Januari 2020, serta reaksi bangsa Palestina terhadap nasib mereka. Reaksi bangsa Palestina menolak dan mengecam Deal of Century tersebut.

“Adara Relief International bersama Forum Ormas dan Lembaga Perempuan Indonesia untuk Palestina (FOLPIP) menyatakan sikap yang sejalan dengan pernyataan dari Global Women’s Coalition for Al Quds and Palestine (GWCQP) yaitu tegas menolak dan mengecam Deal of Century,” papar Nurjanah, Jumat (7/2/2020).

Menurutnya, negara “Palestina baru” yang diusulkan adalah negara semu karena dibentuk dari beberapa wilayah yang terpisah-pisah. Selain itu, melucuti persenjataan militer Palestina sama dengan menghapus unsur penting sebuah negara yang berkewajiban melindungi warga negaranya, terutama termasuk di antaranya perempuan dan anak-anak.

Ia juga menilai jaminan melindungi umat Islam yang mendatangi Masjid Al Aqsa bila setuju menetapkan Jerusalem sebagai ibu kota Israel juga hanya sepihak.

”Ini seperti janji-janji manis untuk melegalkan perampasan dan penjajahan,” lanjutnya.

Selain itu, Adara dan FoLFLIP meyakini janji investasi 50 miliar Dolar AS untuk pembangunan Palestina tidak sebanding dengan penderitaan lebih dari 100 tahun bangsa Palestina. Resolusi PBB tentang hak kembali para pengungsi diinjak-injak, karena Deal of Century menghapus hak kembali para pengungsi ke tanah asal mereka.

“Adara Relief International bersama FOLPIP menghimbau kepada semua pihak, secara lokal atau regional dan internasional untuk terus mendukung kedaulatan dan kemerdekaan Bangsa Palestina, membela hak-hak kaum terjajah dan segera menghentikan penjajahan serta kezhaliman Israel terhadap Bangsa Palestina. Perdamaian dunia akan benar-benar tercipta bila penjajahan di atas bumi berhasil dihapuskan,” ucapnya.

Sebagai dukungan terhadap penolakan proposal Deal of Century, aktivis Adara Relief Internasional pada Rabu (5/2/2020) mendatangi kantor Kedutaan Besar Palestina di Jakarta.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Perpres Investasi Miras Dicabut, MUI Tunggu Salinan Tertulisnya

JAKARTA, MENARA62.COM  - Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan mengapresiasi langkah pencabutan Lampiran Perpres mengenai investasi Miras oleh Presiden Joko Widodo. MUI menunggu salinan tertulis...

PPG FKIP UMS Jalani Asesmen Akreditasi untuk Pertama Kalinya Secara Online

    PABELAN, MENARA62.COM-Program Profesi Guru (PPG) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) menjalani asesmen lapangan secara online pada Jumat-Sabtu (26-27/2/21). Asesmen...

Kajian Bulanan UMS: Prof Din Syamsudin Sampaikan 7 Aspek Islam Wasathiah. Begini Penjelasannya

  PABELAN, MENARA62.COM-Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005 - 2015 , Prof. Din Syamsudin kembali menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Kamis (25/2/21). Kali...

Sinergi Perguruan Tinggi dengan Industri Penting untuk Kedaulatan Teknologi

BANDUNG, MENARA62.COM – Era disrupsi akan menyebabkan 23 juta pekerjaan hilang karena tergantikan oleh mesin, robot, dan sistem automasi. Namun, di sisi lain akan...

DJSN Yakin BPJAMSOSTEK Mampu Wujudkan Jaminan Sosial yang Berkualitas

JAKARTA, MENARA62.COM - Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) menyerahkan petikan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/P Tahun 2021 kepada Jajaran Dewan Pengawas dan Direksi...