28.8 C
Jakarta

Ditjen Kebudayaan Segera Luncurkan Buku Panduan Hidup Di Tengah Pandemi Covid-19

Baca Juga:

Kemendikbud-Ristek Terima 75 ribu Tanda-tangan Petisi untuk Kawal Dana BOS

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setelah 10 bulan menggalang dukungan lewat petisi daring untuk mengawal penggunaan dana bantuan operasional selama pandemi, Save The Children Indonesia akhirnya...

Tahun 2021, Momentum GMF Pertahankan Likuiditas dan Pembenahan Kinerja Keuangan 

JAKARTA, MENARA62.COM – Selama pandemi COVID-19 melanda dunia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”, “kode emiten: GMFI”) telah memetakan fokus penguatan di...

Aleg Anis Byarwati Ajak BI Jaga Iklim Perkembangan Ekonomi Syariah

JAKARTA, MENARA62.COM - Komisi XI DPR RI menggelar rapat dengan Gubernur Bank Indonesia pada Senin (26/07/2021). Rapat ini membahas topik Perkembangan Ekonomi Terkini dan...

Tim Pelajar Indonesia Boyong 6 Medali pada Ajang IMO 2021

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim Olimpiade Matematika Indonesia berhasil merebut enam medali pada ajang International Mathematical Olympiad (IMO) 2021. Prestasi keenam pelajar ini merupakan prestasi...

JAKARTA, MENARA62.COM – Lebih dari satu tahun pandemi melanda tanah air menyebabkan hampir semua wilayah tidak terlepas dari penularan virus Covid-19. Tetapi masyarakat adat seperti Masyarakat Badui, Mentawai dan lainnya sejauh ini bisa menyelamatkan diri dari ganasnya virus tersebut.

“Pandemi tidak masuk ke wilayah masyarakat adat, sehingga mereka dapat mengeksplorasi diri,” kata Sjamsul Hadi, Direktur Kepercayaaan Kepada Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek RI pada Webinar bertema Menyongosong Kemerdekaan, Memahami Krisis dan Kemelut Covid-19, yang digelar Ditjen Sabtu (19/6/2021).

Salah satu faktor yang membuat masyarakat adat tahan terhadap gempuran virus Covid-19, menurut Sjamsul Hadi adalah adanya kearifan lokal yang dijunjung tinggi masyarakat adat. Misalnya dapat menjaga diri dari serangan Covid-19 melalui kearifan lokal seperti rajin mengonsumsi jamu dan obat-obat tradisional yang ada di sekitar. Kini ketika pandemi memporakporandakan hampir semua lini kehidupan masyarakat, mereka justeru bisa mengisolasi diri, nyaris tidak terusik dengan adanya pandemi Covid-19.

Diakui Sjamsul Hadi, di tengah masyarakat telah terjadi kesenjangan pemahaman tentang Covid-19, karena cukup banyak kelompok yang mendatangi pusat belanja dan menimbulkan kerumunan. Selama ini pesan yang disampaikan ke tengah masyarakat lebih berupa instruksi. Mungkin dengan pemahaman yang lebih baik tentang virus Covid-19  masyarakat dapat diajak untuk berpikir ilmiah berdasarkan sumber yang jelas sekaligus bisa mengatasi “infodemik” (informasi berlebihan yang beredar luas, sehingga membingungkan dan menyulitkan upaya penanganan wabah itu sendiri)  yang terjadi.

Menanggapi kebutuhan informasi yang berdasarkan fakta ilmiah, tengah disusun buku “Hidup dalam pandemi covid-19 memahami etiologi, epidemiologi dan  perubahan perilaku” oleh Ilsa Nelwan dan Fauzi Rahman. Buku yang diharapkan bisa menjadi bahan rujukan tentang Covid-19 ini lanjut Sjamsul Hadi, direncanakan akan terbit dan beredar pada bulan Agustus  2021, bulan  peringatan kemerdekaan Indonesia.

Selain itu, penyusunan buku yang didukung oleh Ditjenbud melalui Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat (dit.KMA) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang COVID-19 agar langkah  langkah pencegahan penularan  bisa dilaksanakan dengan kesadaran sendiri

Noer Fauzi Rachman, adalah pengajar Psikologi Komunitas, Fakultas Psikologi, Universitas Padjadjaran, peneliti dan penulis mengenai perubahan politik dan kebijakan agraria, ekologi politik pengelolaan sumber daya alam, studi pembangunan, gerakan sosial, pendidikan populer, dan pengembangan masyarakat. Sedangkan, Ilsa Nelwan adalah dokter yang menyelesaikan master of Public Health (MPH) Field Of Study Epidemiology, Columbia University School of Public Health. Penulis pernah bekerja di World Health Organization Asia Tenggara sebagai Health Systems Regional Advisor.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Kemendikbud-Ristek Terima 75 ribu Tanda-tangan Petisi untuk Kawal Dana BOS

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setelah 10 bulan menggalang dukungan lewat petisi daring untuk mengawal penggunaan dana bantuan operasional selama pandemi, Save The Children Indonesia akhirnya...

Tahun 2021, Momentum GMF Pertahankan Likuiditas dan Pembenahan Kinerja Keuangan 

JAKARTA, MENARA62.COM – Selama pandemi COVID-19 melanda dunia, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”, “kode emiten: GMFI”) telah memetakan fokus penguatan di...

Aleg Anis Byarwati Ajak BI Jaga Iklim Perkembangan Ekonomi Syariah

JAKARTA, MENARA62.COM - Komisi XI DPR RI menggelar rapat dengan Gubernur Bank Indonesia pada Senin (26/07/2021). Rapat ini membahas topik Perkembangan Ekonomi Terkini dan...

Tim Pelajar Indonesia Boyong 6 Medali pada Ajang IMO 2021

JAKARTA, MENARA62.COM - Tim Olimpiade Matematika Indonesia berhasil merebut enam medali pada ajang International Mathematical Olympiad (IMO) 2021. Prestasi keenam pelajar ini merupakan prestasi...

Dekranasda Sleman Gelar Vaksin Untuk 1000 Pelaku UMKM

SLEMAN, MENARA62.COM - Upaya mengatasi pandemi Covid-19, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sleman menyelenggarakan kegiatan Vaksin Massal bagi pelaku UMKM, Rabu (28/7/2021). Kegiatan...