27.2 C
Jakarta

Dua Koperasi NTB Terima Dana Bergulir LPDB

Must read

Solusi Bagi Pelanggan Pascabayar pada Masa Pandemi, XL PRIORITAS Hadirkan Paket myPRIO X Unlimited dan Booster Data Terbaru

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) meluncurkan penawaran terbaru untuk memberikan layanan terbaik dan mendukung aktivitas digital bagi masyarakat pada masa...

Pendanaan Melalui SWF Jadi Peluang Percepat Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Indonesia

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pendanaan pembangunan infrastruktur transportasi melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia. SWF menjadi alternatif pendanaan di...

Lagislator Perindo Husin Kunjungi Cirebon dan Indramayu

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa Barat Fraksi Nasdem-Perindo, Husin, S.E., lakukan reses masa sidang ke-2 di 8 titik...

Laptop Gaming Acer Nitro 5 dengan Prosesor Intel Core Generasi ke-11 Resmi Meluncur

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 ternyata meningkatkan minat generasi milenial untuk bermain game. Karena itu untuk menunjang kebutuhan masyarakat akan laptop gaming, Acer meluncurkan...

LOMBOK, MENARA62.COM – Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) menegaskan siap memberikan dukungan modal usaha kepada dua koperasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Kedua koperasi itu adalah Koperasi Cabe Rawit di Kota Mataram, NTB dan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Ammar Sasambo di Lombok Tengah, NTB. Kedua koperasi itu adalah Koperasi Cabe Rawit di Kota Mataram, NTB dan Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Ammar Sasambo di Lombok Tengah, NTB.

Diakui bahwa selama pandemi covid-19 yang sudah hampir setahun berjalan ini mengakibatkan modal usaha dari masing-masing anggota koperasi tergerus. Sementara kemampuan koperasi untuk terus memberikan pembiayaan bagi anggotanya juga terbatas. Oleh sebab itu agar usaha para UMKM anggota koperasi tidak “mati suri”, maka perlu ada dukungan permodalan terutama dari LPDB-KUMKM yang disalurkan melalui koperasi.

Direktur Bisnis LPDB-KUMKM, Krisdianto Sudarmono, menjelaskan bahwa sebagai satuan kerja (satker) Kementerian Koperasi dan UKM, pihaknya sangat komitmen untuk terus mendukung kemajuan koperasi. Pihaknya sedang melakukan asessment terhadap dua koperasi tersebut agar bisa menjadi mitra usahanya. Dari assesment awal diakui bahwa koperasi-koperasi tersebut memiliki potensi yang besar mendapatkan fasilitas pembiayaan untuk penambahan modal kerjanya. Pasalnya dari track record administrasi dan juga produk-produk yang dihasilkan oleh anggotanya cukup meyakinkan.

“Tim kami telah melakukan diskusi dengan teman-teman di sini. Yang dibutuhkan untuk Koperasi Cabe Rawit salah satunya adalah mesin packaging. Kami LPDB-KUMKM siap memberikan pembiayaan pinjaman. Secara produk sudah baik, tidak kalah dengan produk lain. Kami siap membantu koperasi ini,” kata Krisdianto dalam keterangan rilis yang diterima MENARA62.COM, Selasa, (23/02/2021).

Dikatakan bahwa pembiayaan yang disalurkan oleh LPDB-KUMKM sangat kompetitif lantaran tingkat bunganya sangat rendah yakni 3 persen. Besaran bunga ini lebih rendah bahkan terhadap suku bunga kredit yang disalurkan lembaga perbankan melalui skim kredit usaha rakyat (KUR) yang tingkat bunganya 6 persen. Dengan tingkat bunga yang rendah ini akan memberikan ruang yang lebar bagi koperasi untuk bisa memperoleh margin yang kompetitif. Sementara bagi UMKM yang menjadi anggotanya bisa mendapatkan dana murah dengan tingkat bunga yang lebih rendah di koperasinya.

“Kami berbeda dengan lembaga pembiayaan lain, dengan tarif layanan sangat murah yaitu 3 persen. Kita tidak ada biaya provisi, administrasi dan lainnya sehingga tidak memberatkan para pelaku usaha. Bahkan pembiayaan kami terdapat masa tenggang (grace period) mulai 3 hingga 6 bulan, sehingga KUMKM mempunyai kelonggaran waktu dalam melewati masa-masa sulit ini,” pungkas dia.

Ketua Koperasi Cabe Rawit, Endang Susilowati mengatakan bahwa hingga saat ini anggotanya berjumlah 95 orang dengan latar belakang usaha yang berbeda-beda, mulai dari kuliner hingga produk tekstil. Namun yang menjadi unggulan dari produk anggotanya adalah produk kuliner. Bahkan produk makanan olahan yang diproduksi dari anggota mendapat pujian dari Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerjanya beberapa waktu lalu.

Produk makanan olahan seperti ayam taliwang, dan produk-produk makanan olahan dalam kemasan dan frozen food. Koperasi ini juga mendapat apresiasi dari Yayasan Dharma Bakti Astra (YDBA) karena kemampuannya dalam mendiversifikasi produk makanan olahan sehingga bisa dipasarkan hingga ke luar NTB. Selain fokus pada produk kuliner, koperasi ini juga mengembangkan basis usahanya melalui culinary training center, yaitu kelas khusus untuk mengajarkan masak memasak pada siswa.

Endang berharap agar LPDB-KUMKM dapat memberi perkuatan permodalan bagi koperasinya, terutama untuk pengadaan alat produksi seperti mesin packaging. Sebab diakuinya, hasil produk olahan anggota belum dikemas secara maksimal, sehingga diperlukan alat untuk mempercantik hasil produk agar dapat memiliki nilai lebih dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Semoga harapan kami ke LPDB-KUMKM dapat diakomodir. Selama ini kemasan produk kami besar-besar, nah kini kami ingin ukuran yang lebih kecil (mini). Kalau ada satu mesin untuk beberapa produk maka kami merasa senang sekali. Selain itu, kami bercita-cita bisa ekspor juga ke luar negeri,” ungkap Endang.

Di tempat terpisah Pengurus KSPPS Ammar Sasambo, Lalu Buntaran, menyatakan potensi sarang burung walet untuk pasar ekspor sangat tinggi. Dalam setiap bulannya koperasi ini bisa mengekspor hingga 2 kuintal sarang burung walet ke beberapa negara seperti China, Thailand dan Singapura. Dijelaskan harga ekspor produk ini bisa sampai Rp35 juta per kilogram (kg).

Hanya saja untuk memenuhi kebutuhan ekspor dalam partai besar itu, pihaknya kekurangan modal usaha. Oleh sebab itu dia berharap ada dukungan dari pemerintah khususnya dari LPDB-KUMKM untuk dapat menjembatani kebutuhan pembiayaan itu.

“Kita kalau mau partai besar ekspor kayanya butuh dana antara Rp3 miliar hingga Rp5 miliar. Kita sangat yakin kalau ini digenjot, difasilitasi pemerintah maka peternak walet di luar sana akan bahagia,” tutur Lalu Buntaran.
Dia juga menjelaskan bahwa selain mengekspor bahan mentah, ke depan pihaknya bersama anggota koperasi lain akan mengupayakan untuk bisa mengekspor produk turunan seperti kopi walet, bubur walet, dan herbal walet. Dengan begitu nilai tambah yang bisa dihasilkan bisa lebih besar.

“Setelah bertemu dengan Dinas Koperasi dan UKM juga LPDB-KUMKM, kami akan berupaya agar turunan walet ini juga bisa diekspor. Selama ini kita langsung ekspor rumah walet ke China, Thailand, dan Singapura,” pungkas dia.

- Advertisement -

More articles

- Advertisement -

Latest article

Solusi Bagi Pelanggan Pascabayar pada Masa Pandemi, XL PRIORITAS Hadirkan Paket myPRIO X Unlimited dan Booster Data Terbaru

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) meluncurkan penawaran terbaru untuk memberikan layanan terbaik dan mendukung aktivitas digital bagi masyarakat pada masa...

Pendanaan Melalui SWF Jadi Peluang Percepat Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Indonesia

JAKARTA, MENARA62.COM -- Pendanaan pembangunan infrastruktur transportasi melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi di Indonesia. SWF menjadi alternatif pendanaan di...

Lagislator Perindo Husin Kunjungi Cirebon dan Indramayu

INDRAMAYU, MENARA62.COM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi Jawa Barat Fraksi Nasdem-Perindo, Husin, S.E., lakukan reses masa sidang ke-2 di 8 titik...

Laptop Gaming Acer Nitro 5 dengan Prosesor Intel Core Generasi ke-11 Resmi Meluncur

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 ternyata meningkatkan minat generasi milenial untuk bermain game. Karena itu untuk menunjang kebutuhan masyarakat akan laptop gaming, Acer meluncurkan...

Langkah Jitu Mendag Lutfi Dipuji HIPMI, Apa Itu?

JAKARTA, MENARA62.COM -- Menteri Perdagangan (Mendag), Muhammad Lutfi menekankan, pentingnya kolaborasi antar kementerian/lembaga (K/L) hingga asosiasi terkait untuk mendukung UMKM go ekspor. Sebab, melalui...