31 C
Jakarta

HealSpace UMS Latih Disabilitas Mental Lewat Smart-Wicking

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menghadirkan inovasi pemberdayaan penyandang disabilitas mental melalui terapi hortikultura berbasis teknologi Smart-Wicking dan pengolahan limbah organik menggunakan vermikompos.

 

Program yang berlangsung pada 12 Juni hingga 9 Juli 2026 di Komunitas Karya Manunggal, Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali itu dirancang untuk memperkuat kemandirian, keterampilan, sekaligus kesejahteraan psikologis peserta melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Ketua Tim PKM-PM HealSpace UMS, Abqory Anis Subekti, mengatakan program tersebut memberikan ruang bagi penyandang disabilitas mental untuk belajar bertanggung jawab, bekerja sama, serta membangun rasa percaya diri melalui aktivitas bercocok tanam dan pengelolaan lingkungan.

 

“Melihat senyum, antusiasme, dan kemandirian teman-teman saat merawat tanaman, membuat pestisida alami, hingga memanen pupuk menjadi pencapaian terbesar bagi kami. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan hibah pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sehingga inovasi HealSpace dapat diwujudkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).

 

Program diawali dengan pelatihan pembuatan vermikompos pada 12 Juni 2026. Peserta diperkenalkan pada teknik mengolah limbah organik menjadi pupuk menggunakan cacing tanah sebagai solusi ramah lingkungan sekaligus media pembelajaran keterampilan baru.

 

Materi tersebut kemudian dipraktikkan melalui pelatihan lanjutan pada 14 dan 16 Juni. Sebanyak 15 anggota komunitas terlibat langsung dalam pengolahan media tanam dan penyemaian berbagai jenis tanaman, seperti pakcoy, tomat, cabai, terung, serta bunga mawar.

 

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari terapi hortikultura yang memadukan gerakan fisik, stimulasi sensorik, dan interaksi sosial untuk mendukung kesehatan mental peserta.

 

Pada 20 Juni, tim HealSpace bersama anggota komunitas membangun greenhouse mini sebagai fasilitas pendukung terapi hortikultura. Selanjutnya, peserta menjalani pendampingan dan pemantauan rutin melalui jadwal piket perawatan tanaman pada 20, 22, 24, dan 27 Juni.

 

Pendekatan itu dirancang untuk menumbuhkan kepedulian, disiplin, dan rasa memiliki terhadap tanaman yang mereka rawat.

 

Memasuki Juli, program berlanjut dengan penerapan teknologi Smart-Wicking, yaitu sistem pengairan mandiri berbasis sumbu yang membantu menjaga kelembapan tanaman secara efisien.

 

Kegiatan dimulai pada 4 Juli melalui edukasi dan pengecatan pot tanaman, kemudian dilanjutkan praktik perakitan media tanam pada 6 Juli. Selain mengasah keterampilan teknis, peserta juga dilatih bekerja sama dan berkomunikasi selama proses berlangsung.

 

Rangkaian kegiatan ditutup pada 9 Juli dengan pengecekan sistem Smart-Wicking, pelatihan pembuatan pestisida alami berbahan ramah lingkungan, serta panen perdana pupuk vermikompos yang telah diproduksi sejak pertengahan Juni.

 

Melalui tahapan tersebut, peserta memperoleh pengalaman mengelola media tanam secara mandiri sekaligus memahami pentingnya pemanfaatan limbah organik dalam mendukung pertanian berkelanjutan.

 

Dosen pembimbing PKM-PM HealSpace UMS, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., menilai penggabungan terapi hortikultura dengan penguatan keterampilan ekologis menjadi pendekatan yang efektif untuk mendukung proses rehabilitasi penyandang disabilitas mental.

 

Menurutnya, keberlanjutan program sangat bergantung pada sinergi antara mahasiswa, keluarga, dan pengelola komunitas agar manfaat yang diperoleh peserta tetap berlanjut setelah program PKM selesai.

 

“Kolaborasi antara mahasiswa, keluarga, dan komunitas menjadi faktor penting agar keterampilan yang diperoleh peserta dapat terus diterapkan. Dengan demikian, terapi hortikultura tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian penyandang disabilitas mental,” ujarnya.

 

Melalui program HealSpace, UMS menunjukkan komitmennya menghadirkan inovasi pengabdian kepada masyarakat yang tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan, tetapi juga mendorong terwujudnya masyarakat yang lebih inklusif dengan meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian penyandang disabilitas mental. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!