SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan menggelar rangkaian kegiatan edukatif bertajuk “Peringati Hari Anak Nasional dengan Senam Anak Hebat”, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, menyenangkan, dan ramah anak.
Peringatan Hari Anak Nasional tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Nomor 93 Tahun 2026 tentang pelaksanaan Pagi Ceria dalam rangka Hari Anak Nasional.
Ratusan siswa mengikuti kegiatan sejak pagi. Acara diawali dengan mengaji bersama pada pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan Senam Sehat Ceria di halaman sekolah yang diikuti seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan.
Suasana semakin semarak ketika setiap kelas menggelar berbagai permainan tradisional. Para siswa membawa perlengkapan permainan dari rumah dan bermain bersama di dalam maupun sekitar kelas.
Beragam permainan tradisional seperti bekel, lompat tali, gobak sodor, engklek, hingga dakon menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengenalkan kembali warisan budaya kepada generasi muda.
Seluruh rangkaian kegiatan didokumentasikan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran yang menyenangkan sekaligus upaya melestarikan permainan tradisional Indonesia di lingkungan sekolah.
Pelaksana Tugas Kepala SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Sri Martono Lanjarsari, mewakili Kepala Sekolah Sri Sayekti, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya berisi aktivitas fisik, tetapi juga memberikan ruang bagi anak untuk menyampaikan aspirasi.
Kegiatan ditutup dengan Forum Kotak Suara Anak, di mana setiap siswa menuliskan harapan, pendapat, maupun masukan mengenai berbagai hal yang mereka alami di lingkungan sekolah pada lembar post-it.
“Selanjutnya, seluruh aspirasi ditempel di mading kelas sebagai bentuk partisipasi aktif anak dalam mewujudkan sekolah yang ramah anak,” ujar Lanjarsari.
Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk menghadirkan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan menyenangkan sekaligus memastikan suara anak didengar.
“Anak-anak perlu diberi kesempatan untuk bergerak, bermain, belajar, dan didengar suaranya,” katanya.
Sementara itu, Wali Kelas SD Muhammadiyah 1 Ketelan, Imam Priyanto, menuturkan kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen sekolah dalam menerapkan pendidikan yang berpusat pada murid (student centered learning).
Ia menjelaskan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui berbagai aktivitas yang mampu membangun karakter, keterampilan sosial, serta keberanian anak dalam menyampaikan pendapat secara santun.
Menurutnya, rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional dirancang agar menjadi pengalaman belajar yang menggembirakan sekaligus bermakna bagi peserta didik.
Melalui senam bersama, anak-anak diajak membiasakan pola hidup sehat. Permainan tradisional melatih kerja sama, sportivitas, dan kebersamaan, sedangkan Forum Kotak Suara Anak menjadi sarana untuk menumbuhkan keberanian menyampaikan aspirasi sejak dini.
“Ini menjadi bagian dari ikhtiar sekolah yang telah berusia 91 tahun dalam membangun budaya sekolah yang ramah anak, unggul, dan berkemajuan,” pungkasnya.
Peringatan Hari Anak Nasional di SD Muhammadiyah 1 Ketelan menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kesehatan, pelestarian budaya, dan penghormatan terhadap hak anak untuk tumbuh, berkembang, serta menyampaikan pendapat dalam lingkungan sekolah yang aman dan menyenangkan. (*)

