MAGELANG, MENARA62.COM – Momentum Hari Anak Nasional (HAN) dimanfaatkan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Magelang untuk mengangkat isu penting tentang stigma terhadap anak dengan HIV/AIDS. Melalui pemutaran film dokumenter Planet of Love, kedua lembaga mengajak masyarakat membangun empati dan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi setiap anak.
Kegiatan yang digelar di Kampus 1 UNIMMA pada Kamis (23/7) tersebut menjadi ruang refleksi bersama mengenai pentingnya menghapus diskriminasi terhadap anak-anak yang hidup dengan HIV/AIDS, sekaligus memperkuat edukasi publik tentang hak-hak anak.
Pemutaran film dihadiri langsung oleh sutradara Planet of Love, Ika Wulandari, serta Impact Producer Putri Rakhmadhani. Film dokumenter itu mengangkat kisah nyata anak-anak dengan HIV/AIDS yang masih menghadapi stigma dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait akses pendidikan dan penerimaan di lingkungan sosial.
Ketua PWI Kota Magelang, Wiwid Arif, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Anak Nasional sekaligus upaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan yang masih dialami anak-anak penyintas HIV/AIDS.
“Film ini mengajak kita merasakan langsung realita yang dihadapi anak-anak dengan HIV/AIDS. Kami berharap masyarakat tidak hanya memahami persoalannya, tetapi juga menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap mereka,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor UNIMMA, Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si., mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara UNIMMA dan PWI Kota Magelang dalam menghadirkan ruang edukasi melalui media film.
Menurutnya, persoalan anak dengan HIV/AIDS membutuhkan perhatian bersama dari berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan.
“Film Planet of Love mengingatkan kita bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk tumbuh dan meraih masa depan yang baik, apa pun kondisi yang mereka hadapi. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut menghadirkan ruang yang aman bagi mereka,” katanya.
Lilik menegaskan bahwa HIV/AIDS tidak seharusnya menjadi stigma yang melahirkan diskriminasi. Sebaliknya, masyarakat perlu memiliki pemahaman yang benar agar mampu memberikan dukungan kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak.
Ia menambahkan, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara dunia pendidikan, tenaga kesehatan, media, pemerintah, dan masyarakat agar setiap anak dapat tumbuh tanpa stigma serta memperoleh hak-haknya secara utuh.
Melalui kegiatan ini, UNIMMA kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak, inklusif, dan menghargai keberagaman. Kolaborasi bersama PWI Kota Magelang melalui pemanfaatan film dokumenter Planet of Love diharapkan mampu memperkuat literasi publik sekaligus membangun empati terhadap isu kemanusiaan, khususnya yang menyangkut anak-anak dengan HIV/AIDS. (*)

