SOLO, MENARA62.COM – Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id memadati Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan dalam Ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) UMS 2026. Bukan sekadar mengenalkan organisasi kemahasiswaan, kegiatan ini menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menemukan dan mengembangkan potensi diri.
Suasana ekspo berlangsung meriah. Sorak mahasiswa baru pecah ketika sejumlah influencer, baik dari internal maupun eksternal UMS, hadir dan berinteraksi langsung dengan peserta.
Dua influencer, Danang Giri Sadewa dan Abdurrafi Afif Ramelan Ashary atau Abdur Aluz, turut menghidupkan suasana melalui berbagai tantangan bersama mahasiswa baru.
Salah satu momen yang mengundang sorakan terjadi ketika Danang Giri Sadewa ditantang mahasiswa baru untuk adu kecepatan bersepeda. Keseruan berlanjut saat Abdur menerima tantangan lari jarak pendek.
Dipandu Graffico Eryza Oldiara bersama Direktur DKPTI UMS Ir Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., Ekspo UKM UMS 2026 memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai beragam aktivitas yang dapat diikuti selama menjalani perkuliahan.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan Dr Ginanjar Rahmawan, S.E., M.M., M.H., influencer bidang edukasi pendidikan sekaligus alumni UMS. Ia mengingatkan mahasiswa baru agar tidak melewatkan masa kuliah untuk mengeksplorasi kemampuan dan minat mereka.
Menurut Ginanjar, antusiasme mahasiswa baru UMS dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal tersebut tidak terlepas dari berbagai peningkatan yang dilakukan kampus, mulai dari fasilitas, kegiatan, hingga kualitas sumber daya manusia.
“Animo mahasiswa baru UMS selalu meriah karena setiap bertambahnya tahun UMS selalu improve, mulai dari fasilitas, acara, sampai kualitas dosennya. Panitia juga memberikan yang terbaik sehingga mahasiswa baru semakin antusias,” ujar Ginanjar.
Sebagai alumni UMS yang menyelesaikan studi S2 Hukum, Ginanjar mengaku senang masih dapat terlibat dalam sejumlah kegiatan kampus, termasuk agenda penyambutan mahasiswa baru dan seminar.
Dorong Mahasiswa Hasilkan Konten Edukatif
Di hadapan mahasiswa baru, Ginanjar juga menyampaikan pandangan mengenai perkembangan dunia digital. Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak sekadar mengejar popularitas dengan menjadi influencer.
Menurut dia, mahasiswa dan dosen justru memiliki peluang besar memanfaatkan media digital untuk menyebarkan informasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Sekarang mungkin tidak semua harus jadi influencer, tetapi konten kreator. Dosen maupun mahasiswa sebaiknya membuat konten yang lebih edukatif. Jangan hanya ingin menjadi influencer, tetapi buatlah konten yang edukatif karena nantinya akan dilihat apa kontribusi kalian,” jelasnya.
Selain kemampuan digital, Ginanjar menekankan pentingnya mahasiswa memiliki kemampuan mengatur waktu dan menentukan prioritas.
Ia mendorong mahasiswa baru mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler maupun UKM untuk menemukan talenta yang dimiliki. Namun, aktivitas tersebut perlu disesuaikan dengan tahapan studi.
“Talenta kalian apa, silakan dieksplorasi. Mumpung masih baru, apa pun ikuti kegiatan ekstrakurikuler. Tetapi ketika sudah mendekati semester akhir, fokuskan untuk lulus tepat waktu,” tuturnya.
Menurut Ginanjar, kemampuan mengatur prioritas menjadi penting karena mahasiswa tidak hanya dituntut aktif dalam kegiatan kemahasiswaan, tetapi juga bertanggung jawab menyelesaikan pendidikan.
Ia menilai kelulusan tepat waktu merupakan salah satu bentuk tanggung jawab mahasiswa kepada orangtua yang telah memberikan dukungan selama menempuh pendidikan.
Ekspo UKM UMS 2026 akhirnya tidak hanya menjadi panggung untuk memperkenalkan berbagai UKM kepada mahasiswa baru. Kegiatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mencoba berbagai aktivitas, membangun jejaring, serta mengasah kemampuan di luar ruang perkuliahan.
Melalui keterlibatan dalam UKM, mahasiswa UMS diharapkan dapat mengembangkan kompetensi, kreativitas, kepemimpinan, jejaring, dan prestasi sesuai dengan minat serta bakat masing-masing.
Dengan demikian, masa awal perkuliahan tidak hanya menjadi waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus, tetapi juga menjadi kesempatan mahasiswa mengenali talenta dan menentukan arah pengembangan diri sejak dini. (*)
