SOLO, MENARA62.COM – Dunia kerja tidak cukup dihadapi dengan kemampuan teknis. Disiplin, ketahanan fisik, keberanian, tanggung jawab, dan kemampuan bekerja dalam tim juga menjadi bekal penting bagi lulusan pendidikan vokasi.
Kesadaran itu yang mendorong Sekolah Vokasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggembleng 92 mahasiswa barunya melalui kegiatan Bina Mental dan Fisik (Bintalsik) di Kompleks TNI AU Adi Soemarmo, Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti mahasiswa baru Kompetensi Mekanik Alat Berat dan Operator Alat Berat. Mereka tidak hanya ditempa secara fisik, tetapi juga diarahkan membangun karakter dan jiwa korsa sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia kerja.
Wakil Direktur Sekolah Vokasi UMS, Ir. Amin Sulistyanto, S.T., M.Si., M.T., mengatakan Bintalsik menjadi salah satu sarana untuk membentuk mahasiswa yang disiplin, tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab.
“Bintalsik bermanfaat untuk membentuk mahasiswa menjadi lebih disiplin dalam menjalankan aturan dan kewajiban, meningkatkan kebugaran dan ketahanan fisik, serta melatih kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi,” ujar Amin.
Menurut dia, mahasiswa juga dilatih menghadapi berbagai tantangan dengan membangun rasa percaya diri dan keberanian. Proses tersebut sekaligus diharapkan menumbuhkan solidaritas dan kepedulian antarmahasiswa.
“Selain itu, kegiatan ini membangun rasa persaudaraan dan kekompakan antarmahasiswa baru, serta membentuk karakter yang lebih kuat, mandiri, dan bertanggung jawab,” katanya.
Tak Hanya Kuat Fisik
Bintalsik tidak semata-mata diarahkan untuk membuat mahasiswa memiliki ketahanan fisik. Nilai-nilai yang dibangun selama kegiatan diharapkan menjadi kebiasaan yang terbawa ke lingkungan akademik.
Syaiful Ramadhan, S.T., M.T., mengatakan mahasiswa diharapkan mampu menerapkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab yang diperoleh selama Bintalsik dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, kegiatan Bintalsik dapat membantu mahasiswa baru menjadi pribadi yang disiplin, kuat secara mental dan fisik, percaya diri, mandiri, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dengan baik,” kata Syaiful.
Ia menambahkan, mahasiswa juga diharapkan mampu membawa nilai tersebut selama mengikuti proses pembelajaran di Sekolah Vokasi UMS.
Dengan demikian, pembentukan karakter tidak berhenti pada kegiatan selama tiga hari. Sikap disiplin, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, dan keberanian menghadapi tantangan diharapkan menjadi bagian dari keseharian mahasiswa.
Dunia Industri Butuh Lulusan Berkarakter
Direktur Sekolah Vokasi UMS, Prof. Dr. Ir. Suranto, S.T., M.M., M.Si., IPU, mengatakan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terhadap lulusan vokasi tidak hanya berkaitan dengan kompetensi teknis.
Menurut dia, kedisiplinan dan tanggung jawab menjadi karakter penting yang harus dimiliki mahasiswa sebelum mereka terjun ke dunia kerja.
“Selama ini adik-adik mahasiswa vokasi memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab yang baik. Hal ini juga menjadi harapan dari pihak mitra Sekolah Vokasi UMS,” ujar Suranto.
Ia menegaskan dunia usaha membutuhkan lulusan yang memiliki kesiapan lebih menyeluruh. Karena itu, pembinaan mental dan fisik menjadi salah satu bagian yang dinilai penting.
“Alumni yang diserap di dunia usaha harus memiliki sertifikat Bina Mental Fisik dan Achievement Motivation Training,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan arah pendidikan Sekolah Vokasi UMS yang berupaya mendekatkan proses pembelajaran dengan kebutuhan pasar kerja.
Bangun Jiwa Korsa dan Cinta Tanah Air
Pada akhirnya, Bintalsik ditargetkan mampu membentuk mahasiswa yang disiplin, tangguh, mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, dan memiliki kebugaran fisik yang baik.
Mahasiswa juga diharapkan mampu bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, menaati aturan, serta menghadapi tantangan dengan sikap positif.
Lebih jauh, kegiatan ini diarahkan untuk membangun jiwa korsa, semangat kebangsaan, dan kecintaan terhadap Tanah Air.
Sekolah Vokasi UMS berharap pendidikan yang diberikan tidak hanya menghasilkan lulusan dengan keterampilan sesuai bidangnya, tetapi juga sumber daya manusia yang memiliki karakter kuat dan mampu memenuhi tuntutan dunia usaha dan dunia industri. (*)

