25.6 C
Jakarta

F-PRB Indramayu Tetapkan 4 Prioritas Aksi Penanganan Risiko Bencana

Must read

95 Persen Masyarakat Minta Pemerintah Mahalkan Harga Rokok

JAKARTA, MENARA62.COM - Perhelatan Festival Pemilu Harga yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI),...

BATAN Tingkatkan Pemanfaatan Nuklir pada Bidang Pertanian dan Industri

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemanfaatan iptek nuklir dewasa ini terus berkembang dan banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan industri. Badan Tenaga Nuklir...

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

INDRAMAYU, MENARA62.COM – Pemerintah Jawa Barat telah menetapkan Kabupaten Indramayu masuk status tanggap darurat bencana. Penetapan yang dilakukan awal 2020 dimaksudkan agar Pemda dan masyarakat Indramayu waspada.

Atas kondisi tersebut Forum Pengurangan  Resiko Bencana (F-PRB) Kabupaten Indramayu hadir untuk mengurangi resiko bencana tersebut.

Ketua F-PRB Kabupaten Indramayu M. Alam Sukmajaya ST menyampaikan, Kabupaten Indramayu merupakan wilayah dataran rendah dengan ketinggian 0-18 m dari permukaan laut. Pada awal tahun 2020  Pemerintah Jawa Barat menetapkan 6 kabupaten/kota berstatus gawat darurat bencana yakni Indramayu, Babupaten Karawang, Kabupaten dan Kota Bekasi, Bogor, dan Bandung Barat.

“Indramayu menjadi satu dari enam wilayah yang masuk status gawat darurat bencana,” kata Alam pada kegiatan Sukuran Persemian Sekretariat F-PRB di GOR Singalodra, Jl. MT. Haryono, Sindang Indramayu, Ahad (9/2/2020).

Karena itu pihaknya ikut andil dalam upaya – upaya pencegahan bencana. Upaya pencegahan bencana  tersebut  tersistematisasi dalam  empat prioritas aksi yakni memahami risiko bencana,  memperkuat kelembagaan dalam melakukan manajemen bencana, investasi dalam pengurangan risiko bencana, dengan memperkuat resiliensi/ketahanan,  dan menguatkan kesiapan terhadap bencana untuk respon yang efektif dan membangun kembali lebih baik dalam   proses recovery (pemulihan), rehabilitation (rehabilitasi) dan reconstruction (rekonstruksi).

Adanya F-PRB di harapkan bisa mengurangi resiko bencana di kabupaten Indramayu, di mana F-PRB merupankan mitra Pemerintah dalam hal ini Mitra kerja Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang khusus dalam kegiatan mitigasi bencana.

“Selain Mitra BPBD, F-PRB adalah rumah bersama bagi aktivis, relawan, dan organisasi kemanusiaan di kabupaten Indramayu” pungkasnya (Jiaul Haq)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

95 Persen Masyarakat Minta Pemerintah Mahalkan Harga Rokok

JAKARTA, MENARA62.COM - Perhelatan Festival Pemilu Harga yang diselenggarakan oleh Center for Indonesia Strategic Development Initiative (CISDI), Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI),...

BATAN Tingkatkan Pemanfaatan Nuklir pada Bidang Pertanian dan Industri

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemanfaatan iptek nuklir dewasa ini terus berkembang dan banyak dirasakan oleh masyarakat, khususnya di bidang pertanian dan industri. Badan Tenaga Nuklir...

Musibah dan Semangat Membangun Minat Baca

Oleh: Ashari, SIP* Musibah bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja. Tidak peduli kaya miskin. Semua orang pasti mengalami musibah. Hanya yang membedakan, di...

KARSA Turi Dukung Kustini – Danang pada Pilkada Sleman 2020

SLEMAN, MENARA62.COM -  Sekitar 50 ibu-ibu dari Desa Wisata Pulesari Wonokerto Turi yang tergabung dalam kelompok KARSA menyatakan dukungannya pada pasangan calon bupati/wakil bupati...

Biasakan Mengambil Risiko Sedang

Oleh: Ashari, SIP* Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, sisi positif yang dapat kita ambil adalah munculnya aneka usaha baru. Baik skala rumahan alias...