25.2 C
Jakarta

Gubernur Banten Terpilih, Ingin Fokus Bangun Infrastruktur

Must read

102 Wilayah di Indonesia Aman dari Wabah Covid-19, Warganya Boleh Beraktivitas Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa dalam menentukan suatu daerah dapat kembali melaksanakan...

Baru Juga Berencana New Normal, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Minggu (31/5) ada sebanyak 700...

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Berbeda dengan kebanyakan negara yang menerapkan lockdown, Swedia menjadi satu-satunya negara yang mengandalkan herd immunity untuk menghadapi pandemi COVID-19. Negara ini membiarkan...

Biar Terhindar dari Covid-19, Menu 4 Sehat 5 Sempurna Ini Wajib Dipatuhi

JAKARTA, MENARA62.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 populerkan kembali slogan empat sehat lima sempurna. Slogan kecukupan gizi yang diinisiasi almarhm Prof...

JAKARTA, MENARA62.COM — Gubernur Banten 2017-2022 Wahidin Halim mengaku ingin menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai program pertama seusai dilantik.

“Jadi memang yang pertama akan kita lakukan adalah membangun infrastruktur, jalan, pendidikan. Jalan antara provinsi sekota Banten, jalan-jalan yang rusak, terutama di wilayah Selatan, Serang, Pandeglang,” kata Wahidin di Istana Negara, Jakarta, seusai dilantik Presiden Joko Widodo, Jumat (12/5/2017), seperti dilansir kantor Berita Antara.

Pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy yang juga anak dari mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah resmi ditetapkan Komisi Pemilihan Umum sebagai pemenang, setelah Mahkamah Konstitusi menolak gugatan pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief dengan meraih 2.411.213 suara dalam pilkada lalu.

“Saya kira bagaimana menata aparatur negara, etos kerjanya, disiplinnya dan juga masalah tadi membangun infrastruktur, saya kira ini 2017-2018,” kata Wahidin menambahkan.

Namun ia mengaku akan membuat program baru yang berbeda dengan gubernur lama yaitu Rano Karno yang merupakan bekas Wakil Gubernur masa pemerintahan Atut.

Sedangkan Andika Hazrumy mengaku akan memaksimalkan tiga kebutuhan dasar masyarakat.

“Yaitu pembenahan pelayanan pendidikan yang lebih baik. Bagaimana pelayanan kesehatan yang lebih baik dan juga bagaimana pembenahan infrastruktur yang lebih baik hingga ke pelosok desa,” kata Andika.

Andika mengaku pemerintah daerah Banten harus mendata dulu calon penerima, bagaimana fasilitasnya dipersiapkan, dan bagaimana tenaga medisnya dipersiapkan.

“Jadi kami pada awal bertugas di mulai Senin (15/5) besok ini kami harus mendata dulu terkait dengan masyarakat yang sudah memiliki BPJS, masyarakat yang sudah memiliki jamkeskin, nah yang tidak punya kita optimalkan dalam pelayanan kesehatan dengan KTP diberikan gratis,” tambah Andika yang berusia 32 tahun itu

Ia pun berharap agar masyarakat Banten akan bersatu pasca pilkada.

“Hari ini pelantikan gubernur dan wakil gubernur Banten. Tentunya masyarakat Banten kembali bersatu untuk bagaimana kembali membangun Banten lebih baik lagi setelah proses pilkada selesai. Masyarakat Banten memiliki pendangan politik berbeda, saya berharap dan saya yakin masyarakat Banten sudah bersatu,” ungkap mantan anggota DPR dari fraksi Partai Golkar tersebut.

Hari ini Presiden Joko Widodo melantik lima pasang gubernur dan wakil gubernur, yaitu: Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat (2017-2022) Dominggus Mandacan-Mohammad Lakotani, Gubernur dan Wakil Gubernur Bangka Belitung (2017-2022) Erzaldi Rosman-Abdul Fatah, Gubernur dan Wakil Gubernur Banten (2017-2022) Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat (2017-2022) Ali Baal Masdar dan Enny Anggraeni Anwar serta Gubernur dan Wakil Gubernur Gorontalo (2017-2022) Rusli Habibie-Idris Rahim. Sedangkan Wakil Gubernur Riau hingga 2019 adalah Wan Thamrin Hasyim.

Pelantikan di Istana Negara ini antara lain dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Hadir juga presiden ke-3 BJ Habibie dan presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri, Ketua DPR Setya Novanto, serta Ketua DPD Oesman Sapta.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

102 Wilayah di Indonesia Aman dari Wabah Covid-19, Warganya Boleh Beraktivitas Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa dalam menentukan suatu daerah dapat kembali melaksanakan...

Baru Juga Berencana New Normal, Kasus Positif Covid-19 Meroket Lagi

JAKARTA, MENARA62.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per hari ini Minggu (31/5) ada sebanyak 700...

Bukan Lockdown, Swedia Andalkan Herd Immunity untuk Melawan Covid-19

JAKARTA, MENARA62.COM -- Berbeda dengan kebanyakan negara yang menerapkan lockdown, Swedia menjadi satu-satunya negara yang mengandalkan herd immunity untuk menghadapi pandemi COVID-19. Negara ini membiarkan...

Biar Terhindar dari Covid-19, Menu 4 Sehat 5 Sempurna Ini Wajib Dipatuhi

JAKARTA, MENARA62.COM – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 populerkan kembali slogan empat sehat lima sempurna. Slogan kecukupan gizi yang diinisiasi almarhm Prof...

Kemenparekraf Pastikan Protokol Normal Baru Jadi Acuan Pelaku Parekraf

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memastikan protokol normal baru akan menjadi acuan bagi para...