KARANGANYAR, MENARA62.COM — Sebanyak 49 guru dan tenaga kependidikan SD Muhammadiyah 16 Karangasem Surakarta mengikuti kegiatan touring dan capacity building di Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (3/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda rekreasi bagi keluarga besar sekolah. Rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat kebersamaan, membangun kekompakan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.
Rombongan berangkat dari Solo menggunakan 21 sepeda motor dan empat kendaraan roda empat. Empat armada mobil disiapkan bagi guru dan tenaga kependidikan yang belum memungkinkan menempuh perjalanan jauh menggunakan sepeda motor.
Rombongan dipimpin langsung Kepala SD Muhammadiyah 16 Karangasem, Maghfirotun Na’imah. Perjalanan Solo-Kemuning ditempuh sekitar 1 jam 15 menit sebelum rombongan tiba di Resto Bale Botram, Kemuning.
Kepala Sekolah Maghfirotun Na’imah mengatakan kegiatan touring bersama menjadi momentum untuk memperkuat relasi antarguru dan tenaga kependidikan.
“Touring bersama ini untuk membangun kebersamaan, apalagi banyak guru-guru muda yang masih suka berpetualang. Sedangkan guru tendik yang belum memungkinkan berkendara jarak jauh disediakan empat armada roda empat,” ujar Maghfirotun.
Perkuat Layanan Sekolah
Setelah tiba di lokasi, peserta mengikuti kegiatan utama berupa capacity building bertema “Recharge Spirit, Rebuild Teamwork”.
Pelatihan menghadirkan Faris Isnawan, pendiri Esensial Training and Consulting, sebagai trainer.
Faris mengajak para guru dan tenaga kependidikan melihat kembali pentingnya service excellence atau pelayanan prima dalam meningkatkan kualitas layanan sekolah.
Menurut dia, pelayanan prima tidak hanya menjadi tugas wali kelas ketika berhubungan dengan orangtua siswa. Seluruh unsur sekolah memiliki peran dalam membangun pengalaman layanan yang baik.
“Service excellence dari garda depan hingga bagian belakang menjadi kunci kepuasan pelanggan. Orangtua siswa bukan lagi raja, melainkan mitra dalam mendidik,” kata Faris.
Ia menjelaskan, sekolah perlu memiliki standar operasional prosedur (SOP) pelayanan yang jelas sekaligus dinamis.
SOP tersebut tidak hanya berlaku bagi wali kelas atau guru mata pelajaran, tetapi juga seluruh unsur pendukung sekolah, mulai tata usaha, petugas keamanan, kantin, hingga cleaning service.
Dengan demikian, kualitas pelayanan tidak bergantung pada individu tertentu, tetapi menjadi budaya yang dibangun bersama oleh seluruh warga sekolah.
Bangun Budaya Saling Menguatkan
Kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Selain sesi pelatihan, peserta mengikuti refleksi yang dipandu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Deby, bersama Alfa dari tim humas MunasSka Official.
Guru Tahfidz SD Muhammadiyah 16 Karangasem, Ustaz Sumadi, mengapresiasi kegiatan tersebut.
Menurut dia, kegiatan bersama di luar lingkungan sekolah memberikan kesempatan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk saling mengenal lebih dekat.
Selain mempererat persaudaraan, kegiatan tersebut dinilai dapat membangun budaya saling mendukung dalam menjalankan tugas pendidikan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize berupa peralatan rumah tangga.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, rombongan kembali menuju Solo dengan tetap menggunakan kendaraan yang telah disiapkan.
Melalui capacity building tersebut, SD Muhammadiyah 16 Karangasem tidak hanya mengajak guru dan tenaga kependidikan menyegarkan kembali semangat kerja, tetapi juga memperkuat fondasi kerja tim untuk meningkatkan kualitas layanan kepada peserta didik dan orangtua. (*)
