25.6 C
Jakarta

Hadapi Era Indonesia Emas 2045, Siswa SMA Harus Perkuat Jaringan

Must read

Riyadhus Shalihin Bab 2 Sesi Tanya Jawab

Rekaman LIVE : Kajian Riyadhus Shalihin - Imam An-Nawawi Bab 2. Taubat Sesi Tanya Jawab oleh Ustadz Abdurrahman al-Baghdadi, Ahad, 26 Juli 2020. Diproduksi &...

Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran, Pemerintah Luncurkan Program #temanKIP

JAKARTA, MENARA62.COM – Guna memastikan bahwa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tepat sasaran, pemerintah meluncurkan program #temanKIP, Senin (3/8/2020). Program yang diinisiasi oleh...

BATAN Kembangkan Sistem Pemantauan Zat Radioaktif Terintegrasi

JAKARTA, MENARA62.COM - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan sistem pemantauan zat radioaktif yang terintegrasi dalam rangka memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa zat radioaktif...

Fenomena Anak Kita, Pergi Dicari, Pulang Dimarahi

Oleh: Ashari* KHALIL Gibran, filsuf dan sastrawan kesohor ini pernah membuat pernyataan mengejutkan bahwa anak kita bukanlah anak kita. Anak kita adalah milik zaman-nya. Apa...

JAKARTA, MENARA62.COM– Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud, Muhadjir Effendy, meminta para siswa SMA/SMK untuk memperkuat jaringan dalam menghadapi Era Indonesia Emas Tahun 2045.

“Nantinya pada tahun 2045, kalian akan berusia sekitar 45-46 tahun. Usia tersebut merupakan puncak kematangan seseorang. Artinya di era Indonesia Emas nanti, saat 100 tahun kemerdekaan Indonesia, kalian yang memegang kendali dan memimpin Indonesia di semua bidang. Saya berharap kalian yang berada di pucuk-pucuk struktur, dalam struktur sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia, sesuai dengan bidang kalian masing-masing,” ujar Mendikbud saat memberikan sambutan pada acara Apresiasi Siswa SMA/SMK Berprestasi (ASB), di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Untuk itu, Mendikbud mengimbau kepada peserta ASB agar memanfaatkan forum ini untuk menjalin kerjasama, menjalin hubungan, saling mengenal, kalau bisa diabadikan menjadi sebuah persaudaraan.

“Menjadi sebuah pertemanan yang abadi. Saling berkomunikasi antara satu sama lain. Itulah namanya jaringan, itulah namanya developing, jadi developing yang benar, bukan yang dibangun dari jaringan dunia maya,”  ujar Mendikbud.

Peserta ASB, dikatakan Mendikbud, berasal dari latar belakang dan daerah yang berbeda-beda.

“Tapi satu yang harus kalian pahami, bahwa kalian adalah satu yaitu anak Indonesia,” tegas Muhadjir Effendy.

Bahkan, menurut Mendikbud, yang lebih hebat lagi semua peserta ASB adalah siswa-siswa berprestasi. Dari sekitar 10 juta siswa SMA dan SMK, yang diundang dalam acara ini hanya 300 orang, yaitu hanya siswa-siswa yang memiliki keunggulan komparatif diantara seusianya.

Selanjutnya Mendikbud menyampaikan pengalamannya sebagai mantan aktivis mahasiswa yang sering bertemu dan membangun hubungan dengan mahasiswa dari berbagai daerah, mulai dari Papua sampai Aceh.

Jaringan dulu, menurut Mendikbud, tidak selengkap sekarang. Kalau sekarang diperkuat dengan media sosial, yang bisa mempercepat dan memperlancar hubungan yang dibangun.

“Jadi anakku sekalian, manfaatkan pertemuan ini untuk menjalin hubungan itu. Saya sangat percaya kepada kamu semua. Kalau ada generasi yang membentuk kelompok kuat untuk membangun masa depan Indonesia seperti Anda semua, saya yakin Indonesia tidak kehilangan peluang untuk menjadi negara besar dan maju,” harap Muhadjir.

Selanjutnya dijelaskan Mendikbud, Indonesia mempunyai wilayah yang sangat besar. Luas Indonesia dari Aceh sampai Merauke sama dengan jarak dari Istanbul, Turki sampai ke London, Inggris.

“Kita punya 17 ribu pulau dan sangat kaya dengan budaya. Salah satu Direktur UNESCO menyampaikan kepada saya, negara anda luar biasa, kalau Amerika superpower dibidang senjata, negara anda superpower di dalam budaya,” ungkap Mendikbud

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Riyadhus Shalihin Bab 2 Sesi Tanya Jawab

Rekaman LIVE : Kajian Riyadhus Shalihin - Imam An-Nawawi Bab 2. Taubat Sesi Tanya Jawab oleh Ustadz Abdurrahman al-Baghdadi, Ahad, 26 Juli 2020. Diproduksi &...

Pastikan KIP Kuliah Tepat Sasaran, Pemerintah Luncurkan Program #temanKIP

JAKARTA, MENARA62.COM – Guna memastikan bahwa program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tepat sasaran, pemerintah meluncurkan program #temanKIP, Senin (3/8/2020). Program yang diinisiasi oleh...

BATAN Kembangkan Sistem Pemantauan Zat Radioaktif Terintegrasi

JAKARTA, MENARA62.COM - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) mengembangkan sistem pemantauan zat radioaktif yang terintegrasi dalam rangka memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa zat radioaktif...

Fenomena Anak Kita, Pergi Dicari, Pulang Dimarahi

Oleh: Ashari* KHALIL Gibran, filsuf dan sastrawan kesohor ini pernah membuat pernyataan mengejutkan bahwa anak kita bukanlah anak kita. Anak kita adalah milik zaman-nya. Apa...

UMY Gelar Workshop Pembelajaran Bahasa Inggris Interaktif Virtual Reality bagi Guru

YOGYAKARTA, MENARA62.COM - Pengembangan inovasi pada bidang pendidikan menjadi sangat penting khususnya metode pengajaran bagi guru sehingga dapat dipahami dengan baik oleh siswa. Oleh...