24.8 C
Jakarta

Hadiri Halal Bihalal, Gubernur Bengkulu Sampaikan Terimakasih kepada Muhammadiyah

Baca Juga:

BENGKULU, MENARA62.GOM – Silaturrahmi Halal bihalal keluarga besar Muhammadiyah Provinsi Bengkulu yang digelar secara hibrid di Kampus  Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Senin (16/5/2022) berlangsung meriah penuh hikmat.

Dalam sanbutannya Ketua PWM Bengkulu Dr. Syaifullah mengatakan bahwa persyarikatan Muhammadiyah di Bengkulu terus berkhitmat melakukan pembangunan diberbagai bidang seperti perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Hingga kini PWM telah mampu membebaskan lahan kampus menjadi milik persyarikatan Muhammadiyah. Ini salah satu kiprah Muhammadiyah di Bengkulu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Saat yang sama Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin berterimakasih atas kontribusi Muhammadiyah kepada bangsa Indonesia. Sebelum Indonesia merdeka Muhammadiyah telah berdiri (1912). Oleh karena Pemerintah sangat membutuhkan Muhammadiyah baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, maupun sosial dan dakwah.

Dalam tausiyah Sekjen MUI Buya Amirsyah Tambunan menyampaikan makna Idulfitri. Pertama Idulfitri harus dapat dijadikan momentum untuk memperkuat pepedulian sosial, kohesifitas sosial sesama warga persyarikatan dan anak bangsa sehingga dapat saling asah, asih dan asuh. Kedua, mampu berperan lebih luas dalam berbagai aspek kehidupan.

Untuk itu lanjut Buya Amirsyah, diperlukan langkah-langkah strategis antara lain pertama, kebersamaan dan kekompakan umat Islam dengan memberikan pemahaman bahwa semua umat Islam adalah pengikut Muhammad (Muhammadiyah) yang membutuhkan Nahdlatul ulama (NU) untuk menjadi perekat dan pemersatu umat, juga memerlukan jamaah yang saling berinteraksi. Islam membutuhkan Al Jam’iyatul Washliyah, juga mengharuskan umat untuk bersatu melalui Persatuan Umat (PUI) dan Al Ittihadiyah, Persis, dan lainnya. Semua lebih dari 70 ormas yang berhimpun di MUI merupakan kekayaan yang harus di rawat oleh bangsa ini.

Kedua, peran strategi Muhammadiyah membangun sumber daya insani melalui lembaga pendidikan Muhammadiyah dari TK hingga Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Ketiga, peran pemerintah sangat strategi memelihara silaturrahmi.

Karena itu Buya Amirsyah mengingatkan pemerintah agar menjadi perekat dalam memperkuat silaturrahmi, bukan sebaliknya menjadi Sumber membuat kerusakan sebagaimana Allah telah mengingatkan dalam QS. Muhammad ayat 22-23

فَهَلۡ عَسَيۡتُمۡ اِنۡ تَوَلَّيۡتُمۡ اَنۡ تُفۡسِدُوۡا فِى الۡاَرۡضِ وَتُقَطِّعُوۡۤا اَرۡحَامَكُمۡ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ لَعَنَهُمُ اللّٰهُ فَاَصَمَّهُمۡ وَاَعۡمٰٓى اَبۡصَارَهُمۡ ”

Apakah sekiranya kamu berkuasa, kamu akan berbuat kerusakan di bumi dan memutuskan hubungan silaturrahmi (kekeluargaan)?. Mereka itulah orang-orang yang dikutuk Allah lalu dibuat tuli (pendengarannya) dan dibutakan penglihatannya.”

Oleh sebab itu menurut Buya Amirsyah ukhuwah merupakan harga mati seperti halnya juga NKRI harga mati. Artinya NKRI menjadi kuat atas dasar silaturrahmi karena persatuan dan kesatuan umat untuk mengatasi berbagai perkembangan bangsa. Pilihan partai boleh beda tapi ukhuwah tetap utuh yakni ukhuwah Islamiyah, basyariah dan wathaniyah.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!