25.6 C
Jakarta

HIPMI Dukung APNI Perjuangkan Kesejahteraan Penambang Nikel

Must read

Tampilan Baru Vespa Primavera Sean Wotherspoon, Hadir di Indonesia.

JAKARTA  MENARA62.COM – Vespa Primavera Sean Wotherspoon resmi diluncurkan pertama untuk pasar otomotif Indonesia, Jumat (18/9/2020). Menurut Marco Nota Ia Diega, Presiden Direktur PT Piaggio...

Sekelumit Kisah dari 75 Tahun Kereta Api Indonesia.

JAKARTA, MENARA62.COM – Hari Kereta Api Indonesia (KAI) diperingati setiap tanggal 28 September. Di usianya 75 tahun kini terus meningkatkan pelayanannya. Transportasi umum yang...

We The Fest 2020 Hadir dengan Virtual Home Edition

BEKASI, MENARA62 – Festival musik We The Fest kembali hadir dengan format yang berbeda. Kali ini digelar secara virtual dengan mengusung tema,"A Virtual Festival...

Muhammadiyah Bangun Aula, Warga NU Ikut Kerja Bakti

Bukan hal aneh bin ajaib, jika keguyuban warga, bisa memecah "sekat" yang ada. Kisah bermula ketika Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menetapkan lembaga PAUD Aisyiyah...

JAKARTA, MENARA62.COM — Larangan ekspor bijih nikel yang diberlakukan pada 1 Januari 2020 membuat penambang nikel dalam negeri berada dalam kondisi mati suri. Kondisi ini terjadi akibat rendahnya harga jual bijih nikel domestik, yang dimana jika penambang memaksakan untuk melakukan penambangan, harga yang ditawarkan relatif lebih murah dari harga produksi dan akan mematikan perusahaan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Mardani H. Maming menyampaikan dukungannya kepada Asosiasi Penambang Nikel (APNI) dalam memperjuangkan harga pokok mineral (HPM) nikel di atas Free on Board (FoB) tongkang.

“Kami mendukung dan mengapresiasi APNI sehubungan dengan penentuan HPM nikel di atas FoB tongkang. Kami berharap ada kesepakatan dua belah pihak antara smelter dan penambang yang dibuatkan regulasinya oleh Menteri ESDM untuk menetapkan harga HPM. Apabila ada smelter yang dibeli harga dibawah HPM harus diberikan sanksi,” ujar Maming di Jakarta (15/2/2020).

Maming mengatakan harga internasional saat ini, bijih nikel kadar 1.8% FoB Filipina dihargai antara USD 59-61/ wet metric ton (wmt) sehingga jika pemerintah mengajukan harga jual bijih nikel domestik kadar 1.8% FoB sebesar USD 38-40/wmt merupakan harga yang wajar.

“Jika kita bandingkan dengan harga internasional tentu tidak memberatkan kedua pihak baik smelter maupun penambang,” ujarnya.

Maming meminta Kementerian ESDM mewajibkan kepada penambang yang kadar 1.7%, yang dimana dilarang ekspornya bulan Januari 2020 lalu.

“Karena ada larangan ekspor, maka Kementerian ESDM mewajibkan barang penambang diterima oleh smelter lokal yang kadarnya 1.7%,” ujar Maming.

Untuk saling menjaga kualitas barang, Mantan Bupati Tanah Bumbu itu pun menyarankan penambang dan smelter menunjuk masing-masing surveyor yang terdaftar di Kementerian ESDM agar kualitas barang mempunyai kepastian sehingga tidak merasa dicurangi satu sama lainnya. (*)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tampilan Baru Vespa Primavera Sean Wotherspoon, Hadir di Indonesia.

JAKARTA  MENARA62.COM – Vespa Primavera Sean Wotherspoon resmi diluncurkan pertama untuk pasar otomotif Indonesia, Jumat (18/9/2020). Menurut Marco Nota Ia Diega, Presiden Direktur PT Piaggio...

Sekelumit Kisah dari 75 Tahun Kereta Api Indonesia.

JAKARTA, MENARA62.COM – Hari Kereta Api Indonesia (KAI) diperingati setiap tanggal 28 September. Di usianya 75 tahun kini terus meningkatkan pelayanannya. Transportasi umum yang...

We The Fest 2020 Hadir dengan Virtual Home Edition

BEKASI, MENARA62 – Festival musik We The Fest kembali hadir dengan format yang berbeda. Kali ini digelar secara virtual dengan mengusung tema,"A Virtual Festival...

Muhammadiyah Bangun Aula, Warga NU Ikut Kerja Bakti

Bukan hal aneh bin ajaib, jika keguyuban warga, bisa memecah "sekat" yang ada. Kisah bermula ketika Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menetapkan lembaga PAUD Aisyiyah...

Meski Pandemi, Curug Barong Tetap Punya Daya Tarik Bagi Warga Jakarta

Keindahan Obyek wisata di Bogor, Jawa Barat, memang selalu memanjakan mata dan membuat orang selalu ingin mengunjunginya. Bogor, memang dikenal kaya akan curug, dan...