28.4 C
Jakarta

Ikhlas

Baca Juga:

Ikhlas Dan Menghadirkan Niat Dalam Semua Perbuatan, dan Ucapan, baik yang Terang-terangan atau Samar-Samar

Ikhlas bertujuan hanya semata-mata karena Allah, yakni seorang hamba dalam melakukan ketataan bertujuan mendekatkan diri kepada Allah tanpa tujuan lain. Allah berfirman:

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah, dengan ikhlas, menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar)” — Al- Bayyinah:5.

Maksudnya, ahli kitab dan lainnya tidak diperintahkan melainka untuk menyembah kepada Allah semata tanpa menyekutukan-Nya, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat.

Hunafa ialah orang-orang yang cenderung kepada agama ISlam dan menjauhi agama-agama lainnya. “Dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar),” maksudnya agama yang lurus. Allah berirman:

“Daging (hewan qurban) dan yang darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.” — Al-Hajj:37

Maksudnya, daging-daging serta darah hadiah dan qurban tidak sampai kepada Allah. Akan tetapi yang sampai kepada-Nya adalah niat da keikhlasan kalian.

Ibnu Abbas berkata, “dahulu orang-orang jahiliyah melumuri Baitullah dengan darah unta, latas kaum Muslimin hendak melakukan ini, maka turunlah ayat tersebut. Allah berfirman:

“Katakanlah, jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu tampakkan, Allah pasti mengetahuinya.” — Ali Imran:29

Maksudnya, Dialah Zat Yang Maha Mengetahi hal-hal yang tersembunyi di dalam hati dan sesuatu yang terkandung di dalamnya meliputi ikhlas dan riya’.

Dari Amirul Mukminin Abu Hafs, Umat bin Al-Khatthab bin Nufail bin Abdul ‘Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin ‘Adi bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib Al-Quraisyi Al-‘Adawi berkata, “Saya mendengar Rasulllah SAW bersabda, ‘sesungguhnya semua amal perbuatan itu disertai dengan niat-niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang itu (tergantung) apda yan gtelah ia niatkan. Maka, barang siapa yang hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya  itupun menuju kepada Allah dan Rasul-nya. Dan barang siapa yang hijrahnya demi harta dunia yang hendak diperolehnya ataupun untuk seorang wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya menuju kepada niat yan gdimaksud dalam hijrahnya itu’.” —  Hadis ini disepakati keshahihannya. Shahih: Al-Bukhari, 2529, 3898, 5070, 668, 6952; Muslim 1907

⇒ berikutnya

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!