32.5 C
Jakarta

Indonesia Memiliki Kemampuan Mendeteksi Covid-19

Must read

Zona Kuning Covid-19, PSBB di Indramayu Diperpanjang Hingga 12 Juni

INDRAMAYU, MENARA62.COM – Pemberlakuan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) batal dilaksanakan di Kabupaten Indramayu. Pasalnya, level kewaspadaan Covid-19 di Kabupaten...

UM Purworejo Buat Alat Peringatan Covid-19

  Purworejo,MENARA62.COM-Virus corona cepat menyebar dari  orang satu ke orang lainnya, melalui droplet. Pemerintah sudah memberikan peringatan, himbauan dan arahan akan wabah ini....

Kesiapan Sekolah Menghadapi New Normal dari Perspektif Kesehatan

    SOLO,MENARA62.COM-Skenario pemerintah untuk menuju tahap kenormalan baru dan kembali produktif di tengah pandemi Covid-19 perlu dicermati secara serius, terutama di sektor pendidikan....

MTCC UMMagelang Bagikan Masker kepada Warga

MAGELANG, MENARA62.COM -- Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Sabtu (30/5/2020) menggelar peringatan Hari tanpa Tembakau SeDunia (HTTS). Peringatan...

JAKARTA, MENARA62.COM — Indonesia Memiliki Kemampuan Mendeteksi Covid-19. “Berdasarkan dari peninjauan saya di Laboratorium Badan Penelitian Penyakit Inveksi, Kemenkes; serta penjelasan para penelitinya, Lembaga ini sudah mampu mendeteksi Virus Corona atau Covid-19,” ujar Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta, Sabtu (29/2/2020) malam.

Ia menjelaskan, perlu diketahui lembaga ini sudah bekerja sama dengan CDC (Center for Disease Control and Prevention) yang berpusat di Atelanta, AS. Dalam kerjasama tersebut Indonesia menperoleh bantuan reagen yang bernama “riagent primer”, sejenis cairan berfungsi sebagai katalis. Katalis ini gunanya khusus untuk mendeteksi keberadaan Covid-19 yang ada pada spesimen atau sampel yang diambil dari dahak, epitel hidung dan darah orang yang dicurigai (suspek) terinveksi virus corona.

“Spesimen yang sudah diberi larutan primer tersebut, kemudian diproses dengan menggunakan metode sekaligus alat yang diberi nama PCR (Polymerise Chain Reaction),” ujarnya.

Dari hasil bekerja reagen primer dan PCR ini, menurut Muhadjir, akan dapat diketahui apakah dalam spesimen itu ada corona virusnya (Covid-19) atau tidak. Di laboratorium terdapat lebih dari empat puluh PCR, masing masing PCR bisa memproses 60 spesimen sekaligus yang membutuhkan waktu sekitar tiga jam.

Di laboratorium ini, jelas Muhadjir, juga terdapat alat bernama Squencing. Guna alat ini adalah untuk meneliti lebih lanjut mengenai karakter virus. Dengan alat ini dapat diketahui dari mana virus itu berasal, termasuk apabila perilaku dan sifat si virus telah berubah dari asalnya atau bermutasi.

Penjelasan ini sangat elementer, untuk sekedar diketahui mengenai kemampuan Indonesia dalam mendeteksi Covid-19. “Dan alhamdulillah hingga tulisan ini dibuat (27/2/2020) seluruh spesimen yang diteliti, semuanya negatif. Artinya mereka yang suspek, sakitnya bukan karena Covid-19,” ujarnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Zona Kuning Covid-19, PSBB di Indramayu Diperpanjang Hingga 12 Juni

INDRAMAYU, MENARA62.COM – Pemberlakuan New Normal atau Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) batal dilaksanakan di Kabupaten Indramayu. Pasalnya, level kewaspadaan Covid-19 di Kabupaten...

UM Purworejo Buat Alat Peringatan Covid-19

  Purworejo,MENARA62.COM-Virus corona cepat menyebar dari  orang satu ke orang lainnya, melalui droplet. Pemerintah sudah memberikan peringatan, himbauan dan arahan akan wabah ini....

Kesiapan Sekolah Menghadapi New Normal dari Perspektif Kesehatan

    SOLO,MENARA62.COM-Skenario pemerintah untuk menuju tahap kenormalan baru dan kembali produktif di tengah pandemi Covid-19 perlu dicermati secara serius, terutama di sektor pendidikan....

MTCC UMMagelang Bagikan Masker kepada Warga

MAGELANG, MENARA62.COM -- Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Sabtu (30/5/2020) menggelar peringatan Hari tanpa Tembakau SeDunia (HTTS). Peringatan...

Baju APD Buatan Indonesia Lolos ISO 16604 Class 3

JAKARTA, MENARA62.COM – Kebutuhan baju alat pelindung diri (APD) bagi para tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 masih tinggi. Berita...