28 C
Jakarta

Ini Cara Membedakan GERG Dengan Serangan Jantung

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM– Rasa terbakar pada dada, nyeri mendadak dan kesulitan menelan makanan. Gejala ini acapkali membuat penderita langsung panik dan berpikir mereka terkena serangan jantung. Padahal bisa jadi itu adalah awal serangan GERG.

“Memang GERG mirip-mirip serangan jantung. Makanya wajar penderita langsung panik dan minta pertolongan spesliasis jantung,” kata dr. Hardianto Setiawan, SpPD-KGEH selaku dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis gastroenterologi dan hepatologi Digestive Clinic Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ).

Meski gejalanya mirip serangan jantung, GERG memiliki perbedaan yang nyata. Untuk membedakannya, dr Harianto menyarankan jika dada terasa terbakar, dan mengalami nyeri hebat, segera minum air hangat dan konsumsi obat maag.

“Reaksinya dapat dilihat 10 menit kemudian. Jika nyeri dan rasa terbakar di dada hilang, berarti itu gangguan gerg, bukan serangan jantung,” tambahnya.

GERG atau Gastroesophageal Reflux Disease merupakan gangguan pencernaan akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Gangguan GERD disebabkan oleh kelainan kerongkongan yang diakibatkan tidak berfungsinya lower esophageal sphinchter (LES) di ujung bawah kerongkongan sebagai “pintu” otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung.

Kasus ini banyak ditemukan pada hernia hiatal (bagian atas perut yang menonjol ke bagian permukaan diafragma) yang membuat makanan mengalir kembali ke kerongkongan. Lalu tekanan pada perut ibu hamil yang bertambah seiring dengan pertumbuhan janin menyebabkan arus balik isi lambung ke kerongkongan, merokok yang memicu kerusakan selaput lendir, meningkatkan sekresi asam, dan melemahkan LES dan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung cokelat, bawang merah, bawang putih, kopi, teh, alkohol, tomat, cabai, serta soda berlebihan.

Meski tidak mematikan, dr Hardianto mengingatkan apabila GERD berlangsung lama akan menyebabkan kerusakan pada lapisan kerongkongan yang memicu timbulnya erosi, penyempitan bahkan kanker kerongkongan. Karena itu sangat disarankan agar penderita GERG melakukan pengobatan dengan baik dan tuntas.

Selain rasa terbakar dan rasa tertekan di dada, GERG bisa dikenali melalui gejala seperti rasa terbakar pada dada yang kadang menuju kerongkongan disertai dengan naiknya rasa asam ke mulut, nyeri dada mendadak, kesulitan menelan, suara serak, sakit tenggorokan, sering sendawa, karang gigi belakang, sinusitis berulang, dan kembung pada lambung.

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!