25 C
Jakarta

Ini Cara Membedakan GERG Dengan Serangan Jantung

Baca Juga:

SK PENDIRIAN ITBM BALI Keluar, MUHAMMADIYAH BALI Memiliki KAMPUS.

DENPASAR-MENARA62.COM. Alhamdulillah proses penyerahan SK Izin Pendirian ITBM Bali No. 499/E/O/2021 berjalan dengan lancar dan sukses. Rombongan tim pendiri ITBM Bali diterima dengan baik...

Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Keseriusan Pemerintah Tangani Keamanan Siber Institusi Negara

JAKARTA, MENARA62.COM - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Najmi Mumtaza Rabbany (Sekwil PPP DKI Jakarta) mengingatkan agar pemerintah memberi perhatian serius...

Penyelanggaraan FMTI akan Difokuskan pada Destinasi Super Prioritas

SAMOSIR, MENARA62.COM - Penyelenggaraan Festival Musik Tradisional Indonesia (FMTI) yang digelar Kemendikbudristek akan difokuskan pada Destinasi Super Prioritas, salah satunya adalah Danau Toba di...

Keren! Asah Kreativitas, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Berlatih Menggambar Anime

  SOLO, MENARA62.COM- Kreativitas merupakan aspek penting yang harus dikembangkan dalam pendidikan di sekolah dasar. Upaya mengasah kreativitas tersebut bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan yang...

JAKARTA, MENARA62.COM– Rasa terbakar pada dada, nyeri mendadak dan kesulitan menelan makanan. Gejala ini acapkali membuat penderita langsung panik dan berpikir mereka terkena serangan jantung. Padahal bisa jadi itu adalah awal serangan GERG.

“Memang GERG mirip-mirip serangan jantung. Makanya wajar penderita langsung panik dan minta pertolongan spesliasis jantung,” kata dr. Hardianto Setiawan, SpPD-KGEH selaku dokter spesialis penyakit dalam dengan subspesialis gastroenterologi dan hepatologi Digestive Clinic Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ).

Meski gejalanya mirip serangan jantung, GERG memiliki perbedaan yang nyata. Untuk membedakannya, dr Harianto menyarankan jika dada terasa terbakar, dan mengalami nyeri hebat, segera minum air hangat dan konsumsi obat maag.

“Reaksinya dapat dilihat 10 menit kemudian. Jika nyeri dan rasa terbakar di dada hilang, berarti itu gangguan gerg, bukan serangan jantung,” tambahnya.

GERG atau Gastroesophageal Reflux Disease merupakan gangguan pencernaan akibat naiknya asam lambung ke kerongkongan. Gangguan GERD disebabkan oleh kelainan kerongkongan yang diakibatkan tidak berfungsinya lower esophageal sphinchter (LES) di ujung bawah kerongkongan sebagai “pintu” otomatis yang akan terbuka ketika makanan atau minuman turun ke lambung.

Kasus ini banyak ditemukan pada hernia hiatal (bagian atas perut yang menonjol ke bagian permukaan diafragma) yang membuat makanan mengalir kembali ke kerongkongan. Lalu tekanan pada perut ibu hamil yang bertambah seiring dengan pertumbuhan janin menyebabkan arus balik isi lambung ke kerongkongan, merokok yang memicu kerusakan selaput lendir, meningkatkan sekresi asam, dan melemahkan LES dan mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung cokelat, bawang merah, bawang putih, kopi, teh, alkohol, tomat, cabai, serta soda berlebihan.

Meski tidak mematikan, dr Hardianto mengingatkan apabila GERD berlangsung lama akan menyebabkan kerusakan pada lapisan kerongkongan yang memicu timbulnya erosi, penyempitan bahkan kanker kerongkongan. Karena itu sangat disarankan agar penderita GERG melakukan pengobatan dengan baik dan tuntas.

Selain rasa terbakar dan rasa tertekan di dada, GERG bisa dikenali melalui gejala seperti rasa terbakar pada dada yang kadang menuju kerongkongan disertai dengan naiknya rasa asam ke mulut, nyeri dada mendadak, kesulitan menelan, suara serak, sakit tenggorokan, sering sendawa, karang gigi belakang, sinusitis berulang, dan kembung pada lambung.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

SK PENDIRIAN ITBM BALI Keluar, MUHAMMADIYAH BALI Memiliki KAMPUS.

DENPASAR-MENARA62.COM. Alhamdulillah proses penyerahan SK Izin Pendirian ITBM Bali No. 499/E/O/2021 berjalan dengan lancar dan sukses. Rombongan tim pendiri ITBM Bali diterima dengan baik...

Jelang Sumpah Pemuda, Politikus Muda PPP Ingatkan Keseriusan Pemerintah Tangani Keamanan Siber Institusi Negara

JAKARTA, MENARA62.COM - Menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Najmi Mumtaza Rabbany (Sekwil PPP DKI Jakarta) mengingatkan agar pemerintah memberi perhatian serius...

Penyelanggaraan FMTI akan Difokuskan pada Destinasi Super Prioritas

SAMOSIR, MENARA62.COM - Penyelenggaraan Festival Musik Tradisional Indonesia (FMTI) yang digelar Kemendikbudristek akan difokuskan pada Destinasi Super Prioritas, salah satunya adalah Danau Toba di...

Keren! Asah Kreativitas, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Berlatih Menggambar Anime

  SOLO, MENARA62.COM- Kreativitas merupakan aspek penting yang harus dikembangkan dalam pendidikan di sekolah dasar. Upaya mengasah kreativitas tersebut bisa dilakukan dengan berbagai kegiatan yang...

Pemberian dan Perubahan Nama Itu Adalah Untuk Kemaslahatan

JAKARTA, MENARA62.COM- Pemberian nama terhadap seseorang baik oleh orang tuanya atau oleh orang lain dengan nama yang baik itu diharapkan ada maslahatnya. Atau tepatnya...