33.5 C
Jakarta

Institut STIAMI Fokus Kembangkan Instrastruktur IT untuk Maksimalkan Pembelajaran Online

Baca Juga:

JAKARTA, MENARA62.COM – Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi (pembelajaran online) yang berlangsung sejak pandemi Covid-19 menyadarkan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI bahwa dukungan infrastruktur IT menjadi hal paling penting dan mendasar pada proses pembelajaran masa depan. Karena itu Institut STIAMI akan lebih fokus untuk mengembangkan infrastruktur IT guna mendukung pembelajaran jarak jauh sehingga bisa menjangkau lebih banyak kampus dan mahasiswa.

“Pandemi Covid-19 telah mengubah cara pandang kami, bahwa gedung tinggi bukan waktunya lagi. Pembelajaran masa depan lebih membutuhkan infrastruktur berupa dukungan IT,” kata Rektor Institut STIAMI Prof Dr Ir Wahyudin Latunreng, MM pada wisuda sarjana semester ganjil tahun akademik 2019/2020 yang berlangsung secara luring dan daring, Senin (23/11/2020).  Wisuda tersebut diikuti 285 wisudawan yang terdiri dari Prodi Vokasi (D3) 4 orang, Sarjana 280 orang dan Pascasarjana 1 orang.

Wisuda ke-39 tersebut menghadirkan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Ketua LLDIKTI Prof Agus yang berkesempatan memberikan sambutan secara virtual.

Menurut Rektor sejak pandemi Covid-19 melanda tanah air, Institut STIAMI telah melaksanakan pembelajaran secara online. Model pembelajaran tersebut sesungguhnya bukan hal yang asing bagi Institut STIAMI karena sebelumnya Institut STIAMI telah memiliki aplikasi SSO (Single Sign-On) yang  merupakan sarana komunikasi antara untuk seluruh civitas akademika di Institut STIAMI. Bahkan salah satu alumni Institut STIAMI  telah menghasilkan produk pembelajaran online dengan brand Rapat-In yang memiliki  kemiripan dengan platform pembelajaran yang dimiliki zoom.

Diakui Rektor, dalam pelaksanaan pembelajaran online, perguruan tinggi dihadapkan dalam kondisi ketersediaan infrastruktur penunjang proses pembelajaran online, kesiapan dosen  dalam penyiapan bahan pengajaran serta adaptasi mahasiswa dalam pemanfataan teknologi. Itu sebabnya, ke depan  investasi Institut STIAMI sebagian besar akan digunakan untuk membangun infrastrukur IT. Misalnya menambah kapasitas server yang semula hanya 50 MBPS, ditambah menjadi lebih dari 100 MBPS. Tujuannya agar bisa melayani mahasiswa dan dosen dari Sabang sampai Merauke.

Senat Institut STIAMI berfoto bersama di sela wisuda ke -39

Institut STIAMI yang kini memiliki mahasiswa berjumlah 9,227 orang yang tersebar pada 9 program studi, lanjut Rektor juga menyiapkan modul-modul pembelajaran terutama dalam bentuk tayangan video. Sebab pada era pembelajaran berbasis IT, seringkali mahasiswa lebih mudah paham jika mengikuti materi melalui tayangan video.

Selain keterkaitan dengan infrastruktur IT, Rektor mengakui tantangan yang dihadapi Institut STIAMI adalah menyiapkan implementasi Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang digagas Mendikbud Nadiem Makarim. Dalam program Merdeka Belajar episode 6 , mahasiswa mendapatkan hak belajar 3 sementer di luar program studi yang dipelajari.

Mahasiswa diberikan kebebasan mengambil SKS di luar program studi, tiga semester yang di maksud berupa 1 semester kesempatan mengambil mata kuliah di luar program studi dan 2 semester melaksanakan aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi dengan pilihan kegiatan belajar di luar perguruan tinggi, di antaranya melakukan magang praktik kerja di Industri atau tempat kerja lainnya, melaksanakan proyek pengabdian kepada masyarakat di desa, mengajar di satuan pendidikan, mengikuti pertukaran mahasiswa, melakukan penelitian, melakukan kegiatan kewirausahaan, membuat studi/proyek independen, dan mengikuti program kemanusisaan. Semua kegiatan tersebut harus dilaksanakan dengan bimbingan dari dosen.

Kampus merdeka diharapkan dapat memberikan pengalaman kontekstual lapangan yang akan meningkatkan kompetensi mahasiswa secara utuh, siap kerja, atau menciptakan lapangan kerja baru.

Rektor mengatakan Impelementasi Kampus Merdeka – Merdeka Belajar merupakan konsen utama Institut STIAMI yang akan diprogramkan dalam Rapat Kerja Manajemen pada tanggal 2 dan 3 Desember 2020.

“Komitmen Institut STIAMI yang tertuang dalam VISI menjadi Perguruan Tinggi yang berakhlak mulia, unggul dan berdaya saing telah kami tuangkan dalam Rencana Strategis Institut STIAMI Periode 2019-2024 yang merupakan fase kedua dari Rencana Induk Pengembangan Institut STIAMI 2015-2035 yang memfokuskan kepada Penguatan Excellent Education dan Riset melalui strategi,” tambahnya.

Adapun bebebrapa strategi yang disiapkan pertama dalam bidang edukasi. Melalui Pendidikan yang unggul dikuatkan dengan mengkombinasikan keunggulan akademik, kebutuhan pasar, dan kebutuhan masyarakat dengan tetap mendukung upaya pengembangan karakter bangsa dan terciptanya iklim akademik yang berbasis kemampuan leadership dan entrepreneurship serta berpegang kepada nilai-nilai moral etika melalui penajaman kurikulum dan peningkatan mutu secara berkelanjutan.

Lalu strategi kedua dibidang riset, akan diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta meningkatkan daya saing bangsa melalui penelitian yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menjamin pengembangan penelitian unggulan yang komparatif dan kompetitif, meningkatkan diseminasi hasil penelitian dan perlindungan hak kekayaan intelektual, serta mempertahankan atau meningkatkan penilaian kinerja riset secara nasional.

Kemudian ketiga dibidang kelembagaan, melalui rencana perubahan bentuk kelembagaan dari Institut menjadi Universitas dengan melakukan penambahan program studi baru pada tahun 2022.

Dalam Rencana Stategis Institut STIAMI Periode 2019-2024 secara garis besar memuat  5 kebijakan Stategis yang terdiri dari :  Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia, Peningkatan Tata Kelola Kelembagaan, Peningkatan Kualitas Pembelajaran dan Mahasiswa, Peningkatan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dan Pengembangan Inovasi. 

Dalam wisuda kali ini,  Institut STIAMI juga mengukuhkan Dr H.M Syahrial Yusuf, MM sebagai Associate Profesor berdasarkan persetujuan Senat Akademik Institut STIAMI berdasarkan karya ilmiah yang telah dipublikasikan dalam Jurnal Nasional dan Jurnal Internasional serta pengalaman dalam mengembangan Pendidikan dan Kewirausahaan di Indonesia.

“Associate Profesor adalah gelar akademik yang belum lazim di Indonesia. Tetapi kami sudah memulai,” kata Dedy Kusna Utama, Direktur Humas dan Kerjasama Institut STIAMI.

Institut STIAMI sendiri saat ini telah memiliki 3 guru besar di bidang Ilmu Manajemen. Ke depan, kegiatan riset dan publikasi ilmiah para dosen akan terus didorong sehingga mereka dapat meraih pencapaian jenjang akademik tertinggi sebagai guru besar atau profesor.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dalam sambutannya melalui rekaman video menyampaikan selamat kepada para wisudawan. Gubernur berharap lulusan Institut STIAMI mampu memberikan kontribusi besar bagi pembangunan bangsa dan negara.

Ucapan selamat juga disampaikan oleh Ketua LLDIKTI Wilayah III Prof Agus. Dalam sambutannya Prof Agus mengatakan meski sebagian wisudawan mengikuti proses wisuda secara daring tetapi aspek legalitasnya sama dengan wisuda secara luring.

“Di tengah suasana pandemi Covid-19 seperti sekarang ini maka aspek kesehatan menjadi hal yang paling utama,” katanya.

Ia mengatakan Institut STIAMI dengan akreditasi unggul adalah kampus yang sudah menerapkan kebijakan Kampus Merdeka. Kebijakan ini memberikan bekal bagi wisudawan untuk bisa bertransformasi secara lincah dengan kebutuhan masa depan. “Pendidikan untuk penguasaan ilmu akademik itu sudah baku, yang kita butuhkan adalah bagaimana pendidikan itu lebih adaptif dan inovatif,” tutupnya.

Dalam wisuda tersebut turut hadir Ketua Yayasan Ilomata Amrullah Satoto dan sejumlah pengurus yayasan, dekan, dosen dan perwakilan dari Pemprov DKI Jakarta. Wisuda secara luring dilakukan pada beberapa mahasiswa perwakilan dan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Hotel Daily Inn Cempaka Putih, Jakarta.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!