25 C
Jakarta

Irni Sofiani Menjabat Direktur RS UAD 2020-2022

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Dokter Irni Sofiani MMR, dilantik menjadi Direktur Rumah Sakit Universitas Ahmad Dahlan (RS UAD) oleh Direktur PT Adi Multi Husada, Drs Muhammad Safar Nasir MSi di Kampus 1 UAD Yogyakarta, Selasa (25/8/2020). Irni Sofiani menggantikan Prof Dr dr Rusdi Lamsudin SP.S(K), MMed, Sc. yang telah habis masa jabatannya.

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dr Muchlas MT mengharapkan agar dr Irni Sofiani terus mengimplementasi program terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Rumah Sakit (RS) UAD. Selain itu, RS UAD juga berkolaborasi dengan RS PKU Muhammadiyah Bantul.

“RS UAD harus meningkatkan manajemen rumah sakit dengan baik. Sehingga pelayanannya dapat semakin memuaskan masyarakat yang beroba di RS UAD,” kata Muchlas.

Dari kiri ke kanan: Rusdi Lamsudin, Safar Nasir, Muchlas, dan Irni Sofiani. (foto : heri purwata)

Sedang Rusdi Lamsudin mengatakan RSUAD merupakan akuisisi dari RS Holistika Media. RS UAD beralamat di Jalan Cindelaras Raya, Karangsari, Kalurahan Widomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Selama kepemimpinannya, RS UAD telah berhasil meraih akreditasi Utama.

“Ini sungguh membanggakan. Rumah sakit yang baru dibeli dari masyarakat dengan segala permasalahannya berhasil meraih akreditasi Utama,” kata Rusdi Lamsudin yang juga Dekan Fakultas Kedokteran UAD.

Sementara Irni Sofiani yang sebelumnya menjabat Direktur RS PKU Muhammadiyah Kotagede mengatakan jabatan yang baru diterima merupakan amanah yang tidak ringan. Karena itu, ia mengharapkan mendapat dukungan dari berbagai pihak agar RS UAD bisa tetap survive di masa pandemi Covid-19.

RS UAD, lanjut Irni, merupakan rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran UAD. Saat ini, RS UAD memiliki peralatan yang canggih yaitu USG (Ultrasonografi) dengan empat dimensi dan Phaco Emulsifikasi yaitu alat operasi katarak.

“Keunggulan USG empat dimensi ini bisa melihat wajah, hidung bayi dan segala macam lebih jelas. Sedang Phaco, saat operasi tidak ada jahitan, dan pasien bisa langsung pulang. Biasanya, one day care. Tetapi juga tergantung pada kondisi pasien masing-masing,” kata Irni.

Selain itu, lanjut Irni, RS UAD akan fokus kepada pasien Lansia (lanjut usia). Saat ini, banyak Lansia yang ada di Yogyakarta sehingga mereka membutuhkan pelayanan kesehatannya.

“Kita berharap bisa memberikan pelayanan kepada Lansia dengan dokter-dokter penyakit dalam RS UAD. Mereka bisa berkonsultasi, memeriksakan diri kepada dokter penyakit dalam. Juga stroke, Lansia bisa berobat di Poli Syaraf. Serta penyakit lainnya,” kata Irni.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!