23.9 C
Jakarta

Jelang Tanwir I Di Surabaya, Aisyiyah Akan Bahas Gerakan Ekonomi Perempuan

Baca Juga:

SURABAYA, MENARA62.COM – Organisasi otonom Wanita Muhammadiyah, Pimpinan Pusat Aisyiyah akan membahas dan mendialogkan langkah-langkah diambil untuk mendukung gerakan ekonomi perempuan saat pelaksanaan Tanwir I periode 2015-2020 di Surabaya, 19-21 Januari.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantin saat persiapan Tanwir di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya mengatakan, tanwir mengangkat tema “Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Pilar Kemakmuran Bangsa” itu diikuti 450 orang pimpinan Aisyiyah se-Indonesia.

“Kegiatan ini lebih menekankan pada upaya untuk mencari solusi permasalahan ekonomi Indonesia yang hingga kini masih terjadi,” tutur Siti Noordjannah seperti dikutip dari Antara, Kamis (18/01/2018).

Ia mengatakan, fokus dalam tanwir nantinya akan dikaitkan dengan empat pilar yang telah digerakkan Aisyiah yaitu meliputi pendidikan, kesehatan, layanan sosial serta ekonomi yang saat ini mulai gencar diterapkan.

“Selama ini Aisyiah telah melakukan pembinaan kegiatan ekonomi. Melalui tanwir ini, secara organisasi kami menyatakan bahwa gerakan ekonomi dari Aisyiah menjadi empat pilar gerakan yang siap digerakkan di tingkat masyarakat luas,” kata dia.

Menurutnya, pilar pendidikan yang dikelolanya sudah memiliki lebih dari 20 ribu lembaga, yang meliputi dari pendidikan anak usia dini (Paud), SD, SMA-SMK hingga perguruan tinggi.

“Pilar kedua yaitu kesehatan, kami memiliki gerakan dibawah yang telah melayani kesehatan dengan memiliki lebih dari 135 ribu unit klinik hingga rumah sakit yang dikelola Aisyiah yang siap bergerak dengan memberikan layanan,” ujarnya.

Untuk penyelesaian masalah perekonomian, Noordjannah menjelaskan, selain menjadi tanggung jawab pemerintah, juga menjadi tanggung jawab organisasi, termasuk organisasi perempuan seperti Aisyiyah. Apalagi, menurutnya, perempuan memiliki peran yang luar biasa dalam upaya memperbaiki perekonomian di negeri ini.

Dengan etos kerja dan kegigihan itulah perempuan diharapkan menjadi kekuatan strategis dalam gerakan pemberdayaan ekonomi untuk mewujudkan kemakmuran bangsa.

“Karena perempuan biasanya sudah menjadi pengatur ekonomi di tingkat keluarga sehingga kami yakin jika adanya usaha-usaha pemberdayaan perempuan, khususnya dalam ekonomi, sehingga membawa dampak positif langsung bagi kemakmuran bangsa,” tuturnya.

Selain itu, langkah yang nantinya diambil dalam tanwir 2018 ini juga menjadi misi dakwah organisasi itu. Karena agenda dijalankan melalui program-prohram pemberdayaan masyarakat dan melakukan advokasi regulasi, maupun kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat.

Pada pelaksanaan Tanwir I Aisyiyah periode 2015-2020 ini nantinya akan dibuka oleh Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dan dihadiri oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan, serta beberapa menteri dari Kabinet Kerja.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!