27 C
Jakarta

Kajian Bulanan UMS: Prof Din Syamsudin Sampaikan 7 Aspek Islam Wasathiah. Begini Penjelasannya

Baca Juga:

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

 

PABELAN, MENARA62.COM-Ketua Umum PP Muhammadiyah 2005 – 2015 , Prof. Din Syamsudin kembali menjadi pembicara di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), pada Kamis (25/2/21). Kali ini Din menyampaikan tentang bagaimana Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam yang mengimplementasi Islam Wasathiah.
Menurut Din, Wasathiyah adalah ajaran Islam yang mengarahkan umatnya agar adil, seimbang, bermaslahat dan proporsional, atau sering disebut dengan kata “moderat” dalam semua dimensi kehidupan.
Wasathiah, kata Din, mulai muncul kembali sekitar tahun 2000-an setelah maraknya aksi teror yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengaku paling Islami yang berbuat anarkis.
Kata Din, sekelompok orang ini lah yang mengakibatkan Islamophobia di kalangan masyarakat. “Maka dari itu Islam Wasathiah menjadi hal yang penting di era sekarang ini,” ujarnya.
Di hadapan sekitar 700an peserta yang terdiri dosen dan karyawan UMS yang ikut menyimak secara online menggunakan aplikasi Zoom, Din menyampaikan konsep Islam Wasathiah. Ada 7 aspek yang masuk dalam konsep Islam Wasathiah, yakni, Al-I’tidal, At-Tawazun, At-Tasamuh, As-Syura, Al-Islah, Al-Qudwah, dan Al-Muwatonah.
Di jelaskan oleh Din, Al-I’tidal itu artinya adil tidak memihak siapapun. Sebagaimana dalam Sholat, I’tidal itu posisi lurus yang tidak condong ke manapun.
Aspek kedua lanjut Din, yakni At-Tawazun yang artinya keseimbangan, bagaimana masyakarat itu bisa seimbang antara agama, bangsa, negara bahkan dunia. Kemudian yang ketiga yakni At-Tasamuh yang berarti rasa saling menghargai dan menghormati antara satu dengan yang lainnya. Dengan seperti ini kata Din, maka perpecahan pun tidak akan terjadi.
Aspek keempat yakni As-Syura, kecenderungan untuk membicarakan masalah secara bersama (musyawarah). Kelima, Al-Islah yang berarti melakukan perbaikan. Kata Din, Islah disini yakni apabila ada kerusakan dalam tatanan kehidupan itu selalui dilakukan perbaikan.
Kemudian, aspek yang keenam yaitu Al-Qudwah yang artinya pelopor, atau yang mengambil inisiatif, dan yang ketujuh yaitu Al-Muwatonah yang berarti kewarganegaraan, “kita mengakui sebuah negara dan kita mau membangunnya” sambungnya.
Din berpesan, warga Muhammadiyah itu harus luwes, luas pikirannya, luas wawasannya dan tegas. Menurutnya kerukunan beragama itu bukan basa-basi belaka melainkan kerukunan yang sejati. (BN/*).

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Pertahankan Rating dari Fitch, Hutama Karya Pertegas Posisi Perusahaan dengan Kinerja Stabil Ditengah Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Meski berada di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mempengaruhi kinerja perusahaan sebagaimana industri lain pada umumnnya, namun PT Hutama Karya (Persero) ...

Menhub: Sinergi Regulator, Operator, dan Pengguna Jasa Tentukan Keselamatan Angkutan Jalan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sinergi yang baik antara pemerintah, operator, dan pengguna jasa sangat menentukan keselamatan angkutan jalan. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya...

Kemendikbud Serahkan Soal Kompetensi Dasar Calon ASN 2021 kepada Panselnas

JAKARTA, MENARA62.COM - Sebagai komponen dari penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) formasi tahun 2021,...

Hilmar Pastikan Draf Buku Kamus Sejarah Jilid I Belum Final

JAKARTA, MENARA62.COM - Isu terkait draf naskah buku Kamus Sejarah Jilid I yang disusun sebelum kepemimpinan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim...

Kurangi Emisi, Penggunaan Sumber Energi Terbarukan Mendesak

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, yang juga Ketua Harian Dewan Energi Nasional (DEN) menerangkan urgensi dan rencana...