BANDUNG, MENARA62.COM – Program Studi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung terus menunjukkan daya tariknya sebagai pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin meniti karier di bidang sains dan teknologi. Tak hanya mengedepankan pembelajaran berbasis teori, program studi ini juga menitikberatkan pada praktik laboratorium, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ketua Himpunan Mahasiswa (Hima) Bioteknologi UM Bandung, Nadzira Nurul Fadhilah, mengatakan memilih program studi seharusnya tidak sekadar mengikuti tren, melainkan mempertimbangkan tempat yang mampu mengembangkan potensi diri sekaligus mempersiapkan masa depan.
Saat ditemui di Kampus UM Bandung, Kamis (9/7/2026), Nadzira mengungkapkan bahwa proses pembelajaran di Prodi Bioteknologi dirancang agar mahasiswa memahami penerapan ilmu secara langsung melalui berbagai kegiatan praktikum.
“Di sini kami bukan cuma belajar dari buku. Hampir setiap materi didukung dengan praktikum, jadi konsep yang dipelajari langsung dipraktikkan. Selain itu, dosen juga memastikan mahasiswa benar-benar paham, bukan sekadar mengejar nilai,” ujarnya.
Menurut mahasiswa angkatan 2023 itu, suasana akademik di Prodi Bioteknologi UM Bandung juga sangat mendukung pengembangan potensi mahasiswa. Dosen tidak hanya mendampingi proses perkuliahan, tetapi juga mendorong mahasiswa aktif mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), penelitian, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), hingga berbagai kompetisi ilmiah.
“Dosen selalu memberikan ruang untuk berkembang. Mau ikut PKM, penelitian, P2MW, atau lomba karya ilmiah, kami selalu didukung. Jadi, selama kuliah, kami benar-benar didorong untuk berani mencoba dan mengembangkan kemampuan,” katanya.
Selain meningkatkan kompetensi akademik, proses pembelajaran juga membentuk karakter mahasiswa agar lebih disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, serta terampil menghadapi berbagai tantangan. Kemampuan tersebut dinilai menjadi bekal penting saat memasuki dunia profesional.
Nadzira menjelaskan, lulusan Bioteknologi memiliki prospek karier yang luas. Selama menempuh pendidikan, mahasiswa mempelajari berbagai disiplin ilmu, mulai dari mikrobiologi, genetika, biologi molekuler, kultur jaringan, teknologi pangan, pertanian, kesehatan, hingga lingkungan.
Bekal tersebut membuka peluang berkarier di berbagai sektor, seperti industri farmasi, pangan, kesehatan, lingkungan, lembaga penelitian, maupun perusahaan berbasis bioteknologi yang terus berkembang.
Ia juga menilai budaya riset dan inovasi menjadi salah satu keunggulan Prodi Bioteknologi UM Bandung. Mahasiswa sejak dini dilibatkan dalam penelitian, program pengabdian kepada masyarakat, hingga kegiatan magang sehingga terbiasa berpikir kritis dan menghasilkan solusi bagi persoalan nyata.
“Kami diajak untuk tidak hanya menjadi mahasiswa yang pintar secara akademik, tetapi mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Itu yang membuat kuliah di Bioteknologi terasa seru sekaligus menantang,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Nadzira mengajak calon mahasiswa agar tidak ragu memilih jurusan sesuai minat dan passion. Menurutnya, Bioteknologi menjadi pilihan yang menjanjikan bagi mereka yang menyukai biologi, kimia, kesehatan, pertanian, lingkungan, maupun teknologi karena kebutuhan tenaga ahli di bidang tersebut terus meningkat.
“Kalau kamu suka sains dan ingin ilmunya benar-benar bisa diterapkan untuk membantu banyak orang, Bioteknologi adalah pilihan yang tepat. Apalagi Prodi Bioteknologi UM Bandung sudah terakreditasi Unggul, jadi kualitas pembelajaran, fasilitas, dan pengembangan mahasiswanya sudah terbukti. Jangan takut memilih Bioteknologi, karena peluang kariernya luas dan masa depannya sangat menjanjikan,” tutupnya. (FA)
