25.6 C
Jakarta

Kisah Relawan Cilik dari SD Muhammadiyah 1 Semangat Melawan Covid-19

Must read

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw “Kencleng Surga” Berbagi di Tengah Pandemi

  SOLO,MENARA62.COM-Di tengah suasana keprihatinan akibat pandemi yang tak kunjung usai, momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw tahun ini dimanfaatkan oleh SD Muhammadiyah PK Kottabarat...

Menhub: Program Tol Laut Terus Meningkat dan Berkembang

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sejak diluncurkan pada tahun 2015, program Tol Laut terus mengalami peningkatan dan perkembangan, baik dari segi infrastruktur, trayek, armada, jumlah muatan,...

Kemenhub Sinergi dengan Dekranas, Manfaatkan Potensi Tamarin untuk Membatik

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Dharma Wanita Persatuan Kementerian Perhubungan kembali menggelar kerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dengan menyelenggarakan pelatihan teknik membatik...

Gimbal Trolley sebagai Media Angkut Ringan di Rumah Sakit

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- PKM adalah suatu wadah yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam...

SOLO, MENARA62.COM – Memperingati Hari Anak Nasional, Safaraz Aufa Azalia (10), tidak bisa berdiam diri saat melihat upaya pemerintah berperang melawan virus corona.

Fafa, sapaan akrab siswa sekolah rujukan nasional SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta terpanggil memberikan edukasi pemahaman tentang virus corona dan kondisi yang saat ini dialami oleh warga dunia via Radiomu “Ngopi Bareng Den Budi” di bawah naungan Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jum’at malam (23/7/2020).

“Bertepatan 23 Juli 2020, semoga sahabat-sahabatku pukul 19. 00 hingga 20.00 WIB tetap semangat peringati Hari Anak Nasional diselenggarakan online. Anak terlindungi, Indonesia Maju. Anak Indonesia gembira di rumah,” ujar Fafa saat live interaktif yang punya multi talenta beladiri, karawitan dan tari kipas.

Putri pertama pasangan Sunyoto SSos dan Tri Yuniarti, S.Si. S.Pd., mengaku, kangen dengan suasana belajar di sekolah.

“Kangen, kangen bertemu sahabat, online dan offline dua-duanya enak, kita pakainya zoom, sekolahku keren pakai M1smart card atau lebih kerennya E-Money bisa absen, kantin sehat, perpus, BUMS, UKS modern dan infak,” ujar Relawan Cilik Fafa yang kini duduk di bangku kelas empat.

Fafa berpesan agar anak-anak di Solo, Indonesia bahkan Dunia untuk tetap melakukan berbagai kegiatan positif dan produktif namun tetap menjalankan protokol kesehatan harus selalu menggunakan masker, menjaga jarak, rajin cuci tangan dan menjaga wudhu bagi yang muslim.

Saat ditanya mengenai sistem belajar di rumah, Fafa menuturkan, belajar daring sangat asyik diterapkan di rumah.

“Karena seru ada kebiasaan baru. Sekolah juga memberikan jadwal mulai dari olahraga, sholat sunnah dhuha, membantu orang tua, melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tahfiz, tematik, bahasa jawa dan bermain sepeda,” ucap Fafa dengan penuh semangat dan tersenyum.

Link untuk melihat secara offline hasil rekaman kemarin kisah relawan terdepan? Klik https://www.facebook.com/RadioMuhammadiyah/videos/2650985235145402/

Sementara itu, Kepala Sekolah Hj. Sri Sayekti, M.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Jatmiko mendorong anak-anak tetap optimistis, semakin cerdas, inovatif dan kreatif dan semangat dalam meraih cita-cita sekalipun masih dalam situasi pandemi COVID-19.

Menurut Jatmiko, anak-anak rentan mengalami gejala kurang nyaman bahkan bisa jadi stress selama pandemi COVID-19. Terpaksa membatasi kegiatannya untuk belajar, bermain, dan beribadah dari rumah.

“Mengetuk kepedulian semua elemen anak bangsa, baik orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah terhadap pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak,” imbuhnya.

Maka dari itu, Jatmiko mendorong, mantap gotong royong peran orangtua sangatlah besar dalam membantu anak-anak menyiasati kondisi ini. Jangan sampai orangtua lepas tangan acuh dan abai.

“Di masa pandemi ini butuh kerjasama, ta’awun, takaful saling menanggung dan kolaborasi antara guru, orangtua, dan juga siswa. Dengan begitu semangat belajar anak-anak isnya Allah tetap dapat terjaga,” pungkasnya.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw “Kencleng Surga” Berbagi di Tengah Pandemi

  SOLO,MENARA62.COM-Di tengah suasana keprihatinan akibat pandemi yang tak kunjung usai, momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw tahun ini dimanfaatkan oleh SD Muhammadiyah PK Kottabarat...

Menhub: Program Tol Laut Terus Meningkat dan Berkembang

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sejak diluncurkan pada tahun 2015, program Tol Laut terus mengalami peningkatan dan perkembangan, baik dari segi infrastruktur, trayek, armada, jumlah muatan,...

Kemenhub Sinergi dengan Dekranas, Manfaatkan Potensi Tamarin untuk Membatik

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Dharma Wanita Persatuan Kementerian Perhubungan kembali menggelar kerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dengan menyelenggarakan pelatihan teknik membatik...

Gimbal Trolley sebagai Media Angkut Ringan di Rumah Sakit

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- PKM adalah suatu wadah yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam...

Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) 2020 Serampangan 

BANTEN, MENARA62.COM -- Pimpinan Cabang ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pandeglang memberikan beberapa catatan kepada Dinas koperasi dan UMKM Pandeglang agar lebih selektif terkait...