35.2 C
Jakarta

Kopdar SUMU Tulungagung Bahas Masalah hingga Kolaborasi

Baca Juga:

TULUNGAGUNG, MENARA62.COM – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung kembali menggelar Kopdar SUMU sebagai ruang bertukar pengalaman, membahas persoalan usaha, memperkenalkan produk, hingga membuka peluang kolaborasi antarpelaku usaha.

 

Kegiatan yang berlangsung di Alba Garden, Jumat (18/9/2026), tersebut dikemas dengan suasana santai dan membumi. Peserta duduk lesehan sambil menikmati rujak buah dan nasi thiwul.

 

Meski berlangsung santai, pembahasan dalam kopdar justru menyentuh berbagai persoalan nyata yang dihadapi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis.

 

Konsep pertemuan kali ini berbeda dari forum yang hanya berorientasi pada penyampaian materi. Setiap peserta diberikan kesempatan membawa dan membagikan salah satu dari empat hal, yakni satu masalah usaha, satu ilmu atau pengalaman, satu produk, atau satu peluang kolaborasi.

 

Format tersebut membuat peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga ikut berkontribusi dalam membangun percakapan dan mencari solusi bersama.

 

Beragam persoalan usaha pun muncul dalam diskusi, mulai dari pemasaran, branding, sumber daya manusia, permodalan, pengelolaan keuangan, pengembangan usaha, distribusi, hingga penguatan sistem dan manajemen.

 

Di sisi lain, forum tersebut juga menjadi ajang bagi peserta untuk berbagi keahlian, memperkenalkan produk dan layanan, serta menemukan potensi kerja sama yang dapat dikembangkan.

 

Dengan konsep itu, Kopdar SUMU Tulungagung tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi. Forum tersebut diarahkan menjadi ruang untuk saling mengenal kebutuhan dan potensi antaranggota serta pelaku usaha yang hadir.

 

Petakan Kebutuhan Pelaku Usaha

 

Korda SUMU Tulungagung Lutfy Azizah mengatakan, berbagai masukan yang muncul dalam kopdar akan menjadi bahan penting dalam menentukan arah program SUMU ke depan.

 

“Kita ingin program SUMU benar-benar berangkat dari kebutuhan yang nyata. Karena itu, kita perlu mendengar langsung apa yang sedang dihadapi para pelaku usaha, apa yang mereka butuhkan, apa yang bisa mereka bagikan, dan peluang apa yang bisa kita hubungkan,” kata Lutfy.

 

Menurut dia, pemetaan kebutuhan melalui forum kopdar diharapkan membuat program SUMU berikutnya lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun pelaku UMKM.

 

“Hasil kopdar ini menjadi acuan bagi kami untuk menyusun program selanjutnya. Harapannya, program SUMU bukan sekadar kegiatan, tetapi benar-benar membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi anggota dan pelaku UMKM,” ujarnya.

 

Kopdar SUMU Tulungagung menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem usaha yang saling terhubung. SUMU diharapkan tidak sekadar menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk berbagi pengetahuan, belajar, membangun kolaborasi, dan bertumbuh bersama.

 

Melalui semangat “Srawung, Urun Kweruh, Mbangun, Uwoh”, SUMU Tulungagung mendorong hubungan antarpelaku usaha agar berkembang dari sekadar silaturahmi menjadi jejaring pengetahuan, kolaborasi, dan solusi.

 

Dengan demikian, kopdar menjadi salah satu cara untuk menggali kebutuhan dari lapangan sekaligus mempertemukan potensi yang dimiliki para pelaku usaha dalam ekosistem SUMU.

 

SUMU bermanfaat untuk semuanya. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!