25.6 C
Jakarta

KPI UMY Perkuat Visi Internasional

Must read

Mau Lihat Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman? Yuk, Hadiri Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro di Museum Nasional

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan akan menggelar Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro sebagai rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN)...

Menhub Pantau Tol Cikampek Via Helikopter

CIKAMPEK, MEANRA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan pantauan kondisi lalu lintas di Tol Cikampek dengan menggunakan Helikopter. Dalam pantauan tersebut, Menhub menemukan...

Sumpah Pemuda, Secarik Kertas yang Mengantar Indonesia Merdeka

JAKARTA, MENARA62.COM – Barangkali Profesor Muhammad Yamin tak pernah menduga bahwa tulisan yang dituangkan dalam secarik kertas, 92 tahun yang lalu, menjadi catatan penting...

Legislator Anis Ingatkan Pentingnya Bekal Perjuangan Politik bagi Pengurus PKS

JAKARTA, MENARA62.COM - Anggota DPR-RI Komisi XI F-PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, S.Ag., M.Si. menggelar  pertemuan virtual bersama struktur PKS se-Jakarta Timur dalam rangka...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KPI-FAI UMY) melakukan kerjasama dengan Fakultas Komunikasi dan Art Universitas Chulalongkorn Thailand. Hal ini dimaksudkan untuk mempertajam visi internasionalisasi untuk mempersiapkan diri memasuki kompetisi era global.

Dekan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FAI UMY), Dr Mahli Zaenudfin Tago MSi mengemukakan hal itu di sela-sela memimpin rombongan Program Studi KPI UMY berkunjung ke Chulalongkorn Univetsity Selasa (17/1/2017). Kerjasama ini dirasa sangat penting ditingkatkan karena selama ini KPI UMY banyak diminati mahasiswa asing termasuk dari Thailand.

“Setelah kunjungan ini akan segera ditindaklanjuti dengan beragam kegiatan akademik, baik untuk mahasiswa maupum dosen seperti student exchange, joint research, joint seminar, dan lain-lain,” kata Mahli.

Sedang Twediana Budi Hapsari PhD, pakar Komunikasi Islam yang juga dosen KPI UMY menyatakan dinamika masyarakat yang semakin mengglobal maka keberadaan media massa maupun media sosial (medsos) adalah keniscayaan yang tidak dapat diabaikan peran strategisnya. Kenyataannya perkembangan masyarakat dipengaruhi oleh media massa, begitu pula media massa dipengaruhi perkembangan masyarakat.

“Meski demikian juga perlu dibangun sikap kritis sehingga perkembangan masyarakat yang disebabkan kemajuan media massa dan media sosial dapat tumbuh dalam bingkai moral dan nilai nilai yang konstruktif. Sinergi perguruan tinggi yang bersifat internasional mutlak dan KPI UMY harus masuk dalam era global tersebut,” kata Twediana.
(Moch Nurul Yamin)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Mau Lihat Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman? Yuk, Hadiri Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro di Museum Nasional

JAKARTA, MENARA62.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan akan menggelar Pameran Pusaka Pangeran Diponegoro sebagai rangkaian kegiatan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN)...

Menhub Pantau Tol Cikampek Via Helikopter

CIKAMPEK, MEANRA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan pantauan kondisi lalu lintas di Tol Cikampek dengan menggunakan Helikopter. Dalam pantauan tersebut, Menhub menemukan...

Sumpah Pemuda, Secarik Kertas yang Mengantar Indonesia Merdeka

JAKARTA, MENARA62.COM – Barangkali Profesor Muhammad Yamin tak pernah menduga bahwa tulisan yang dituangkan dalam secarik kertas, 92 tahun yang lalu, menjadi catatan penting...

Legislator Anis Ingatkan Pentingnya Bekal Perjuangan Politik bagi Pengurus PKS

JAKARTA, MENARA62.COM - Anggota DPR-RI Komisi XI F-PKS, Dr. Hj. Anis Byarwati, S.Ag., M.Si. menggelar  pertemuan virtual bersama struktur PKS se-Jakarta Timur dalam rangka...

Peringati Sumpah Pemuda, Ketum Kowani Ingatkan Peran Perempuan Sebagai Ibu Bangsa

JAKARTA, MENARA62.COM – Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Dr. Ir Giwo Rubianto, M.Pd mengingatkan bahwa peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 memiliki...