25.6 C
Jakarta

KPK Periksa Istri Setya Novanto Sebagai Saksi untuk Fredrich

Must read

Kuliah Secara Online Tetap Lanjut Meski Kampus Mulai Dibuka Januari 2021

JAKARTA, MENARA62.COM – Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam memastikan bahwa perkuliahan tatap muka akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Meski pembelajaran tatap muka sudah...

Kemenhub Tawarkan Kerja Sama Pengusahaan 6 Terminal Tipe A Kepada Swasta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pertemuan dengan para investor (investor gathering) swasta baik dari unsur UMKM, maupun perusahaan...

Unik, Tim KKN 034 UMY Kampanyekan 3M Lewat Tik Tok

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Covid-19 Batch 2 / 034 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2020 menjalankan program kampanye pencegahan...

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menetapkan cuti bersama dan libur akhir tahun sebagai pengganti libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Ketetapan tersebut didasari atas...

JAKARTA, MENARA62.COM — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Deisti Astriani Tagor, istri mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Deisti dipanggil KPK untuk diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan tindak pidana menghalang-halangi penyidikan kasus korupsi, dalam proyek pengadaan KTP-elektronik dengan tersangka Setya Novanto.

“Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap Deisti Astriani sebagai saksi untuk tersangka Fredrich Yunadi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/1/2018), seperti dilansir Antara.

Selain memanggil Deisti, KPK juga akan memanggil tiga saksi lainnya untuk tersangka Fredrich Yunadi, yakni Direktur Utama Rumah Sakit Medika Permata Hijau Hafil Budianto, dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Glen S Dunda, dan Sandy Kurniawan Singarimbun, pengacara mitra yang bekerja di kantor milik Fredrich, Yunadi and Associates.

KPK telah menetapkan advokat Fredrich Yunadi, mantan kuasa hukum Setya Novanto, dan dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo sebagai tersangka tindak pidana dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung, penyidikan perkara korupsi KTP-elektronik dengan tersangka Setya Novanto.

Fredrich dan Bimanesh, juga diduga bekerja sama untuk memasukkan tersangka Setya Novanto ke rumah sakit, untuk menjalani rawat inap, dengan data-data medis yang diduga dimanipulasi sedemikian rupa. Tujuannya untuk menghindari panggilan dan pemeriksaan oleh penyidik KPK.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Kuliah Secara Online Tetap Lanjut Meski Kampus Mulai Dibuka Januari 2021

JAKARTA, MENARA62.COM – Dirjen Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nizam memastikan bahwa perkuliahan tatap muka akan dimulai pada pertengahan Januari 2021. Meski pembelajaran tatap muka sudah...

Kemenhub Tawarkan Kerja Sama Pengusahaan 6 Terminal Tipe A Kepada Swasta

JAKARTA, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar pertemuan dengan para investor (investor gathering) swasta baik dari unsur UMKM, maupun perusahaan...

Unik, Tim KKN 034 UMY Kampanyekan 3M Lewat Tik Tok

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan Covid-19 Batch 2 / 034 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tahun 2020 menjalankan program kampanye pencegahan...

Tekan Penyebaran Covid-19, Pemerintah Pangkas Cuti Bersama 2020

JAKARTA, MENARA62.COM - Pemerintah menetapkan cuti bersama dan libur akhir tahun sebagai pengganti libur Hari Raya Idul Fitri tahun 2020. Ketetapan tersebut didasari atas...

Ingrid Kansil Kembali Pimpin IPEMI

JAKARTA, MENARA62.COM - Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) menggelar Muktamar II  dengan tema “Menggerakkan Ekonomi Keumatan yang Menginspirasi Negeri”, bertempat di Gedung Soho, Pancoran,...