25 C
Jakarta

Krisis Idlib Harus Dihentikan Sekarang

Baca Juga:

AmbulanMu Buleleng Meramaikan Jambore Nasional I Ambulan Muhammadiyah di Jepara.

Suasana tampak ramai dan berbeda di markas atau sekretariat MDMC PDM Buleleng pada siang di hari jumat 3/12/2021. Upacara Pelepasan sedang dilakukan...

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

NEW YORK, MENARA62.COM — Krisis Idlib Harus Dihentikan Sekarang. Harapan ini disampaikan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres pada Jumat (22/2/2020). Ia meminta agar segera diberlakukan gencatan senjata di kawasan Idlib, Suriah guna mengakhiri bencana kemanusiaan serta menghindari eskalasi tak terkendali.

“Selama hampir setahun kami telah menyaksikan serentetan serangan darat oleh pemerintah Suriah yang didukung serangan udara Rusia. Februari ini terulang kembali bentrokan mematikan antara pasukan Turki dan pasukan Pemerintah Suriah,” kata Guterres.

Dia menegaskan mimpi buruk kemanusiaan buatan manusia yang telah lama dialami rakyat Suriah ini harus dihentikan. “Krisis itu harus dihentikan sekarang,” katanya kepada awak media di New York.

Solusi

Di tempat terpisah, para pemimpin Prancis dan Jerman mengatakan kepada Presiden Turki Tayyip Erdogan bahwa krisis kemanusiaan di Provinsi Idlib, Suriah memerlukan solusi politik dan bahwa ketiganya harus segera bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Presiden Emmanuel Macron beserta Kanselir Jerman Angela Merkel mengungkapkan kekhawatiran mereka atas situasi bencana kemanusiaan, yang dialami warga sipil dan risiko lebih lanjut. Hal demikian merupakan pernyataan kepresidenan Prancis.

PBB pada Jumat (22/2/2020) memperingatkan, pertempuran di Suriah barat laut dapat “berujung pada pertumpahan darah”.

Pihaknya juga mendesak kembali gencatan senjata saat Moskow membantah laporan pengungsian massal warga sipil akibat dari ofensif pemerintah Suriah yang didukung Rusia.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

AmbulanMu Buleleng Meramaikan Jambore Nasional I Ambulan Muhammadiyah di Jepara.

Suasana tampak ramai dan berbeda di markas atau sekretariat MDMC PDM Buleleng pada siang di hari jumat 3/12/2021. Upacara Pelepasan sedang dilakukan...

Pasca Erupsi Semeru, 22 Warga Masih Belum Ditemukan

LUMAJANG, MENARA62.COM - Sebanyak 22 warga masih belum ditemukan pasca erupsi Gunung Semeru, di Lumajang Jawa Timur pada Sabtu (4/12). Upaya pencarian masih terus...

Rembulan di Atas Bukit Pajangan (bagian ke-71)

# Sayang, Khawatir atau Keduanya Mendung menggantung akut di langit. Diprediksi hujan akan deras. Membasahi bumi. Benar juga. Sore itu habis Ashar, air bagai dimuntahkan...

PPKM Level 3 Selama Nataru Dibatalkan, Sleman Lakukan Penyesuaian

SLEMAN, MENARA62.COM - Rencana pemberlakuan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia pada momen natal dan tahun baru (Nataru) batal diterapkan. Pembatalan kebijakan level...

Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional, GATF Hybrid 2021 Kembali Digelar Hadirkan Diskon Tiket Hingga 80%

JAKARTA, MENARA62.COM - Dengan dukungan penuh oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), maskapai nasional, Garuda Indonesia, kembali menggelar Garuda Indonesia Travel Fair...