25.6 C
Jakarta

Letusan freatik Merapi Picu hujan Abu di Lereng

Must read

Tinjau Progres Pelabuhan Patimban, Menhub Dengar Aspirasi Nelayan Patimban

PATIMBANG, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendengar aspirasi para nelayan di sekitar proyek pelabuhan Patimban. Hal itu dilakukan Menhub saat meninjau progres...

Kemenhub Bersama Dekranas Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pengerajin di Labuan Bajo

MANGGARAI BARAT, NTT, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan bersama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) memberikan pelatihan kewirausahaan bagi para pengrajin Kecil dan Mikro di Labuan...

Presiden: PKN 2020 Bukti Budayawan dan Seniman Tidak Tunduk Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Setelah hadir untuk pertama kalinya di tahun 2019, tahun ini Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) kembali digelar mulai hari Sabtu, 31 Oktober...

Gandeng Tokopedia, Kemendikbud Gelar Pasarbudaya 2020

JAKARTA, MENARA62.COM – Untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada seniman agar karya mereka dapat dinikmati publik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan gelar kegiatan Pasarbudaya...

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Letusan freatik Gunung Merapi di Yogyakarta yang terjadi pagi ini, menimbulkan kepulan asap tinggi dan membawa hujan abu tipis di beberapa wilayah lereng.

“Sesuai record anggota TRC BPBD di lapangan letusan diperkirakan pukul 07.45,” kata Komandan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Istimewa Yogyakarta, Jumat (11/5/2018), seperti dilansir Antara.

Pristiawan menjelaskan, letusan freatik terjadi akibat adanya uap air bertekanan tinggi yang terbentuk seiring dengan pemanasan air bawah tanah atau air hujan yang meresap ke tanah dalam kawan dan bersentuhan dengan magma. Letusan itu menimbulkan hujan abu tipis di beberapa wilayah lereng Gunung Merapi.

“Saat ini hujan abu sudah mulai berkurang,” kata dia.

“Insya Allah bukan seperti erupsi yang membahayakan. Itu disebabkan tekanan uap air, yang hanya terjadi sesekali,” kata dia.

Meski demikian, menurut dia, Tim Reaksi Cepat BPBD saat ini telah megevakuasi warga yang ada di lereng Gunung Merapi ke Pos Pengungsian yang ada di tiga titik yakni di Cangkringan, Glagaharjo, dan Umbulharjo, Sleman.

“Upaya evakuasi ini bukan berarti bahwa kondisi di kawasan merapi genting. Upaya itu adalah reaksi biasa sesuai mitigasi bencana yang selama ini dibangun,” kata dia.

Dia meminta masyarakat tidak panik saat mengetahui informasi seputar Merapi yang beredar di media sosial. Saat ini, kata dia, beberapa jajaran instansi terkait masih mengkaji dan memperhitungkan dampak peristiwa tersebut.

“Tidak perlu panik.Nanti akan diinformasikan secara kelembagaan,” kata dia.

Sitrep (Situation Report) MDMC

Laporan Situasi Erupsi Freatik Gunung Merapi
Jumat, 11 Mei 2018, Pukul 09:10 WIB

Dalam jejaring Muhammadiyah Disaster Management Center dilaporkan;
Kronologi:
– Telah terjadi erupsi Gunung Merapi pada pukul 07:43 wib dengan durasi kegempaan 5 menit, ketinggian kolom 5500 m diatas puncak
– Pukul 08.54 erupsi yang terjadi bersifat freatik (dominasi uap air) Erupsi berlangsung satu kali dan tidak di ikuti erupsi susulan, sebelum erupsi freatik terjadi jaringan seismic gunung Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan, namun demikian sempat teramati peningkatan suhu kawah secara singkat, pada pukul 06:00 wib, pasca erupsi kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan suhu kawah mengalami penurunan.

Kondisi Atmosfer:

– Arah angin diketinggian diatas 5500 M berasal dari utara menuju selatan.
– Cuaca pada umumnya cerah hingga berawan.
– Berdasarkan pantauan citra satelit cuaca RGB Himawari menunjukkan pergerakan sebaran abu vulkanik ke arah selatan-barat daya.

Kondisi saat ini:

– Saat ini terjadi evakuasi warga diradius 5 km.
– Hujan abu terjadi diwilayah sleamn meliputi kecamatan  Tempel, Turi, Pakem, Cangkringan, Ngemplak dan sebagian Kecamatan Sleman.
– Bandara Adisucipto sementara dinyatakan di tutup.
– Daerah wisata Kaliurang dan tempat wisata dilereng Merapi untuk sementara ditutup

Himbauan:

1. Warga dihimbau tidak panik dengan kejadian tersebut.
2. jika ada perkembangan informasi, akan segera disampaikan.
3. Jika terpaksa mengungsi, silahkan mengungsi ketempat yang sudah disediakan dan tetap tenang, sambil menunggu update informasi dari petugas.

Sumber Informasi: BPPTKG, BMKG, BPBD Sleman, TRC BPBD DIY dan Warga Masyarakat.
Demikian laporan sementara kejadian di wilayah DI Yogyakarta.

Diterbitkan oleh : PUSDALOPS Penanggulanan Bencana DI Yogyakarta
? call center : 0274 555585
? whatsapp : 0274 555584
? facebook : pusdalopsbpbddiy
? twitter : @pusdalops_diy
? email : [email protected]
? Freq Radio : 170.300 MHz output, 165.300 MHz input, -5000 _duplex dengan tone 88,5
? Emergency Call TRC BPBD DIY : 085103630700

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tinjau Progres Pelabuhan Patimban, Menhub Dengar Aspirasi Nelayan Patimban

PATIMBANG, MENARA62.COM -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mendengar aspirasi para nelayan di sekitar proyek pelabuhan Patimban. Hal itu dilakukan Menhub saat meninjau progres...

Kemenhub Bersama Dekranas Beri Pelatihan Kewirausahaan Bagi Pengerajin di Labuan Bajo

MANGGARAI BARAT, NTT, MENARA62.COM -- Kementerian Perhubungan bersama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) memberikan pelatihan kewirausahaan bagi para pengrajin Kecil dan Mikro di Labuan...

Presiden: PKN 2020 Bukti Budayawan dan Seniman Tidak Tunduk Pandemi

JAKARTA, MENARA62.COM - Setelah hadir untuk pertama kalinya di tahun 2019, tahun ini Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) kembali digelar mulai hari Sabtu, 31 Oktober...

Gandeng Tokopedia, Kemendikbud Gelar Pasarbudaya 2020

JAKARTA, MENARA62.COM – Untuk memberikan ruang yang lebih luas kepada seniman agar karya mereka dapat dinikmati publik, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan gelar kegiatan Pasarbudaya...

Sholat Tepat Waktu, Apa Susahnya?

Oleh Ashari, SIP* SETIAP perintah pasti mengandung hikmah. Begitu juga setiap larangan dan dosa pasti mengandung derita. Demikian halnya dengan perintah sholat awal waktu, tentu...