25.4 C
Jakarta

LLHPB Riau Sukses Selenggarakan Sosialisasi Kelentingan Keluarga pada Masa Pandemi COVID-19

Must read

Anis: Holding Pegadaian, PNM dan BRI Harus Direncanakan Matang

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melakukan sinergi platform PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau...

Belajar Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ini Profesi dan Prospek Pekerjaan yang Tersedia

JAKARTA, MENARA62.COM – Kesehatan Masyarakat merupakan jenis ilmu kesehatan yang sangat fleksibel baik dalam soal profesi maupun prospek pekerjaan. Seseorang yang lulus dari program...

Kemendikbud Serahkan Anugerah Kebudayaan 2020 kepada 33 Penerima

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku kesenian dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Kebudayaan kembali menyerahkan Anugerah Kebudayaan Indonesia....

SMK Muhammadiyah 1 Tegal Adakan Tes TOIEC

MENARA62.COM-Tegal, SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal merupakan sekolah unggulan di Jawa Tengah. Untuk melayani para murid di bidang kemampuan bahasa Internasional. SMK Muhammadiyah 1...

PEKANBARU, MENARA62.COM — Puluhan guru dari amal usaha ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah secara antusias mengikuti webinar sosialisasi Kelentingan Keluarga yang berlangsung Senin, (10/8/2020) siang.

Acara yang digelar oleh Lembaga Lingkungan Hidup dan Penangulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Riau sukses terselenggara berkat kerjasama dengan STKIP Aisyiyah Riau.

Ketua PWA Riau Dra. Sariyah, M.M., dalam sambutannya mengapresiasi adanya sosialisasi webinar kali ini. Meskipun tengah dilanda pandemi Corona Virus Disease (COVID-19) Aisyiyah Riau masih bisa eksis dan bangga menjadi salah satu penyelenggara dalam kegiatan.

“Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah turut bangga dengan diikut sertakannya kami oleh Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah dalam webinar Kelentingan Keluarga dimasa pandemi COVID-19. Yang memang sangat diperlukan ketangguhan keluarga ditengan kondisi pandemi COVID-19,” ujar Sariyah.

“Terima kash atas kesediaan Pimpinan Pusat Aisyiyah sudah mengikut sertakan Pimpinan Wilayah dalam kegiatan sosialisasi penaggulangan pandemi COVID-19,” pungkasnya mengakhiri sambutan.

Hal serupa juga disampaikan Ketua LLHPB PPA Dra. Hening Purwanti Parlan, M.M., saat membuka acara webinar. Hening mengatakan bahwa untuk menjadi keluarga yang tangguh harus diperlukan indikator secara sistematis dan tertata dengan baik.

Pertama, nengetahui peranan dan fokus pribadi. Keluarga adalah basis dan landasan untuk menjadi daya lenting pertama bagi masyarakat dan keluarga harus memahami COVID-19.

Kedua, mengenai ketahanan pangan menjadi masalah pertama untuk menjadi keluarga lenting.

“Penyebab keluarga tidak lenting ialah lingkungan yang yang buruk seperti pengelolaan sampah. Maka perlu pengelolaan dan penataan lingkungan,” ungkap Hening.

“Kurangi konsumtif yang menggunakan sampah plastik. Dengan cara membuat budidaya mulai dari pertanian dan peternakan,” imbuhnya.

Selanjutnya kata Hening, soal ketahanan pangan, menjadi pekerjaan utama dan dibutuhkan dukungan dari seluruh pihak.

“Contoh yang bisa kitalukan dengan membeli keperluan sembako ke warung tetangga,” tuturnya.

Selain itu juga mengajak seluruh pihak mulai dari kampus dan lembaga Muhammadiyah Aisyiyah. Serta dikerjakan degan gembira dan perlu adanya kolaborasi dengan banyak pihak.

“Terima kasih banyak, semoga acaranya lancar. Dengan ini kita buka acara wabinar keluarga lenting ini dengan membaca basmallah,” pungkasnya mengakhiri sambutan.

Menariknya lagi, dalam acara webinar yang digelar perdana ini langsung dimoderatori oleh Managar Area LLHPB PWA Riau Dr. Wirdati Irma, S.Pd. M.Si.

Lebih lanjut dalam materi yang disampaikan Rahmah, M.Si., ketua STKIP Aisyiyah Riau sekaligus Ketua Majelis Didasmen PWA Riau tetkait dengan situasi pandemi berkaitan dengan psikologi secara umum dan bagi anak.

Rahmah memaparkan bahwa data hingga saat inu masih banyak negara maju dan berkembang tidak bisa memprediksi kapan pandemi COVID-19 ini akan berahkir. Sehingga masyarakat harus berteman dengan keadaan ini dengan menguatkan psikologi diri dan anak.

Gambaran keluarga tangguh yakni menyiapkan keluarga dengan sistem positif dan tidak menyalahkan kondisi. Dengan cara meyakinkan kepada keluarga bahwa kondisi saat ini bisa diatasi.

“Menciptakan keluarga yang sayang keluarga. Dapat menciptakan komunikasi yang baik di dalam keluarga. Orang tua sebagai sumber Membangun keluarga tangguh dikala new normal,” ungkap Rahmah.

Selanjutnya keluarga tangguh dapat terciptak dengan adanya perubahan komunikasi yang lebih intens didalam keluarga dan menikmati waktu lebih lama bersama keluarga.

“Yang utama perlu kita jaga mulai dari fisik, psikologis, jaga jarak dan tetap memakai masker,” pungkasnya mengakhiri materi. (Rmn/LLHPB Riau)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Anis: Holding Pegadaian, PNM dan BRI Harus Direncanakan Matang

JAKARTA, MENARA62.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan melakukan sinergi platform PT Pegadaian (Persero), PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau...

Belajar Ilmu Kesehatan Masyarakat, Ini Profesi dan Prospek Pekerjaan yang Tersedia

JAKARTA, MENARA62.COM – Kesehatan Masyarakat merupakan jenis ilmu kesehatan yang sangat fleksibel baik dalam soal profesi maupun prospek pekerjaan. Seseorang yang lulus dari program...

Kemendikbud Serahkan Anugerah Kebudayaan 2020 kepada 33 Penerima

JAKARTA, MENARA62.COM – Sebagai bentuk apresiasi terhadap para pelaku kesenian dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen Kebudayaan kembali menyerahkan Anugerah Kebudayaan Indonesia....

SMK Muhammadiyah 1 Tegal Adakan Tes TOIEC

MENARA62.COM-Tegal, SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal merupakan sekolah unggulan di Jawa Tengah. Untuk melayani para murid di bidang kemampuan bahasa Internasional. SMK Muhammadiyah 1...

AMM Lembata Salurkan Bantuan bagi Korban Letusan Gunung Ile Lewotok

LEMBATA, MENARA62.COM - Gunung Ile Lewolotok yang terletak di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pada hari Minggu, 29 November 2020...