32.8 C
Jakarta

Lulusan UAD Wajib Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Produktivitas

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Lulusan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta diharapkan mampu memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai Islam yang berkemajuan. Selain itu, lulusan UAD juga harus mampu menjadikan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) atau akal imitasi (AI) sebagai mitra untuk meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganti nalar, karakter, dan tanggung jawab moral manusia.

Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Prof Dr Muchlas MT mengemukakan hal tersebut pada Wisuda Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (1/8/2026). Periode IV ini UAD mewisuda sebanyak 1.282 orang yang terdiri dari 1.200 wisudawan S1, seorang wisudawan D4 dan, sebanyak 81 orang wisudawan S2.

Sebanyak 14 wisudawan dilaksanakan secara dalam jaringan (Daring) dan 1.268 orang secara luar jaringan atau Luring. Sebanyak 958 wisudawan meraih predikat Cumlaude yang terdiri 915 orang lulusan S1, dan 43 orang lulusan Magister (S2).

Lebih lanjut Muchlas mengatakan gelar akademik yang diperoleh lulusan merupakan awal dari proses pembelajaran sepanjang hayat. “Teruslah belajar, terus berinovasi, dan terus memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” harap Muchlas.

Saat ini, kata Rektor UAD, para wisudawan dan wisudawati telah memasuki dunia yang berubah sangat cepat. Kecerdasan artifisial, otomasi, dan transformasi digital telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi.

Sebesar apa pun kemajuan teknologi, kata Muchlas, tidak akan pernah dapat menggantikan nilai-nilai kemanusiaan, akhlak, integritas, dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. “Di masa depan, organisasi dan masyarakat tidak hanya membutuhkan orang yang cakap menggunakan teknologi. Tetapi juga pribadi yang jujur, mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta mampu bekerja sama untuk menyelesaikan persoalan yang semakin kompleks,” katanya.

Karena itu, Muchlas mengharapkan lulusan UAD mampu memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan nilai-nilai Islam yang berkemajuan. Juga menjadikan kecerdasan artifisial sebagai mitra untuk meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganti nalar, karakter, dan tanggung jawab moral manusia.

“Gelar akademik yang Saudara peroleh hari ini adalah awal dari proses pembelajaran sepanjang hayat. Teruslah belajar, terus berinovasi, dan terus memberi manfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan,” pesan Muchlas. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!