29.2 C
Jakarta

Maarif Institute Sesalkan Politisasi PPK

Must read

Memulai Tahun Baru dengan Fresh, Marriott Bonvoy Luncurkan Program Enhancements untuk Anggotanya

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setelah tahun yang mungkin paling menantang bagi mereka yang suka bepergian, tahun baru ini membawa harapan dengan adanya vaksin untuk melawan...

Wisuda Mahasiswa XL Future Leaders CEO XL Axiata Tekankan Perlunya Penguasaan Solusi Digital

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali mewisuda mahasiswa Program XL Future Leaders (XLFL). Kali ini sebanyak 149 mahasiswa angkatan ketujuh...

Kaget dengan Anak Sendiri

Oleh: Ashari, SIP* Bersandar kepada firman Allah SWT dalam Surat Al-Dzariyat (56) ayat 51: "Tidak semata-mata Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribdah kepada-Ku."...

UHAMKA Terjunkan Satgas Medis ke Wilayah Bencana di Sulbar

JAKARTA, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) terjunkan satuan tugas (Satgas) medis ke wilayah bencana di Sulawesi Barat. Tim yang diberangkatkan pada...

JAKARTA, MENARA62.COM — Direktur Eksekutif Maarif Institute Abdullah Darraz menyesalkan penolakan terhadap kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang menerapkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sejumlah sekolah.

“Kebijakan ini sama sekali tak berdasar karena tertuang dalam Permendikbud No.23 Tahun 2017 dan sama sekali bukanlah kebijakan sekolah sehari penuh,” ujar Darraz di Jakarta, seperti dilansir Antara.

Dia menjelaskan, Permendikbud itu adalah kebijakan untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah, salah satunya dengan kebijakan sekolah selama delapan jam.

Kebijakan sekolah 8 jam adalah salah satu alat PPK tersebut yang bertujuan membangun karakter kebangsaan anak-anak pelajar.

“Program ini sangat penting memberikan ruang dan waktu lebih luas bagi pihak sekolah dan publik untuk secara kreatif menciptakan aktivitas sekolah yang lebih positif bagi pelajar,” ujarnya.

Darraz menyayangkan adanya penolakan yang terjadi saat ini. Terlebih penolakan-penolakan tersebut kental dengan nuansa politik di dalamnya.

“Kebijakan pendidikan bukanlah instrumen politik murahan untuk tawar menawar politik. Tidak elok kebijakan pendidikan dijadikan alat politik oleh politisi tuna visi atau yang tidak mempunyai visi,” tegas dia.

Darraz mengingatkan bahwa upaya-upaya pemerintah Jokowi dalam memajukan pendidikan mesti mendapatkan apresiasi.

“Bahwa kebijakan tentu memiliki kelemahan, mestilah direspon dengan bijak melalui saluran yang telah disediakan. Bukan dengan manuver pernyataan politik. Terlalu mahal masa depan pendidikan kita jika hanya menjadi bahan politisasi politisi-politisi yang berpandangan pendek,” pungkas Darraz.

Darraz menyesalkan politisasi terhadap kebijakan pendidikan seperti itu.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Memulai Tahun Baru dengan Fresh, Marriott Bonvoy Luncurkan Program Enhancements untuk Anggotanya

JAKARTA, MENARA62.COM -- Setelah tahun yang mungkin paling menantang bagi mereka yang suka bepergian, tahun baru ini membawa harapan dengan adanya vaksin untuk melawan...

Wisuda Mahasiswa XL Future Leaders CEO XL Axiata Tekankan Perlunya Penguasaan Solusi Digital

JAKARTA, MENARA62.COM -- PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) kembali mewisuda mahasiswa Program XL Future Leaders (XLFL). Kali ini sebanyak 149 mahasiswa angkatan ketujuh...

Kaget dengan Anak Sendiri

Oleh: Ashari, SIP* Bersandar kepada firman Allah SWT dalam Surat Al-Dzariyat (56) ayat 51: "Tidak semata-mata Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribdah kepada-Ku."...

UHAMKA Terjunkan Satgas Medis ke Wilayah Bencana di Sulbar

JAKARTA, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA) terjunkan satuan tugas (Satgas) medis ke wilayah bencana di Sulawesi Barat. Tim yang diberangkatkan pada...

Lanjutkan Kampanye Hidup Sehat, Herbalife Gelar e-Spectacular 2021

JAKARTA, MENARA62.COM – Lebih dari 17 ribu member independen Herbalife Nutrition dari seluruh wilayah Indonesia menghadiri kegiatan e-Spectacular 2021 yang digelar secara virtual. Acara...