SOLO, MENARA62.COM — Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan dalam upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di SMK Negeri 9 Surakarta, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menguatkan pesan tentang pemenuhan hak anak sekaligus mendorong pencegahan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
Upacara digelar berdasarkan Surat Edaran Nomor S/400.2.5.1/272/2026 tentang Pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 Provinsi Jawa Tengah.
Bertindak sebagai pembina upacara, Raharja Sigit Mulyadi, S.Pd., mengingatkan pentingnya pemenuhan hak anak sekaligus penguatan karakter di tengah perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingat kembali hak setiap anak mendapatkan pendidikan berkualitas, rasa aman, serta perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, perundungan, dan diskriminasi.
“Di era digital saat ini, kalian dituntut menjadi anak yang cerdas dalam menggunakan teknologi. Manfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif, hindari penyebaran berita bohong, kebencian, maupun tindakan perundungan secara langsung maupun melalui dunia maya,” tegas Sigit dalam amanatnya.
Sekolah Ramah dan Aman
Dalam kesempatan tersebut, warga sekolah juga diajak bersama-sama membangun lingkungan belajar yang ramah, aman, dan menyenangkan.
Para siswa didorong menjadi pribadi berakhlak mulia, tekun belajar, menjauhi kekerasan, serta menghormati guru dan orang tua. Mereka juga dimotivasi untuk terus berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi sekolah maupun bangsa.
Ketua PLP II UMS di SMKN 9 Surakarta, Eka Prasetya Budi Mulyawan, mengatakan lingkungan belajar yang aman menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung perkembangan peserta didik.
“Lingkungan yang aman adalah ruang di mana anak merasa nyaman, terlindungi, dan bebas menyampaikan pendapat tanpa rasa takut akan kekerasan maupun diskriminasi,” ujar Eka, Senin (10/8/2026).
Ia menambahkan, terciptanya lingkungan tersebut membutuhkan sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat.
“ Kondisi ini dapat terwujud melalui sinergi yang aman antara lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat,” katanya.
Keterlibatan mahasiswa PLP UMS dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pengalaman praktik kependidikan. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai proses pembelajaran di kelas, tetapi juga memahami pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.
Apresiasi Prestasi Siswa
Peringatan Hari Anak Nasional di SMKN 9 Surakarta berlangsung semakin semarak dengan agenda pengumuman apresiasi bagi siswa berprestasi.
Pihak sekolah memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa yang berhasil meraih juara dalam berbagai kompetisi. Salah satunya prestasi dalam Lomba Mural Tingkat Nasional Kategori Pelajar.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekolah sekaligus dorongan bagi peserta didik untuk terus mengembangkan potensi dan kreativitasnya.
Momentum HAN 2026 pun tidak hanya menjadi ajang peringatan, tetapi juga pengingat bahwa pemenuhan hak anak, perlindungan dari perundungan, serta pengembangan potensi siswa merupakan tanggung jawab bersama.
Melalui kolaborasi sekolah dan mahasiswa PLP UMS, semangat membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas kekerasan diharapkan dapat terus diperkuat. (*)

