31.7 C
Jakarta

Mahasiswa UMS Ciptakan IoT untuk Tingkatkan Produktivitas Kopi

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menghadirkan inovasi teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk mendukung sektor pertanian kopi di Desa Seboto, Kabupaten Boyolali. Inovasi tersebut dikembangkan melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) UMS.

 

Sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat 2026, tim PPK Ormawa HMP PTI UMS menggelar Pelatihan Alat IoT bekerja sama dengan PT Nocola. Kolaborasi ini mencakup penyediaan komponen perangkat IoT sekaligus pendampingan teknis selama proses perancangan hingga implementasi teknologi di lapangan.

 

Ketua tim pengembang sekaligus mahasiswa PTI UMS, Rifqi Rengga Praseno, menjelaskan perangkat IoT tersebut dirancang untuk membantu petani kopi memantau kondisi lahan secara lebih mudah, akurat, dan efisien melalui sistem digital.

 

“Perangkat ini mampu memantau berbagai parameter penting, seperti kondisi tanah, tingkat kelembapan, hingga nilai pH tanah. Seluruh data ditampilkan secara real-time melalui website yang berfungsi sebagai sistem informasi pertanian,” ujar Rifqi, Sabtu (1/8/2026).

 

Tak hanya menyajikan data kondisi tanaman kopi, sistem tersebut juga dilengkapi fitur kontrol penyiraman otomatis sehingga petani dapat melakukan perawatan tanaman berdasarkan data yang diperoleh secara langsung dari lapangan.

 

Pelatihan menghadirkan Direktur PT Nocola, Ganang Ardiy Tama, sebagai narasumber. Dalam sesi yang berlangsung pada Jumat (24/7/2026), ia memaparkan konsep dasar Internet of Things, manfaat perangkat yang dikembangkan, hingga mekanisme kerja alat beserta website yang menjadi pusat informasi kondisi tanaman kopi.

 

Peserta kemudian mengikuti simulasi dan demonstrasi penggunaan perangkat agar dapat memahami proses pengoperasian alat, pembacaan data, hingga penerapan teknologi tersebut dalam aktivitas budidaya kopi sehari-hari.

 

Untuk mengukur efektivitas pelatihan, tim PPK Ormawa HMP PTI UMS melaksanakan pre-test dan post-test kepada peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap penggunaan teknologi IoT dalam pengelolaan lahan pertanian.

 

Antusiasme warga Desa Seboto juga terlihat selama pelatihan berlangsung. Mereka menilai teknologi tersebut mampu mempermudah proses pemantauan kondisi lahan sekaligus membantu pengambilan keputusan dalam perawatan tanaman kopi.

 

Rifqi mengatakan inovasi IoT ini merupakan salah satu luaran utama PPK Ormawa HMP PTI UMS 2026 yang diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi sektor pertanian berbasis teknologi.

 

“Dengan adanya sistem pemantauan dan pengendalian berbasis IoT, diharapkan petani dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan lahan sekaligus mendukung peningkatan produktivitas tanaman kopi,” katanya.

 

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, mitra industri, dan masyarakat, PPK Ormawa HMP PTI UMS berkomitmen menghadirkan inovasi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Program ini menjadi bukti bahwa transformasi digital di sektor pertanian dapat diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor. Pemanfaatan teknologi IoT diharapkan mampu mendorong pertanian kopi yang lebih adaptif, efisien, dan berdaya saing, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Seboto, Boyolali. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!