SOLO, MENARA62.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo meluncurkan Mutaba’ah Book Daily Practice edisi Agustus 2026 sebagai buku pemantauan ibadah dan pembiasaan amalan harian bagi seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6. Program ini menjadi langkah sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter religius melalui kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Kepala SD Muhammadiyah 1 Solo, Sri Sayekti, mengatakan Mutaba’ah Book Daily Practice dirancang sebagai buku penghubung yang membantu memantau sekaligus membiasakan peserta didik menjalankan ibadah dan amalan harian, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah bersama orang tua.
“Mutaba’ah Book Daily Practice memuat serangkaian agenda pembiasaan harian yang sangat komprehensif,” ujar Sri Sayekti, Kamis (30/7/2026).
Ia menjelaskan, buku tersebut memuat berbagai indikator pemantauan ibadah, mulai dari murojaah hafalan Al-Qur’an, ziyadah tahfiz, membaca Al-Qur’an, hingga pembiasaan membaca Asmaul Husna.
Selain itu, setiap jenjang kelas juga memiliki target hafalan doa yang disesuaikan dengan kurikulum sekolah. Untuk siswa kelas 3 semester gasal Tahun Pelajaran 2026/2027, misalnya, terdapat materi hafalan Doa Jalan Mendaki, Doa Jalan Menurun, Doa untuk Orang Tua, hingga Doa Setelah Adzan.
Tidak hanya berfokus pada hafalan, Mutaba’ah Book Daily Practice juga dilengkapi lembar pencatatan pelaksanaan ibadah sunnah. Siswa didorong membiasakan diri melaksanakan salat Tahajud, salat Dhuha, serta salat sunnah Rawatib, baik qabliyah maupun ba’diyah.
Sekolah juga memasukkan pembiasaan puasa sunnah ke dalam buku tersebut, seperti puasa Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh, sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis pembiasaan ibadah.
Menurut Sri Sayekti, salah satu keunggulan Mutaba’ah Book Daily Practice adalah adanya sinergi antara guru dan orang tua dalam memantau perkembangan siswa. Setiap lembar evaluasi harian dan mingguan dilengkapi kolom penilaian serta paraf dari guru kelas dan orang tua.
“Hal ini memastikan bahwa proses bimbingan, pembentukan akhlak, dan pemantauan ibadah anak berjalan secara bersinergi di dua lingkungan utama anak-anak. Anak hebat, orang tua terlibat,” katanya.
Melalui program ini, SD Muhammadiyah 1 Solo berharap kebiasaan beribadah, membaca Al-Qur’an, serta menghafal doa dapat tertanam sejak dini sehingga menjadi bagian dari karakter peserta didik.
Sekolah meyakini pembiasaan yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki spiritualitas yang kuat, disiplin dalam beribadah, serta berakhlak mulia.
“Program pemantauan ini menjadi sarana efektif dalam meletakkan fondasi spiritual yang kokoh, sehingga melahirkan generasi anak bangsa yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedisiplinan beribadah dan berakhlak mulia,” pungkas Sri Sayekti. (*)
