27.1 C
Jakarta

Majelis Dikdasmen Dorong Sekolah-Madrasah Muhammadiyah Ramah Siswa Difabel

Baca Juga:

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...

Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah HR Alpha Amirrachman, MPhil, PhD kunjungi MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru, SD Muhammadiyah 06 Pekanbaru, SMK Muhammadiyah 02 Pekanbaru dan MA Muhammadiyah Pekanbaru, 12.10.2018.

PEKANBARU, MENARA62.COM — Majelis Dikdasmen Dorong Sekolah-Madrasah Muhammadiyah Ramah Siswa Difabel. Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah H R Alpha Amirrachman, MPhil, PhD mendorong agar sekolah dan madrasah Muhammadiyah ramah pada siswa difabel.

“Karena ini secara tegas merupakan amanat keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47. Pada buku ‘Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47’ disebutkan salah satu isu kebangsaan adalah melayani dan memberdayakan kelompok difabel,” ujar Alpha ketika bersilaturahim dengan guru-guru dan siswa-siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah 02 Pekanbaru (12/10/2018).

Alpha menyitir halaman 118-119 buku Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang menyebutkan, ketersediaan fasilitas publik yang mengakomodir kebutuhan kaum difabel dan perilaku sosial yang ramah merupakan keniscayaan agar mereka dapat lebih mandiri, bertanggung jawab, dan tidak menjadi beban sosial. Visi pelayanan terhadap kaum difabel dibangun di atas pandangan positif bahwa Allah Yang Maha Kuasa menciptakan semua manusia dengan sempurna, mereka memiliki potensi, keunggulan, dan sifat-sifat utama. Pelayanan kaum difabel dikembangkan di atas visi dan sistem pemberdayaan yang memungkinkan mereka mengembangkan dan mengaktualkan kemampuan dirinya serta berkesempatan untuk berbakti dan berpartisipasi dalam berbagai bidang kehidupan kebangsaan secara wajar dan tanpa diskriminasi sebagaimana warga negara lainnya.

Alpha mendorong, agar sekolah dan madrasah Muhammadiyah menjadi satuan pendidikan yang inklusif serta menghindari sikap diskriminatif pada kaum difabel. Ia menyitir Q.S Abasa:112 yang mengisahkan bagaimana Rasulullah ditegur Allah SWT ketika ia bermuka masam pada seorang buta karena lebih memprioritaskan berdialog dengan kaum bangsawan.

Alpha mengatakan, siswa difabel yang berkebutuhan khusus berat, memang sewajarnya belajar di sekolah luar biasa, namun siswa yang secara fisik difabel tapi memiliki kemampuan intelektual atau mental yang normal sudah selayaknya belajar di sekolah atau madrasah reguler.

“Sekolah dan madrasah Muhammadiyah belum masuk kategori unggul dan berkemajuan kalau belum ramah pada siswa difabel, ini sudah trend internasional,” ujar Alpha.

Kepala Madrasah Sudirman SAg MPdi MM menyambut baik dan menambahkan bahwa MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru yang telah berkreditasi A ini telah meraih berbagai prestasi termasuk juara lomba Unit Kesehatan Siswa tingkat  nasional.

Sudirman juga mengembangkan budaya literasi dengan membuat pojok bacaan di berbagai sudut sekolah tidak hanya di perpustakaan agar siswa merasa lebih rileks dalam membaca.

“Kami juga membuat terobosan dengan membuat kantin ber-voucher untuk memastikan siswa membelanjakan uangnya untuk hal yang tepat serta mengembangkan sanitasi yang bersih dan sehat bukan hanya bagi guru tapi juga bagi siswa,” ujar Sudirman.

Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah HR Alpha Amirrachman, MPhil, PhD berpose bersama siswa-siswi, Pekanbaru, (12/10/2018).

Pada kesempatan ini Alpha juga mendorong agar dalam satu kelas terdapat siswa dengan berbagai kemampuan.

“Nanti di setiap kelas dibuat ‘peer tutor’ dalam kelompok-kelompok kecil, siswa dengan kemampuan di atas rata-rata agar menjadi tutor bagi siswa yang lain. Ini akan mendorong interaksi sosial yang positif di antara siswa, sekaligus meringankan kerja guru,” ujar Alpha.

Pada kesempatan ini Alpha didampingi Ketua Majelis Dikdasmen PWM Riau Ir Indra Hasan MT dan Sekretaris Majelis Dikdasmen PDM Pekanbaru Drs Amiruddin, MM.

Selain mengunjungi MTs Muhammadiyah 02, Alpha juga menyambangi SD Muhammadiyah 06 Pekanbaru, SMK Muhammadiyah 03 Pekanbaru dan MA Muhammadiyah Pekanbaru menyerap aspirasi dan berdialog dengan guru dan siswa.

- Advertisement -

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!

Galang Donasi Musim Dingin di Palestina, Adara Relief Gelar Family Festival 3

JAKARTA, MENARA62.COM - Family Festival 3 in supporting Winter Relief 2021 digelar hari ini, Ahad (28/11). Bertempat di The Ballroom Djakarta Theatre, acara tahunan...

Indonesia is getting far away from Green Economy

A report published by World Agroforestry Center (WAC) shows that Indonesia is getting further away from the green economy models. A green economy is...

Launching Tanam Pohon dan Sayur Sistim Pola Asuh

  JEPARA, MENARA62.COM - Sinergitas dan kolaborasi perdana kegiatan antara MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah, LLHPB PP 'Aisyiyah, LLHPB PWA Jawa Tengah, Daerah Jepara, serta cabang...

Muchlas MT : Penulisan Sejarah Muhammadiyah Suatu Keharusan

YOGYAKARTA, MENARA62.COM -- Ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Dr Muchlas MT mengungkapkan penulisan sejarah Muhammadiyah suatu keharusan. Penulisan sejarah harus menjadi bagian...

  Ditjen Diktiristek Serukan Permendikbud PPKS pada 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender

JAKARTA, MENARA62.COM - Dalam rangka memperingati 16 Hari Aktivisme Menentang Kekerasan Berbasis Gender, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek berkolaborasi...