SOLO, MENARA62.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id mengubah konsep Masa Ta’aruf (Masta) Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB) 2026. Tahun ini, seluruh rangkaian kegiatan diintegrasikan dan dipadatkan dengan durasi maksimal enam hari.
Perubahan tersebut membuat agenda Grand Opening dan Materi Universitaria yang sebelumnya berlangsung selama dua hari kini diringkas menjadi satu hari. Meski durasi dipangkas, panitia memastikan substansi materi yang diterima mahasiswa baru tetap dipertahankan.
Ketua Panitia Masta PMB UMS 2026, Dr. Ir. Nur Aklis, S.T., M.Eng., mengatakan integrasi dilakukan terhadap seluruh rangkaian Masta yang selama ini terdiri atas sejumlah kegiatan.
“Ini kaitannya dengan konsep Masta kita yang kemudian kita integrasikan untuk semua rangkaian yang selama ini dilakukan. Di UMS itu kan rangkaiannya ada pertama Go Universitaria, kemudian Masta IMM, kemudian Fakultaria, tambah UKM Ekspo,” jelas Nur Aklis, Jumat (4/9/2026).
Rangkaian Masta PMB UMS 2026 dimulai melalui Go Universitaria pada 3 September, dilanjutkan Masta IMM pada 5 September, Fakultaria pada 7-9 September, dan Ekspo UKM pada 10 September 2026.
Nur Aklis menjelaskan, integrasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan efektivitas waktu pelaksanaan. Panitia menetapkan seluruh rangkaian Masta maksimal berlangsung selama enam hari.
“Kita kemudian mencoba untuk disiplin maksimal waktu yang digunakan itu enam hari. Maka kemudian untuk tahun ini Grand Opening dan Materi Universitaria kita gabung jadi satu, jadi satu hari,” ungkapnya.
Materi Masta Tetap Dipertahankan
Pemadatan waktu tidak berarti mengurangi materi yang diberikan kepada mahasiswa baru. Nur Aklis memastikan materi yang disampaikan tetap sama seperti pelaksanaan Masta tahun sebelumnya.
“Pada prinsipnya sudah, karena semua materi yang disampaikan di tahun lalu yang dua hari itu tetap sama. Jadi kita kemudian istilahnya meringkas menjadi satu hari,” katanya.
Jika sebelumnya agenda berlangsung sejak pagi hingga sekitar pukul 12.00 WIB selama dua hari, tahun ini pelaksanaan diperpanjang hingga sore dalam satu hari.
Dengan pola tersebut, panitia berharap mahasiswa tetap memperoleh materi yang sama tanpa harus mengikuti kegiatan dalam durasi yang lebih panjang.
“Sehingga secara materi insyaallah sama apa yang didapatkan dari dua hari dan satu hari ini,” jelas Nur Aklis.
Selain durasi, waktu pelaksanaan Masta juga mengalami perubahan. Jika sebelumnya kegiatan digelar sekitar pertengahan Agustus, Masta 2026 dilaksanakan pada awal September sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa sebelum memasuki perkuliahan.
UMS Tak Siapkan Masta Batch 2
Panitia juga memastikan tidak ada konsep Masta Batch 2 untuk tahun 2026. Mahasiswa yang belum mengikuti Masta tahun ini akan diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan pada Masta 2027.
Kebijakan tersebut mempertimbangkan jumlah mahasiswa yang belum mengikuti Masta yang relatif sedikit.
“Sehingga kita untuk sementara tidak ada konsep Masta Batch 2 2026. Kita nanti yang hari ini belum ikut Masta, kita bisa mengikutkan di Masta 2027. Kesempatannya seperti itu,” tutur Nur Aklis.
Meski demikian, panitia akan melakukan monitoring terhadap peserta untuk menjaga tingkat kelulusan Masta tetap tinggi. Langkah tersebut diperlukan agar jumlah mahasiswa yang harus mengulang Masta pada tahun berikutnya tidak terlalu banyak.
“Karena kalau misalkan tahun 2027 kemudian sudah ada yang pesertanya sebagian, maka untuk tahun ini kita coba selalu monitoring agar kelulusan itu persentasenya tinggi, sehingga nanti tidak banyak yang ngulang,” tambahnya.
Manfaatkan Basement untuk Salat
Pemadatan kegiatan menjadi satu hari juga membuat panitia harus melakukan pengaturan waktu secara lebih ketat, termasuk untuk ibadah dan makan siang.
Salah satu terobosan yang dilakukan adalah memanfaatkan area basement sebagai lokasi salat. Selain basement, mahasiswa juga dapat menggunakan musala yang berada di lantai tiga.
Nur Aklis mengatakan pemanfaatan basement menjadi salah satu solusi untuk menghemat waktu tanpa mengabaikan kebutuhan ibadah peserta.
“Ini adalah sebuah terobosan yang kita kemarin sebenarnya khawatirnya adalah menjadi satu hari kan di salat dan makan siangnya. Jadi kemudian kami punya terobosan bahwa salat itu bisa di basement kemudian memanfaatkan musala di lantai tiga,” katanya.
Menurut dia, area basement sebelumnya telah dibersihkan dan dipersiapkan sehingga layak digunakan untuk salat.
“Kalau saya tadi lihat ternyata bersih, kalau saya melihat ya sebelas duabelas seperti masjid. Bersih, ternyata. Basement ketika dibersihkan itu sangat bersih,” ujarnya.
Evaluasi untuk Masta Tahun Berikutnya
Nur Aklis berharap perubahan konsep Masta dapat terus dievaluasi dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya. Peningkatan tidak hanya menyangkut materi, tetapi juga partisipasi peserta dan efektivitas pesan yang disampaikan.
“Harapannya untuk Masta di tahun depan tentunya akan berjalan lebih baik. Kemudian materi juga bisa ditingkatkan, peran partisipasi peserta juga lebih bagus,” pungkasnya.
Menurut dia, evaluasi tahunan diperlukan untuk mengukur tingkat kelulusan peserta sekaligus memastikan pesan dalam Masta benar-benar menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia perkuliahan.
“Setiap tahun itu memang harus meningkat itu harapannya. Dan yang kedua adalah pesan yang ditimbulkan itu bisa semakin hari semakin baik. Sehingga pesan yang disampaikan di Masta ini nanti bisa ditangkap oleh mahasiswa sebagai bekal sebelum masuk kuliah,” pungkas Nur Aklis. (*)
