25.6 C
Jakarta

Matahari Kembali Melintas di Atas Ka’bah, Saatnya Memverifikasi Arah Kiblat

Must read

Tim Ambulance PCM Tempel Siaga Bantu Keluarga Korban Laka Laut

SLEMAN, MENARA62.COM - Kasus kecelakaan laut (laka laut) yang menewaskan 7 anggota keluarga warga Tempel Sleman, di Pantai Goa Cemara, menyisakan duka mendalam. Hingga...

Pelatihan PMR Wira di SMK Muhammadiyah 2 Turi Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Neti Purwanti, MPd mengatakan pelatihan PMR WIRA rencananya akan berlangsung di sekolah SMK Muhammadiyah 2 Turi....

Wabup Sleman, Sri Muslimatun Bagikan Masker di Sejumlah Pasar

SLEMAN, MENARA62.COM - Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, bersama jajarannya membagi-bagikan 1000 masker kepada masyarakat yang berada di Pasar Tanjung dan Pasar Kliwon, Kecamatan...

Catatan yang Tersisa dari Iduladha : Kurban dan Semangat Memberi

Ole:h Ashari, SIP.* Sebulan menjelang kurban, biasanya kita (panitia) sudah disibukkan dengan berbagai hal yang terkait dengan masalah pembelian hewan kurban (sapi, kambing, kerbau, unta)....

JAKARTA, MENARA62.COM – Matahari akan kembali melintas di atas Ka’bah pada Rabu (15/7) dan Kamis (16/7). Pada saat matahari melintas di atas Ka’bah, maka bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus di mana saja, akan mengarah ke Ka’bah.

“Inilah saat yang tepat untuk memperbaiki arah kiblat,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah (Urais Binsyar) Agus Salim, dalam siaran persnya, Selasa (14/7/2020).

Berdasarkan data astronomi, peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA.

“Secara tanggal dan waktu, kejadian ini sama dengan peristiwa pada tahun 2018 lalu,” lanjutnya.

Menurutnya, peristiwa semacam ini dikenal juga dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah. Yaitu, waktu matahari di atas Ka’bah di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

“Peristiwa yang sama terjadi juga pada 27 dan 28 Mei 2020 yang lalu,” tuturnya.

Momentum ini, lanjut Agus Salim, dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya adalah dengan menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.

Dijelaskan Agus Salim, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses verifikasi arah kiblat, yaitu:
1. Pastikan benda yang menjadi patokan harus benar-benar berdiri tegak lurus atau pergunakan Lot/Bandul
2. Permukaan dasar harus betul-betul datar dan rata
3. Jam pengukuran harus disesuaikan dengan BMKG, RRI atau Telkom.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

Tim Ambulance PCM Tempel Siaga Bantu Keluarga Korban Laka Laut

SLEMAN, MENARA62.COM - Kasus kecelakaan laut (laka laut) yang menewaskan 7 anggota keluarga warga Tempel Sleman, di Pantai Goa Cemara, menyisakan duka mendalam. Hingga...

Pelatihan PMR Wira di SMK Muhammadiyah 2 Turi Sleman

SLEMAN, MENARA62.COM - Kepala SMK Muhammadiyah 2 Turi, Neti Purwanti, MPd mengatakan pelatihan PMR WIRA rencananya akan berlangsung di sekolah SMK Muhammadiyah 2 Turi....

Wabup Sleman, Sri Muslimatun Bagikan Masker di Sejumlah Pasar

SLEMAN, MENARA62.COM - Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, bersama jajarannya membagi-bagikan 1000 masker kepada masyarakat yang berada di Pasar Tanjung dan Pasar Kliwon, Kecamatan...

Catatan yang Tersisa dari Iduladha : Kurban dan Semangat Memberi

Ole:h Ashari, SIP.* Sebulan menjelang kurban, biasanya kita (panitia) sudah disibukkan dengan berbagai hal yang terkait dengan masalah pembelian hewan kurban (sapi, kambing, kerbau, unta)....

Dirjen Dikti Apresiasi Unpad yang Terlibat dalam Penanganan Covid-19

BANDUNG, MENARA62.COM - Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Nizam mengapresiasi peran serta Universitas Padjadjaran (UNPAD) dalam upaya mitigasi dan penanganan pandemi Covid-19. Hal ini diungkapkan...