28.3 C
Jakarta

Mau Sunat yang Aman di Tengah Pandemi? Rumah Sunat dr Mahdian Bisa Jadi Pilihan

Must read

SMK Muhammadiyah 1 Tegal Adakan Tes TOIEC

MENARA62.COM-Tegal, SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal merupakan sekolah unggulan di Jawa Tengah. Untuk melayani para murid di bidang kemampuan bahasa Internasional. SMK Muhammadiyah 1...

AMM Lembata Salurkan Bantuan bagi Korban Letusan Gunung Ile Lewotok

LEMBATA, MENARA62.COM - Gunung Ile Lewolotok yang terletak di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pada hari Minggu, 29 November 2020...

Digelar di Tengah Pandemi, Jumlah Peserta Anugerah Kihajar 2020 Alami Peningkatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud kembali menggelar Anugerah Kihajar. Kegiatan yang rutin dilakukan...

Prof Dadang: Muhammadiyah Harus Perkuat Dakwah Melalui Platform Digital

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat penggunaan internet meningkat tajam. Pada awal Januari 2020, tercatat 175 juta penduduk Indonesia secara aktif menjadi pengguna...

JAKARTA, MENARA62.COM – Melakukan sunat atau khitan di rumah menjadi solusi tepat di tengan pandemi Covid-19. Tetapi di mana bisa mendapatkan layanan sunat di rumah dengan kualitas dan layanan yang berkualitas?

Rumah Sunat dr Mahdian memberikan solusi. Tim medis Rumah Sunat dr Mahdian siap melayani kebutuhan masyarakat yang akan melakukan sunat di rumah. Layanan ini selain memberikan rasa aman karena anak tidak perlu ke luar rumah, juga anak  tidak perlu mengantre.

Berbagai keunggulan tersebut, beberapa bulan terakhir, banyak public figure yang memilih menjalani prosesi sunat anaknya di rumah dengan layanan Sunat di Rumah milik Rumah Sunat dr. Mahdian. Misalnya  pasangan selebriti Ryana Dea dan Puadin Redi, Sinyorita Esperanza, Faank vokalis band Wali, Gerry Ishak dan ustadz Hanan Attaki karena alasan keamanan dan kenyamanan anak.

Menurut Ryana Dea, walaupun melakukan sunat di rumah, tim medis yang datang tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Ya awalnya sih deg-degan juga soalnya kan kita terima tamu dari luar ya. Apalagi kita memang benar-benar mengurangi aktivitas dan bertemu orang luar gitu. Cuman ya kita lihat dari Rumah Sunat dr. Mahdian ini menjalankan protokol kesehatan, oke banget, dokter dan perawat pakai hazmat, disinfektan juga. Dari situ kita yakin kalau protokol kesehatannya jalan banget, jadi aman dan kita enggak panik, juga,” ungkapnya.

Dalam hal ini, dr. Zaiem dari Rumah Sunat dr. Mahdian, juga menyatakan bahwa, sunat di rumah bisa menjadi alternatif sunat untuk para orangtua yang ingin menyunatkan anaknya saat di tengah wabah Corona seperti saat ini.

“Kami (dokter dan perawat) menggunakan alat pelindung diri (APD) yang berguna selain melindungi diri, juga membuat pasien merasa nyaman dan aman,” ujarnya.

Selain menjalankan protokol kesehatan, peralatan medis yang digunakan juga steril dan sekali pakai untuk mencegah risiko infeksi silang dari satu pasien ke pasien lainnya.

Mengenal Metode Sunat Mahdian Klem

Prosesi sunat terkadang cukup membuat stres orangtua maupun sang anak. Belum lagi jika membayangkan sunat dengan metode konvensional ataupun electric cauter (sunat laser) yang cukup menyeramkan dan ada lagi jarum suntik yang menakutkan bagi anak.

Nah, sunat di Rumah Sunat dr. Mahdian bisa jadi solusi untuk orangtua yang tak ingin anaknya merasa tak nyaman saat sunat.  Kini, ada metode sunat yang dinamakan Mahdian klem dan sunat tanpa jarum suntik yang kian diminati para orangtua. Mahdian klem merupakan klem sunat pertama karya anak bangsa, yakni dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS dan diproduksi di dalam negeri.

Dengan hadirnya Mahdian klem ini, diharapkan dapat membuat anak lebih nyaman saat sunat ataupun setelahnya karena memiliki keunggulan minim risiko perdarahan, tanpa jahit, tanpa perban, proses sunat lebih cepat 5 menit hingga 10 menit, setelah sunat langsung bisa beraktivitas, boleh kena air, proses penyembuhan relatif cepat, dan perawatan pascasunat mudah.

Berbeda dengan sunat konvensional ataupun sunat laser yang membutuhkan persiapan dan proses sunat cukup lama, masih membutuhkan jahitan dan perban sehingga anak tidak leluasa beraktivitas ataupun kena air.

Anak dari selebriti Epy Kusnandar dan anak dari pasangan selebriti Gary Iskak dengan Richa Novisha yang beberapa waktu lalu baru menjalani sunat di Rumah Sunat dr. Mahdian dengan Mahdian klem .

“Kita tuh tertarik dengan metode sunat modern Mahdian klem ini karena lebih praktis, anak juga pas disunat ya walaupun awalnya tegang tapi lama-lama biasa aja. Kalau yang konvensional agak horor gitu kali ya,” ujar Gary.

Hal serupa juga dinyatakan oleh Epy Kusanandar, “ Jadi tuh, kita sekeluarga sama kakek dan nenek kaget pas liat langsung proses sunatnya. Ternyata zaman udah beda ya. Dulu mah metode sunatnya keliatan serem sekarang enggak. Anaknya juga pas disunat tadi seneng-seneng aja, sambil main games, sambil ngobrol.”

Selain memberikan rasa nyaman pada anak, Mahdian klem juga sekali pakai jadi satu pasien satu klem, tidak dapat digunakan ke pasien lainnya. Metode sunat klem sendiri merupakan metode sunat yang aman dan direkomendasikan oleh WHO.

Lebih lanjut, Mahdian klem telah terdaftar dan mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan RI dengan nomor AKD 2110391020, sehingga lebih aman. Metode sunat modern Mahdian klem dan sunat tanpa suntik ini tersedia di 43 cabang Rumah Sunat dr. Mahdian di Indonesia dan tentunya ditangani oleh dokter yang profesional.

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest article

SMK Muhammadiyah 1 Tegal Adakan Tes TOIEC

MENARA62.COM-Tegal, SMK Muhammadiyah 1 Kota Tegal merupakan sekolah unggulan di Jawa Tengah. Untuk melayani para murid di bidang kemampuan bahasa Internasional. SMK Muhammadiyah 1...

AMM Lembata Salurkan Bantuan bagi Korban Letusan Gunung Ile Lewotok

LEMBATA, MENARA62.COM - Gunung Ile Lewolotok yang terletak di Pulau Lembata, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus pada hari Minggu, 29 November 2020...

Digelar di Tengah Pandemi, Jumlah Peserta Anugerah Kihajar 2020 Alami Peningkatan

JAKARTA, MENARA62.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikbud kembali menggelar Anugerah Kihajar. Kegiatan yang rutin dilakukan...

Prof Dadang: Muhammadiyah Harus Perkuat Dakwah Melalui Platform Digital

JAKARTA, MENARA62.COM – Pandemi Covid-19 telah membuat penggunaan internet meningkat tajam. Pada awal Januari 2020, tercatat 175 juta penduduk Indonesia secara aktif menjadi pengguna...

Program TEMAN BUS Telah Layani 1,5 Juta Lebih Perjalanan

JAKARTA, MENARA62.COM -- Sejak diluncurkan pada awal tahun 2020, Program TEMAN BUS (Transportasi Ekonomis, Mudah, Andal dan Nyaman) telah melayani 1,5 juta lebih perjalanan....