25.5 C
Jakarta

Media Penting dilibatkan dalam Pengarusutamaan Moderasi Beragama

Baca Juga:

SOLO, MENARA62.COM — Media Penting dilibatkan dalam Pengarusutamaan Moderasi Beragama. Semua pihak boleh mengevaluasi, apakah peran syiar moderasi beragama dalam bingkai kerukunan beragama di media massa sudah bisa memberikan dampak signifikan

“Apakah pengarustutaman moderasi beragama itu sudah dilakukan,” ujar Suyitno, Kepala Balitbang Kemenag dalam sambutn pembukaan diskusi publik Moderasi Beragama yang digelar di Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta, Senin (14/10/2022).

Menurutnya, media massa penting untuk dilibatkan dalam membangun kehidupan beragama di Indonesia. Suyitno mengatakan, Kemenag dengan berbagai jalur yang ada, sudah melakukan berbagai langkah dengan melibatkan banyak pihak. “Baik kalangan pejabat negara, tokoh agama, rektor dan dosen juga sudah dilibatkan, termasuk juga kalangan guru,” ujarnya.

Bagaimana moderasi beragama itu diterapkan, menurut Suyitno, itu menjadi pekerjaan rumah bersama. Ia pun berharap, kampus dapat berperan aktif, apalagi kampus memiliki instrumen yang mencukupi untuk menjadi dapur data untuk melakukan pengarusutamaan moderasi beragama.

“Suka atau tidak, pengarusutamaan moderasi dalam bingkai kerukunan beragama di media massa harus dilakukan,” ujarnya.

Roni Tabroni, wakil ketua Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah mengatakan, kondisi kekinian masyarakat tampak lebih “brutal” dalam beragama.

“Dulu, keberadaan Ahmadiyah tampak hidup rukun dengan pondok pesantren NU yang besar di Cipasung. Namun belakangan jadi diributkan. Apa yang salah dalam kehidupan keberagamaan masyarakat saat ini,” ujarnya.

Roni mengatakan, media atau media sosial termasuk grup whatsapp, seakan-akan menjadi rujukan yang dianggap benar. “Inilah yang menjadi pekerjaaan rumah kita bersama,” ujarnya.

Ia mempertanyakan, bagaimana keberpihakan negara pada media-media yang sudah menerapkan pengarusutamaan moderasi keberagamaan.

Menara62 TV

- Advertisement -

Terbaru!