JAKARTA, MENARA62.COM — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan desa melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
Ajakan itu disampaikan Yandri saat menghadiri Kegiatan CSR dan PDB Award 2026 bertema Kontribusi Dunia Usaha dan Organisasi Lainnya dalam Mendukung Rencana Aksi Bangun Desa Bangun Indonesia demi Tercapainya Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045 di Operational Room, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Dalam forum tersebut, Mendes Yandri menegaskan pembangunan desa membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, CSR yang disalurkan secara tepat dapat memberi dampak langsung bagi masyarakat desa.
“Terima kasih kepada BUMN dan dunia usaha yang telah menyalurkan CSR dengan tepat sasaran dan memberi dampak nyata,” ujar Yandri.
Ia menyebut berbagai program CSR telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa, mulai dari pengembangan desa tematik, pemberdayaan ekonomi, pembangunan sarana dan prasarana, penyediaan air bersih, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurut Yandri, potensi desa di Indonesia masih sangat besar untuk dikembangkan bersama, terutama desa ekspor, desa tematik, dan desa ketahanan iklim yang dinilai strategis mendukung pembangunan nasional.
Karena itu, ia mendorong perusahaan BUMN maupun swasta untuk memperluas kontribusi melalui desa binaan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar dunia usaha turut berperan aktif mempercepat pembangunan desa.
“Masih banyak potensi desa yang bisa digarap bersama. Kepedulian dunia usaha sangat dibutuhkan agar pembangunan desa semakin kuat,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Kementerian Desa PDT juga memberikan apresiasi kepada kepala daerah yang menunjukkan komitmen besar membangun desa melalui pemanfaatan CSR.
Ketua Indonesia Social Sustainability Forum, Sudarmanto, menyebut peluncuran CSR Awards 2026 menjadi momentum penting memperkuat sinergi dunia usaha dalam mendukung pembangunan desa dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Ini momentum luar biasa. Semoga berjalan baik dan memberi dampak luas,” ujarnya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat kabinet dan kepala daerah, di antaranya Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta sejumlah wakil gubernur dari berbagai provinsi.
Melalui forum ini, pemerintah berharap keterlibatan sektor usaha dalam pembangunan desa semakin meningkat, sehingga desa-desa di Indonesia dapat tumbuh sebagai pusat ekonomi, sosial, dan ketahanan menuju Indonesia Emas 2045. (*)
