PEKALONGAN, MENARA62.COM – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam mendukung kedaulatan pangan nasional melalui gerakan pemberdayaan petani. Komitmen tersebut diwujudkan dengan panen jagung bersama di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Ahad (19/7/2026).
Kegiatan panen digelar secara kolaboratif antara MPM PP Muhammadiyah, MPM dan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, serta Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kabupaten Pekalongan.
Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, mengatakan panen jagung bukan sekadar seremoni hasil pertanian, melainkan bagian dari gerakan nyata Muhammadiyah dalam membangun kemandirian sekaligus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.
“Bangsa yang mampu mandiri di dalam sektor pangan, maka bangsa itu akan memiliki kekuatan kedaulatan yang sangat kuat,” ujar Yamin.
Menurutnya, Muhammadiyah memiliki tanggung jawab kebangsaan untuk berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan. Salah satu langkah strategis yang terus dilakukan adalah mengonsolidasikan gerakan Jamaah Tani Muhammadiyah sebagai kekuatan ekonomi berbasis masyarakat.
“Dalam Gerakan Kedaulatan Pangan itu, salah satunya adalah mengonsolidasikan Jamaah Tani Muhammadiyah. Dengan kekuatan Jamaah Tani Muhammadiyah, dengan bekerja sama dengan para pihak, insyaallah kedaulatan pangan di Indonesia semakin mampu kita wujudkan,” katanya.
Yamin berharap konsolidasi Jamaah Tani Muhammadiyah tidak hanya berjalan di tingkat pusat, tetapi juga diperkuat hingga tingkat wilayah, daerah, cabang, bahkan ranting Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Ia juga mendorong agar setiap daerah mengembangkan berbagai komoditas pertanian sesuai potensi wilayah masing-masing. Menurutnya, keberagaman hasil pertanian menjadi modal penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semakin beragam komoditas yang dikembangkan, semakin kuat pula fondasi kemandirian pangan bangsa,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono Kastari, menilai keberhasilan gerakan kedaulatan pangan membutuhkan keterlibatan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap terjun langsung ke sektor pertanian.
Ia mengapresiasi dukungan MPM PP Muhammadiyah yang memberikan ruang bagi kader-kader muda untuk berkontribusi dalam pengembangan pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Terima kasih telah memberi kesempatan bagi anak-anak kami untuk berinovasi. Jadi bukan hanya tempatnya di masjid, musala, tetapi juga berada di sawah, di ladang, di pantai, di gunung, dan di mana saja berada. Muhammadiyah selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Panen jagung kali ini dilakukan di lahan seluas 3,8 hektare dari total lahan 4 hektare yang disediakan Pemerintah Desa. Adapun varietas jagung yang dipanen adalah Macho 135, yang dinilai memiliki produktivitas tinggi dan sesuai dengan kondisi lahan setempat.
Melalui gerakan ini, Muhammadiyah berharap kolaborasi antara organisasi, masyarakat, pemerintah, dan kelompok tani terus diperkuat sehingga mampu menghadirkan sistem pangan yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing. Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud nyata kontribusi Persyarikatan dalam mendukung ketahanan pangan sebagai salah satu pilar pembangunan nasional. (*)
