29.2 C
Jakarta

Muhammadiyah Gerakkan Infak Jumat untuk Korban Gempa Flores

Baca Juga:

YOGYAKARTA, MENARA62.COM — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggerakkan solidaritas warga Persyarikatan untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya melalui penghimpunan infak Salat Jumat secara serentak pada Jumat, 21 Agustus 2026.

 

Imbauan tersebut ditujukan kepada seluruh pimpinan Muhammadiyah di berbagai tingkatan, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta takmir masjid di bawah Persyarikatan Muhammadiyah.

 

Gerakan tersebut tertuang dalam surat edaran PP Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tentang Penghimpunan Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Gempa Bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur.

 

Infak yang dihimpun akan diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores.

 

Dikoordinasikan LAZIS dan LRB

 

Dalam surat edaran tersebut, PP Muhammadiyah meminta proses penghimpunan dan penyaluran infak dilakukan secara terkoordinasi melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah (LAZIS) serta Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) pada masing-masing tingkatan.

 

Koordinasi tersebut menjadi bagian dari penerapan semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR). Melalui pendekatan ini, dukungan kemanusiaan dari warga Muhammadiyah diharapkan dapat dihimpun dan disalurkan secara lebih terarah kepada masyarakat yang membutuhkan.

 

PP Muhammadiyah juga meminta setiap pelaksana menyusun laporan mengenai penghimpunan dan penyaluran dana infak. Laporan tersebut selanjutnya disampaikan kepada Pimpinan Muhammadiyah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Wujud Solidaritas Muhammadiyah

 

Gerakan infak Salat Jumat ini menjadi bagian dari respons kemanusiaan Muhammadiyah terhadap masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak gempa bumi.

 

Penghimpunan secara bersama-sama di masjid, AUM, dan lingkungan Persyarikatan diharapkan memperkuat kepedulian sekaligus menghadirkan dukungan nyata bagi warga terdampak.

 

Melalui gerakan tersebut, Muhammadiyah mengajak seluruh unsur Persyarikatan menjadikan infak Salat Jumat bukan sekadar ibadah personal, tetapi juga sarana menghadirkan kebermanfaatan sosial bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana. (*)

- Advertisement -
- Advertisement -

Terbaru!